Skip to main content

BIODIVERSITY FUEL TERMINAL TARAKAN 2023




I.         Latar Belakang

 

Keanekaragaman hayati mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan suatu ekosistem. Namun, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan diikuti oleh peningkatan aktivitas dan kebutuhan masyarakat akan lahan sehingga dapat mengancam kelestarian keanekargaman hayati di suatu ekosistem.

Pertamina hadir sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi

 

minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan. Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya

 

berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang

 

tinggi di dalam era globalisasi. PT. Pertamina (Persero) FT Tarakan terletak Jl. Yos Sudarso No.15, Lingkas Ujung, Kec. Tarakan Tim., Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Besarnya isu-isu lingkungan serta dampak-dampak pertambangan akan memberikan

 

pengaruh terhadap biodiversitas di sekitar lokasi aktivitas pertambangan dan aktivitas-aktivitas

 

lainnya. Dengan kata lain, survei keanekargaman hayati di lokasi PT. Pertamina (Persero) FT

 

Tarakan, Kalimantan Utara sangat diperlukan untuk menajemen pengelolaan kawasan depot sehingga dapat terjadi keseimbangan antara melestarikan keanekaragaman hayati dengan berbagai kebutuhan lainnya.

II.           Tujuan

 

Tujuan dilakukannya survey biodiversitas yaitu:

 

1.      Melakukan pemantauan untuk mengetahui jenis flora fauna, kondisi Bio-ekologi, dan

 

biodiversitas di lokasi PT. Pertamina (Persero) FTTarakan.

 

2.      Memberikan rekomendasi mengenai penanaman atau penataan flora yang cocok pada lokasi

 

FT Tarakan.


III.        Metode Pengambilan Data

 

Survei ini dilakukan dengan berbagai metode untuk mengetahui jumlah dan jenis flora dan faunanya. Adapaun metode yang dilakukan sebagai berikut:

1.      Tumbuhan

 

Survei tumbuhan dilakukan dengan Metode jelajah pada Kawasan sekitar depot pertamina (Kustiari, 2015). Metode jelajah dilakukan dengan mengelilingi lokasi dan mencatat semua jenis tumbuhan yang ditemukan kemudian mengambil gambar masing-masing spesies lalu diidentfikasi ulang.

2.      Burung

 

Metode yang digunakan adalah metode Encounter Rates (tingkat pertemuan) yaitu pengamatan langsung dengan cara menjelajah dan menghitung setiap individu yang ditemui. (Bibby et al. 2000) Adapun pelaksanaannya :

-          Pengambilan data dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pukul 06.00-09.00 WITA dan 15.30-

 

17.30 selama 5 hari.

 

-          Memotret dan menghitung jumlah burung yang ditemukan

 

-          Mengidentifikasi jenis burung yang ditemukan menggunakan buku identifikasi

 

-     Kemelimpahan relatif di hitung menurut Lowen dkk (Colin Bibby. 2000) Rumus:

Kemelimpahan relatif = Jumlah individu tiap jenis burung/ Jumlah Jam Pengamatan

 

3.      Serangga

 

Sampling serangga dilakukan untuk mengetahui jumlah dan jenis serangga yang ada di lokasi depot pertamina, metode yang dilakukan yaitu metode jelajah dan metode perangkap jaring (Sweep net) (Siregar et al. 2014).


a.      Metode jelajah

 

Metode yang dilakukan yaitu metode jelajah untuk mendata jenis serangga yang ada di lokasi depot pertamina dengan cara pengamatan langsung dan mengambil gambar tiap jenis spesies yang ditemukan di kawasan depot pertamina (Bookhout, 1996).

b.      Metode Perangkap Jaring

 

-          Memilih    lokasi    padang   rumput,    kemudian    lakukan    penangkapan    serangga dengan menggunakan perangkap jaring (sweep net)

-          Mengayunkan sweep net ke kiri dan ke kanan di permukaan padang rumput, setiap melangkah dilakukan 1 kali ayunan. Dilakukan sepanjang 10 m.

-          Menutup pangkal sweep net agar serangga yang tertangkap tdk lepas, kemudian dimasukkan kedalam botol pembunuh yang berisi alcohol, biarkan serangga mati

-          Melakukan penangkapan dengan menggunakan sweep net dengan jumlah ayunan dan langkah yang sama di tempat yang berbeda.

-          Melakukan pengamatan dan perhitungan di laboratorium.

 

-          Mengambil serangga satu persatu secara acak menggunakan pinset.

 

-          Mengambil dan mengamati serangga satu persatu dan letakkan pada kertas serta beri tanda + apabila serangga berbeda, 0 apabila kedua serangga sama.

-          Perhitungan dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman atau indeks diversitas (I.D) Kennedy

Rumus:

 

ID Kennedy = Jumlah tanda (+) / Jumlah serangga yang di amati

 

IV.    Lokasi Survei

 

Survei ini dilakukan di PT. Pertamina (Persero) TBBM Tarakan yang terletak di Jl. Yos

 

Sudarso No.15, Lingkas Ujung, Kec. Tarakan Tim., Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Survei

 

dilakukan pada tanggal 09 Juli - 15 Juli 2019.


V.   HASIL

V.1.1   Tumbuhan

1.  Acacia mangium

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


 

 

 

Nama lokal: Akasia Familia : Fabaceae

Deskripsi: Akasia merupakan salah satu jenis pohon besar berbunga yang tumbuh mencapai ketinggian 30 meter. Memiliki bunga berwarna kuning. Akasia berhabitus pohon, memiliki daun berbentuk filodial relatif tebal dan berwarna hijau mengkilat. Bunga muda berwarna hijau dan bunga tua


berwarna kuning berbentuk bongkol duduk dalam malai bertipe bunga majemuk. Buah bertipe buah polong. Aksia memiliki manfaat sebagai tanaman penenduh dan dapat dijadikan sebagai ekstrak alami pembuatan parfum.

2.  Pterocarpus indicus


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Angsana Familia         : Fabaceae

Deskripsi   : Angsana     merupakan pohon meranggas dan jenis tanaman pohon tinggi, tingginya dapat mencapai 10-40

m. Diameter batang tebal, biasanya bentuk batangnya pendek, terputir, beralur dalam, dan berbanir. Kayu angsana mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut 'kino' atau


darah naga. Ciri utamanya terletak pada buah polong bundar pipih, dikelilingi sayap tipis seperti kertas, dengan diameter 6 cm, tidak memecah ketika masak.

3.  Sphagneticola trilobata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023    


Nama lokal : Bunga Matahari kecil Familiaa : Asteraceae

Deskripsi : Memiliki   bentuk   bunga   yang menyerupai bunga matahari, sehingga dinamai bunga matahari kecil. Termasuk kategori tanaman annual (tahunan), dengan tinggi rata-rata 30 hingga 45 cm. Bunga kuning cerah sangat kontras dengan daun-daun


yang berwarna hijau, toleran terhadap suhu panas, dan menyukai sinar matahari langsung. Daunnya tersusun berpasangan di sepanjang batang, berbentuk belah ketupat hingga bulat telur. Manfaat sebagai tanaman hias atau tanaman penutup tanah.


4.  Tridax procumbens

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal: Gletang Familia: Asteraceae

Deskripsi: Tumbuhan Gletang merupakan salah satu rumput liar yang banyak tumbuh pada tanah. Termasuk tanaman terna menahun. Meskipun termasuk tanman liar, Gletang memiliki bunga yang undag berwarna putih dengan bonggol bunga berwarna kuning. Glateng banyak


dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung beberapa senyawa kimia yang berpotensi sebagai obat seperti tannin, saponin, dan flavanoid yang bekerja secara simultan menghasilkan efek analgetik dana antiinflamasi.

5.  Ficus benjamina


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Beringin Familia : Moraceae

Deskripsi : Berupa pohon besar, dengan diameter batang bisa mencapai 2 m lebih, tinggi bisa mencapai 25 m. Batang tegak bulat, permukaan kasar, coklat kehitaman, keluar akar menggantung dari batang. Daun tunggal, lonjong, hijau, panjang 3 - 6 cm, tepi rata, letak bersilang berhadapan.


Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 - 1 cm Perbanyaan dengan biji. Beringin yang tersebar di ruang terbuka hijau dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mitigasi pencemaran udara, terutama timbal dan debu.

6.  Citrus aurantifolia


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Jeruk Nipis Familia : Rutaceae

Deskripsi : Jeruk nipis tergolong dalam tumbuhan perdu yang memiliki banyak dahan dan ranting. Memiliki ciri-ciri, yaitu : batang pohonnya berkayu dan berduri, daunnya majemuk berbentuk ellips dengan pangkal membulat, bunganyamajemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau


di ujung batang,buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam, biasa digunakan


untuk mengasamkan kuah makanan. Jeruk nipi memiliki berbagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, memiliki khasiat sebagai obat disentri, sembelit, ambeien, vertigo, batuk, dll.

7.  Caladium bicolor


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Keladi hias Familia : Araceae

Deskripsi : Caladium bicolor di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan keladi hias. Variasi keindahan bentuk, corak, warna daunnya yang sangat beragam, serta perawatannya yang mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk membudidayakan tanaman ini terutama sebagai tanaman


hias. Tanaman ini secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis yang rindang, subur dan lembab. Caladium bicolor merupakan herba tahunan, daun berukuran besar berbentuk hati, ditopang oleh pelepah yang panjangnya 30 cm atau lebih. Berwarna hijau dengan tepian atau bagian yang tengah yang berwarna pink dan putih.

8.  Bouganvillea spectabilis


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Kembang Kertas Familia : Nyctaginaceae

Deskrips : Kembang kertas adalah tanaman hias yang terkenal karena bentuk bunganya yang indah, sering dianggap bunga kertas karena bentuk seludang bunganya tidak tebal, tipis seperti kertas. Merupakan tanaman perdu tegak yang tumbuh tegak lurus dengan ketinggian mencapai


2 hingga 4 meter. Tanaman ini memiliki akar tunggang, daunnya berbentuk melebar dan bulat hingga memanjang, batangnya bersifat kayu dan terdapat duri-duri berukuran kecil.

9.  Cyrtostachys renda


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Palem Merah Familia : Arecaceae

Deskripsi : Palem Merah juga dikenal sebagai Pinang Merah. Tanaman Palem Merah merupakan tanaman hias populer yang banyak dijumpai dipekarangan dan taman- taman kota. Nama Palem Merah diambil dai ciri khasnya yaitu bagian batang yang berwarnah merah. Palem Merah


tumbuh di daerah tropis dan tumbuh optimal di kawasan hutan rawa gambut dataran rendah. Pohon palem membutuhkan sinar matahari penuh atau teduh serta tidak mampu mentolerir suhu dingin atau kekeringan.

10.  Carica papaya


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Pepaya Familia : Caricaceae

Deskripsi : Pepaya merupakan tumbuhan yang banyak ditemui dengan batang yang lurus dan bulat dengan bagian dalam batang berongga, serta pada bagian luar batang terdapat bekas daun. Memiliki pertulangan daun yang menjari dengan daun tunggal, serta berakar tunggang. Pepaya memiliki


banyak manfaat dan yang paling sering dimanfaatkan adalah bagian buah. Selain itu bagian daun muda pepaya juga bermanfaat untuk kesehatan.

11.  Mimosa pudica

Nama lokal : Putri Malu Familia: Fabaceae

Sumber : Foto Survei. 2023

 

Deskripsi : Tumbuhan Putri Malu merupakan perdu pendek yang mudah dikenali karean daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu apabila disentuh. akar tanaman ini memiliki bau yang khas yaitu berbau seperti buah jengkol. Memiliki batang berbentuk bulat, berbulu,

dan berduri tajam. Bagian batang putri malu terdapat bulu halus dan tipis berwarna putih dengan panjang sekitar 1-2 mm. batang muda berwarna hijau mencolok dan batang tua berwarna merah. Bentuk daun menyirip dan bertepi rata. Daun berbentuk kecil tersusun secara majemuk, berbentuk lonjong serta letak daun berhadapan. Tanaman ini dapat digunakan sebagai antikonvulan, antidepresan, dan antibakteri.

12.  Pedilanthus tithymaloides


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Tumbuhan Zig Zag Familiaa : Euphorbiaceae

Deskripsi : Merupakan terna tegak dengan tinggi 60-100 cm. Memiliki ciri-ciri : batangnya bulat berdaging warna hijau tua dengan cabang muda membelok secara zig zag, berdaun tunggal yang tebal tumbuh berseling dengan bentuk


bulat telur seolah berlapis lilin. Tumbuhan ini bergetah putih susu dengan bunga warna merah/ungu yang tersusun karang menyerupai payung di ujung tangkai. Tumbuh baik di tanah yang berlapis pasir dan memiliki pengairan cukup, selain itu tempat teduh yang tidak terkena matahari langsung adalah lingkungan yang paling sesuai untuk menanamnya.

13.  Manihot esculenta


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Ubi Kayu Familia : Euphorbiaceae

Deskripsi : Ubi Kayu merupakan tanaman tropis ,habitus berupa perdu dengan tinggi dapat mencapai 7 m. Ubi Kayu dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, memiliki batang bulat dan bergerigi yang terbentuk karena bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus. Daun memiliki tangkai


panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tepi daun rata dan tersusun, tulang daunnya yaitu menjari. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan sebagai sumber karbohidrat.Tanaman Ubi Kayu memerlukan tanah yang gembur untuk pembentukan dan perkembangan umbi.

14.  Moringa oleifera


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Kelor Familiaa : Moringaceae

Deskripsi : Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7 hingga 11 meter. Memiliki morfologi denngan ciri-ciri antara lain : batang berkayu tegak dengan percabangan simpodial cenderung tumbuh lurus dan memanjang, daun majemuk yang bertangkai panjang dan tersusun berseling, buah


berbentuk panjang bersegi tiga, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan, berakar tunggang berwarna putih dan membesar seperti lobak, bunga keluar sepanjangtahun dengan aroma bau semerbak, buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang juga dapat dikonsumsi.


15.  Morinda citrifolia

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Mengkudu Familiaa : Rubiaceae

Deskripsi : Tumbuhan ini berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 4-8 cm. Memiliki batang berkayu dengan banyak cabang, berdaun tunggal lebar berbentuk bulat telur dengan permukaan mengkilap, bunga majemuk dengan bentuk bongkol, buah bongkol dengan permukaan tidak teratur dan


berdaging. Buah tanaman mengkudu bulat atau lonjong seperti telur ayam. Permukaan buah terbagi sel polgonal (bersegi banyak) yang berbintik-binti atau berkutil. Buah awal berwarna hijau dan menjadi kekuning-kuningan ketika matang dan setelah matang buah akan menjadi lunak. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai tanaman obat, karena mulai dari buah, daun, batang maupun akarnya dapat dijadikan bahan obat.

16.  Musa paradisiaca


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Pisang Familiaa : Musaceae

Deskripsi : Pisang merupakan tanaman herba menahun, berumpun dengan akar rimpang. Memiliki helaian daun bentuk lanset memanjang, mudah koyak, pada bagian bawah berlilin. Bunga berkelamin 1, berumah 1 dalam tandan. Tandan bertangkai dengan daun penumpu yang berjejal rapat


dan tersusun spiral. Daun pelindung merah tua, berlilin, mudah rontok,masing-masing dalam ketiaknya dengan banyak bunga yang tersusun dalam dua baris melintang. Bagian ujung tandan yang belum terbuka dan massif menggantung. Bunga betina di bawah, yang jantan (jika ada) di atas. Buah buni beraneka ragam, tidak berbiji. Dipelihara untuk buahnya, terutama di tanah yang subur.

17.  Codiaeum variegatum


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Tanaman Puring Familiaa : Euphorbiaceae

Deskripsi : Tanaman puring merupakan semak perdu dengan ukuran dapat mencapai 3 m. Batang tanaman puring berbentuk bulat, berkayu, bertekstur keras, terdapat banyak cabang dan berwarna coklat kehijauan. Daun tanaman puring ini berdaun tunggal berbentuk bulat telur, lonjong dan ada


juga yang berbentuk linier seperti pita dengan ujung yang meruncing. Daun tanaman puring berwarna merah kehitaman, kekuningan dan kehijauan. Akar tanaman puring ini akar tunggang berwarna kuning muda. Tanaman puring berkembang biak dengan cara stek dan cangkok batang. Cara menanam tanaman puring ini tergolong mudah karena sifat tanaman puring yang mudah beradaptasi, cukup menanamnya pada tanah yang mempunyai banyak unsur hara dan terdapat sedikit air.

18.  Capsicum frutescens


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Cabai Rawit Familia : Solanaceae

Deskripsi : Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran yang disukai oleh semua kalangan. Cabai rawit digunakan sebagai bahan bumbu dapur,baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Selain itu beberapa penelitian menyebutkan bahwa cabai rawit kaya akan


kandungan vitamin C, vitamin A, zat besi dan kalsium.

19.  Ananas comosus


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama: Nanas

Familia: Bromeliaceae

Deskripsi: Nanas merupakan tanaman herba yang termasuk ke dalam kelas monokitil. Nanas memiliki akar dengan sebaran ke arah vertikal dan horizontal dengan perakaran yang dangkal. Batang tanaman nanas beruas-ruas dengan panjang masing-masing ruas bervariasi antara 1-10 cm,


batang berfungsi sebagai tempat melekat akar, daun, bunga, tunas dan buah, sehingga secara visual batang tersebut tidak nampak karena sekelilingnya tertutup oleh daun. Daun Nanas dapat digunakan sebagai pakan ternak dan dapat meningkatkan berat badan ternak kambing. Nanas juga mengandung enzim bromelian yaitu Enzim Protease yang dapat memecah ptotein sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Selain itu nanas juga mengandung serat yang berguna untuk membantu proses pencernaan, menurunkan kolestrol dalam darah dan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Selain itu kandungan vitamin dan mineral, Nanas juga dijadikan sebagai sumber vitamin C yang baik.


20.  Artocarpus heterophyllus

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Nangka Familia : Moraceae

Deskripsi : Nangka adalah tanaman jenis buah tahunan yang tergolong ke dalam famili malvales dan hanya tumbuh di daerah yang beriklim tropis. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana musim keringnya tidak terlalu keras. Memiliki ciri-ciri


: berakar tunggang dengan percabangan banyak, berdaun tunggal berbentuk bulat telur memanjang dan mengkilap pada bagian permukannya, buahnya tergolong buah majemuk yang memiliki daging buah yang tebal dan dapat berbuah sepanjang tahun.

21.  Plumeria alba


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           :Kamboja Familia : Apocynaceae

Deskripsi :Ciri khas tanaman ini memiliki batang yang berkayu keras tinggi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki cabang yang banyak. Tingginya bisa mencapai lebih enam meter. Batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Daun tanaman kamboja


berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat. Sedangkan, bungan yang menjadi daya tarik kamboja berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai. bunga kamboja juga banyak mempunyai khasiat yang lain, yakni sebagai obat luar maupun dalam. Sebagai obat luar, getah kamboja dapat digunakan untuk, mengobati gigi berlubang. Sebagai obat dalam, bunga kamboja dapat digunakan untuk mengobati orang yang terkena penyakit disentri.

22.  Syzygium oleana


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Pucuk Merah Familia : Myrtaceae

Deskripsi : Tanaman Pucuk Merah ini memiliki ciri khas yang pada bagian ujung daun berwarna merah dan orange. Daun mudah berwarna merah biasanya muncul di sela-sela daun hijau yang ada di sekitarnya yang menjadikan daun


seperti bunga diantara dedaunan. Tanaman punya merah banyak digunakan sebagai tanaman hias.

23.  Aglaonema commutatum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Sri Rejeki Familia : Araceae

Deskripsi : Sri rejeki merupkan tanaman berhabitus herba. Habitat asli tanaman ini di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut, batang yang tidak berkambium (Berkayu), memiliki daun


tunggal yang menyirip, bunga muncul di ketiak daun. Bentuk daunnyanya bulat lonjong, berwarna putih kehijauan ditopang batang yang memanjang. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang memiliki corak hijau putih pada permukaan daun.

24.    Opuntia cochenillifera


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Kaktus Centong Familia : Cactaceae

Deskripsi : Batang utama kaktus centong termasuk pendek dengan diameter sampai 20 cm. Bunga tumbuhan ini tersusun secara soliter, berkembang dari areoles sepanjnag tepi atas dan tanpak memiliki banyak sepal. Mahkota bunga tumbuhan ini mempunyai banyak kelopak berwarna merah


dan di dalam periantum terdapat banyak benang sari. Kelopak dan mahkota bunga menyatu membentuk sebuah hypanthium. Bagian ovarium memiliki lokus tunggal dan banyak biji. Buah dari kaktus centong termasuk buah beri berwarna merah. Kaktus centong biasa tumbuh di lahan kering.

25.  Gardenia jasminoides


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Kacapiring Familia : Rubiaceae

Deskripsi : Kacapiring merupakan tanaman perdu dengan tinggi mencapai 1-2 meter. Batangnya berkayu, membulat, dan bercabang. Ranting muda dan daunnya berlapis lilin. Daun kacapiring berwarna hijau tua, berbentuk elips atau bulat telur sungsang dengan ujung dan pangkal yang


meruncing. Tepi daun rata, permukaan daun licin dan mengkilap, dan bertangkai pendek. Daun


berukuran panjang 4-13 cm dan lebar 2-5 cm.bunga kacapiring tunggal, bertangkai pendek, dan muncul dari ujung ranting. Bunga berwarna putih yang tersusun atas hingga belasan helai, dan memiliki aroma wangi yang khas. Selain sebagai tanaman hias, bagian buah, akar, daun, dan bunga dari tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit dan keluhan kesehatan.

26.  Heliconia psittacorum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Pisang Hias Familia : Heliconiaceae

Deskripsi : Batang tanaman dapt tumbuh mulai dari ketinggia 1 m sampai lenih dari 5 m. Dau heliconia sangat mirip dengan daun pisang dengan ukuran lebih kecil dan warnanya lebih bervariasi. Bunganya tersembunyi di balik kelopak bunga yang berwarna menarik dan berukuran besar.


Kelopak bunga inilah yang memberikan penampilan eksotis pada Heliconia. Bunga semunya merupakan seludung atau kelopak daun. Dalam satu daun tumbuh beberapa seludang pada satu tandan. Sampai saat ini tanaman ini masih jadi favorit untuk penghias pekarangan dan berfungsi sebagai tanaman pagar.

27.  Adenium obesum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Kamboja Jepang Familia : Apocynaceae

Deskripsi : Bunga Kamboja Jepang sering disebut dengan nama mawar padang pasir (Desert rose). Kamboja Jepang memiliki morfologi dengan ciri-ciri antara lain : memiliki perakaran membesar dan membentuk hampir menyerupai umbi-umbian untuk penyimpanan cadangan makanan,


batangnya berbentuk bulat memanjang dan tidak berkayu, daunnya sangat beragam dan bervariasi tergantung dengan jenis varietasnya, bunganya hampir menyerupai terompet yang memiliki jumlah kelopak 5 helai.


28.  Melastoma malabathricum


Nama Lokal : Senggani atau Senduduk Familia: Melastomataceae

Deskripsi    : Merupakan tumbuhan perdu, tegak, tinggi 0,5-4m, banyak bercabang, bersisik dan berambut. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan bersilang. Helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan


berambut pendekyang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 lubang daun melengkung, panjang 2-20 cm, lebar 0,75-8,5cm, warnanya hijau.. Buahnya dapat dimakan, sedang daun mudanya bias dimakan sebagai lalap atau disayur. Daunnya tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan bersilang dan berbentuk bulat telur dengan ujung lancip, permukaannya berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar, serta memiliki tiga tulang daun yang melengkung. Bunganya keluar di ujung cabang, berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18 yang berwarna ungu kemerahan. Ekstrak senggani dapat digunakan untuk zat analgetik sebagai penghilang rasa sakit, peluruh kemih, menghilabgkan pembengkakan serta menghentikan pendarahan.

29.  Eichornia crassipes


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Eceng Gondok Familia : Pontederiaceae

Deskripsi : Akar pada tanaman eceng gondok serabut tapi tidak bercabang. Berfungsi untuk menjebak lumpur serta terdapat tudung akar. Memiliki daun tunggal bentuk oval dengan pangkal runcing, berwarna hijau dengan permukaan yang mengkilap. Memiliki bunga majemuk yang jumlahnya


dapat mencapai 7 -36 buah. Berwarna hijau, beruang tiga, dan berbentuk kotak sejati. Menyukai perairan yang lambat untuk berkembang biak. Eceng gondok meningkatkan habitat baru dan mengurangi jumlah air dan perairan menjadi dangkal. Eceng gondok dapat membersihkan polutan berat seperti nikel, kadmium, merkuri.


30.  Nepenthes mirabilis

 

     Sumber : Foto Survei. 2023    


Nama Lokal : Kantong Semar Familia: Nepenthaceae

Deskripsi : Daun kantong semar berbentuk helaian panjang berwarna hijau sampai hijau kekuningan dengan calon kantong terdapat di luar helaian daun keluar dari sulur berbentuk silinder dengan ukuran sama panjang atau lebih panjang dari daun. Ujung sulur yang berwarna


kuning kehijauan berkembang menjadi kantong pada lingkungan yang sesuai. Kantong berfungsi untuk menangkap serangga. Kantong ini mempunyai warna sangat menarik yaitu: hijau dengan bercak merah. Kantong semar mempunyai batang yang kasar dengan diameter 3- 5 cm dan panjang internodus antara 3-10 cm dengan warna bervariasi yaitu hijau; merah coklat kehitaman dan ungu tua. Berfungsi sebagai pengontrol serangga. Kantong semar termasuk penciri hutan yang memiliki tanah yang kurang subur/miskin zat hara terutama senyawa nitrat/fosfat. Untuk memenuhi kebutuhan nutrien ini, kantong semar mencerna serangga/hewan yang jatuh ke dasar kantong dengan larutan air dan enzim pencernaan di dasar kantong

 

 


31.  Manilkara zapota

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


 

Nama lokal            : Sawo Familia : Sapotaceae

Deskripsi : Tumbuhan ini dapat berbuah sepanjang tahun, memiliki batang besar dan rindang. Bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerap kali menggantung, diameter bunga mencapai 1,5 cm, pada sisi luarnya berbulu kecokelatan, berbilangan 6. Daun


tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Memiliki cabang rendah, batang sawo berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai cokelat tua. Seluruh bagiannya mengandung getah berwarna putih susu yang kental. Buah sawo berkulit tipis, daging buahnya lembut serta berwarna cokelat kemerahan sampai kekuningan, rasanya manis, mengandung banyak sari buah sehingga banyak digemari orang. Pada buah sawo biasa digunakan sebagai obat tradisional yaitu bagian buah mudanya, kulit batang dan daun.


32.  Anacardium occidentale


Nama lokal            : Jambu Monyet Familia : Anacardiaceae

Deskripsi : Jambu monyet merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Anacardiaceae. Tanaman ini berasal dari Brazil, tanaman ini banyak hidup di wilayah tropis dan dapat hidup pada ketinggian hingga 1200 mdpl.


Tanaman ini memiliki akar jenis tunggang, batang jambu mete berbentuk bulat dan bergetah, daun tanaman ini termasuk daun tunggal berbentuk bulat seperti telur sungsang, bunga jambu mete termasuk bunga majemuk, bentuk buah jambu mete hampir sama seperti bentuk ginjal dan memiliki biji yang cukup keras.

33.  Melaleuca laucadendron


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Kayu Putih Familia : Myrtaceae

Deskripsi : Kayu putih merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya. Namanya diambil dari warna batangnya yang


memang putih. Kulit batang pohon ini berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan. Batang pohonnya tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung ke bawah. Daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, dan letak berseling.Tumbuhan ini terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara, namun demikian dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.

34.  Passiflora foetida


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Rambusa Hutan Familia : Passifloraceaee

Deskrispsi : Rambusa adalah tanaman merambat baik di tanah maupun sebagai tanaman pagar. Daun Rambusa berwarna hijau dan memiliki ciri yaitu memiliki sulur. Buah rambusa berwarna hijau saat masa muda dan berwarna kekuningan saat matang, buah ditutupi rambut-rambut halus.


Buah rambusa bisa dikonsumsi serta pada daun mengandung senyawa turine yang berperan sebagai antioksidan alami.

35.  Cymbopogon citratus


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Sereh atau Serai Familia : Poaceae

Deskripsi : Tanaman sereh memiliki akar yang besar. Akarnya merupakan jenis akar serabut yang berimpang pendek. Batang tanaman sereh bergerombol dan berumbi, serta lunak dan berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuningan. Tanaman


sereh memiliki batang yang berwarna putih. Selain itu, batang tanaman sereh juga bersifat kaku dan mudah patah. Batang tanaman ini tumbuh tegak lurus di atas tanah.Daun tanaman sereh berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daunnya kesat, panjang, dan runcing, hampir menyerupai daun lalang. Selain itu, daun tanaman ini memiliki bentuk seperti pita yang makin ke ujung makin runcing dan berbau citrus ketika daunnya diremas. Daunnya juga memiliki tepi yang kasar dan tajam. Tulang daun tanaman sereh tersusun sejajar. Letak daun pada batang tersebar. Panjang daunnya sekitar 50-100 cm, sedangkan lebarnya kira-kira 2 cm. Daging daun tipis, serta pada permukaan dan bagian bawah daunnya berbulu halus. Tanaman ini dimanfatkan sebagai bumbu dapur dan sebagai pengusir nyamuk karena kandungan minyak atsirinya.

36.  Imperata cylindrica


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Ilalang Familiaa : Poaceae

Deskripsi : Ilalang adalah sejenis rumputberdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Helaian daun


berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm, bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, s panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Ilalang termasuk Penciri lahan kritis dan merupakan spesies invasif. Memiliki senyawa antibiosis/alelopati di akarnya, suatu


substansi kimiawi yang dapat menghambat pertumbuhan biji/kecambah tanaman lain di sekitarnya.

37.  Laucaena glauca


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Lamtoro Familia : Fabaceae

Deskripsi : Lamtoro merupakan tanaman perdu dengan ketinggian mencapai 20 m, memiliki daun majemuk rangkap, bunganya majemuk berupa bongkol yang bertangkai panjang. Buah polong yang berbentuk pita lurus, pipih, tipis dengan sekat-sekat antar biji. Daunnya dapat menyuburkan


tanah. Akarnya mengandung bakteri pengikat nitrogen. Dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak sedangkan bijinya dimanfaatkan sebagai lalapan saat makan ataupun sebagai campuran berbagai makanan. Sedangkan batangnya dapat digunakan sebagai furniture atau dikumpulkan sebagai kayu bakar. Bagian akarnya mengandung bintil akar sehingg memiliki potensi besar untuk memperbaiki kesuburan tanah.

38.  Caladium humboldtii


 

     Sumber : Foto Survei. 2023    


Nama lokal : Keladi Putih Familia: Araceae

Deskripsi    : Ciri khas dari jenis Caladium satu ini adalah pada bagian daunnya yang memiliki corak putih tulang. Coraknya hijau akan berada di sekitar bagian tulang daun dan bagian putih terletak di dalamnya. Akan tampak daun yang dominan berwarna putih dengan corak


yang berbeda di tiap daunnya. Daun dari jenis Caladium yang satu ini tergolong kecil yakni hanya 4-5 cm saja, lebih kecil dari yang lain. Bentuk daunnya terlihat lebih memanjang dengan tetap mempertahankan bentuk seperti hati meskipun lebih lonjong. Tanaman akan tampak lebih cantik ketika daunnya tumbuh dengan jumlah lebih dari 8 karena tampak bergerombol lebih ramai.Tanaman hias ini umumnya dijumpai di wilayah tropis, termasuk Indonesia, Filipina, dan negara Asia Tenggara, serta Amerika tengah dan Selatan.


39.  Sansevieria trifasciata

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Lidah Mertua Familia : Asparagaceae

Deskripsi : Lidah mertua merupakan tanaman hias yang memiliki daun berwarna hijau muda atau hijau keabuan yang dihiasi oleh garis-garis bergelombang berwarna hijau gelap dan dapat tumbuh setinggi 2,5 kaki dan lebar hingga 1 inci. Daun meruncing seperti mata pedang, berdaun tebal dan


memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Tumbuhan ini umumnya dijadikan sebagai tanaman indoor maupun outdoor yang sangat baik, tumbuh dalam kondisi yang sedikit air, tahan kering, tahan panas, tahan tanpa cahaya dalam waktu yang lama, dan tidak perlu perawatan khusus. Lidah mertua juga memiliki berbagai manfaat seperti menyuburkan rambut, wasir, mengobati diabetes, hingga kanker ganas.

40.  Asplenium nidus


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Paku Sarang Burung Familia : Aspleniaceae

Deskripsi : Tumbuhan ini berdaun tunggal tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Paku ini mudah dikenal karena tajuknya yang besar, entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm, menyerupai daun pisang. Peruratan daun menyirip tunggal. Spora terletak di


sisi bawah helai, pada urat-urat daun, dengan sori tertutup semacam kantung memanjang. Paku ini kebanyakan epifit namun dapat tumbuh di mana saja.yang terdapat bahan organic yang menyediakan hara. Merupakan tumbuhan bawah tajuk, menyukai naungan dan tempat lembab.

41.  Premna serratifolia


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Buas-buas Familia: Lamiaceae

Deskripsi : Batang memiliki kulit kayu abu-abu kecokelatan, bercabang banyak. Daun bulat telur dengan pangkal agak bulat, panjang sekitar 10-15 cm dan lebar 5-8 cm, tangkai daun sepanjang 6-9 cm, memiliki bulu dan beraroma kuat ketika dihancurkan. Bunga berwarna


putih kehijauan yang sangat kecil. Mahkota bunga berbibir dua, bibir atas dengan dua lobus,


sedangkan bibir bawah memiliki tiga lobus pendek. Buah berbentuk bulat dengan panjang sekitar 3-6 mm, berwarna hijau dan menjadi hitam saat masak.Tanaman ini memiliki wilayah persebaran yang luas, mulai dari Afrika Timur hingga seluruh kawasan Asia Selatan dan Tenggara, Australia Utara, Polinesia, dan Melanesia. Di Malaysia dan Singapura, secara tradisional tunas buas muda direbus dan dimakan sebagai ulam, juga dimasak dalam kari dan digunakan sebagai bumbu dalam olahan makanan. Tanaman ini juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara seperti Indonesia dan India.

42.  Psidium guajava


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Jambu Biji Familia : Myrtaceae

Deskripsi : Jambu Biji merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat karena adanya beragam manfaat. Daun Jambu Biji memiliki khasiat seperti obat diare akut dan kronis, perut kembung pada bayi dan anak, kolestrol meninggi dan demem berdarah. Selain itu buah dari jambu


biji juga dapat dikonsumsi sebagai sumber vitamin C. Ciri khusus yang dimiliki Jambu Biji yaitu kulit bagian batang yang mengelupas.

43.  Terminalia catappa


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Ketapang Familiaa : Combretaceae

Deskripsi      : Pohon besar, tingginya mencapai 40 m dan gemang batang sampai 1,5 m. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat, pohon yang muda sering tampak seperti pagoda. Pohon-pohon yang tua dan besar acap kali


berbanir (akar papan), tingginya bisa hingga 3 m. Pohon ini cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah hingga ketinggian sekitar 400 m dpl, curah hujan antara 1.000–3.500 mm pertahun, dan bulan kering hingga 6 bulan. Ketapang menggugurkan daun hingga dua kali setahun, sehingga tumbuhan ini bisa tahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki lapisan gabus dapat terapung-apung di air sungai dan laut hingga berbulan- bulan, sebelum tumbuh di tempat yang cocok.


44.  Terminalia mantaly

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Ketapang Kencana Familia : Combretaceae

Deskripsi : Ketapang Kencana memiliki sistem perakaran tunggang yang mana akar semacam ini akan sangat berguna untuk memperkokoh berdirinya suatu pohon. Tanaman ini berfungsi dapat meneduhkan dan menyerap berbagai polusi udara yang tentunya dapat berdampak pada daerah yang


lebih asri dan ramah lingkungan, ranting-ranting yang telah tumbuh dapat berguna untuk menyaring cahaya matahari yang masuk. Pada akar yang berguna untuk menyerap air dengan optimal sehingga dapat menetralisir banjir. Tajuknya mendatar dan berlapis-lapis. ketapang kencana memiliki daun yang kecil-kecil, bercabang kecil dan tidak beraturan.

45.  Syzygium aqueum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Jambu Air Familia : Myrtaceae

Deskripsi : Tanaman jambu air memiliki ciri-ciri, yaitu : berakar tunggang, berbatang kayu yang kuat dan berdiri tegak, berdaun tunggal dengan letaknya tersebar di cabang dan ranting pohon, buahnya berbentuk seperti lonceng yang berwarna merah muda. Tanaman ini bersifat adaptif terhadap


lingkungan beriklim tropis, tumbuh baik di dataran tak lebih dari 1000 m di atas permukaan laut.

46.  Pometia pinnata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal : Matoa Familia : Sapindaceae

Deskripsi : Matoa adalah tanaman buah khas Papua. Pohon matoa tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dan berdiameter rata-rata maksimum 100 cm. Pohon matoa umumnya berbuah sekali dalam setahun. Biasanya, pohon ini berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah tiga


atau empat bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Pohon ini tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200


mm/tahun). Matoa juga terdapat di beberapa daerah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea.

47.  Dypsis lutescens


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Palem Kuning Familia : Arecaceae

Deskripsi : Palem kuning adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 6 meter, meskipun biasanya di pekarangan hanya setinggi 3 meter karena alasan keindahan. Seperti palem lainnya, daun tersusun majemuk, menyirip.


Warna helai daun hijau terang, cenderung kekuningan (sehingga disebut palem kuning). Daun ini memiliki pelepah daun yang cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Jumlah anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar. Mayangnya dapat mencapai 1m dengan bunga berwarna kuning. Buah berdiameter hingga 2,5m dan berwarna kuning hingga ungu.

48.  Jasminum sambac


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Melati Familia : Oleaceae

Deskripsi : Melati digolongkan kedalam tanaman semak atau juga merambat. Batang pada tanaman ini berkayu dengan tinggi biasanya berkisar 0,3 hingga 3 m dengan batang bercabang dan berwarna cokelat. Daun Melati putih tunggal dengan tangkai daun pendek berukuran sekitar 5 mm


dengan letak yang berhadapan. Helai daun berbentuk bulat telur dengan tepi rata dan tulang daun yang menyirip.akar yang dimiliki tanaman ini yaitu akar tunggang dengan ciri tidak berserat serta berbuku-buku.

49.  Drymoglossum microphyllum

Nama lokal : Paku Sisik Naga Familia: Polypodiaceae

Deskripsi: Drymoglossum adalah genus paku-pakuan dengan diameter daun lebih kecil dari biasanya. Tumbuh di batang, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22

cm, dan akar melekat dengan kuat. Daun satu dengan yang


     Sumber : Foto Survei. 2023   


lain tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai


pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang. Ujung tumpul atau


membulat, tepi rata berwarna hijau hingga hijau kecoklatan. Daunnya dapat menghasilkan spora dan spesies ini tumbuh lebih lambat. Dimanfaatkan sebagai anti bakteri dan anti jamur.

50.  Areca catechu


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   

 

keadaan tanah.

51.  Lycopodium clavatum

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Pinang Familia: Arecaceae

Deskripsi: Pinang merupakan tumbuhan palma yang tingginya dapat mencapai 12 meter hingga 30 meter, berakar serabut, batang tegak lurus, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. Pembentukan batang terjadi setelah 2 tahun dan berbuah pada umur 5 hingga 8 tahun bergantung pada

 

 

Nama Lokal : Paku Kawat Familia: Lycopodiaceae

Deskripsi: Tumbuhan dalam genus ini telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, misalnya untuk obat luka memar, keseleo, bengkak, dan keracunan organofosfat. Memiliki daun kecil dengan susunan spiral. Struktur batang dari tanaman paku pada kelas ini sepintas mirip kawat.


Tumbuhan paku pada kelas ini menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah.

52.  Polyalthia longifolia


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Glodokan tiang Familia : Annonaceae

Deskripsi : Glodokan tiang tingginya bisa mencapai 5 - 8 m. Tanaman ini berbentuk piramida mengkerucut keatas, daunnya berbentuk panjang dan bergelombang serta daun berwarna hijau glassy, batangnya tinggi dan akar tidak merusak pagar halaman karena bentuk akar dari pohon


glodokan tiang ini memanjang. Dapat hidup dan tumbuh dengan baik walaupun di bawah terik matahari langsung sepanjang hari dan perawatannya cukup mudah. Pertumbuhannya vertikal, dan dapat terus tumbuh ke arah atas dengan cabang-cabang kecil. Tanaman ini sangat baik


karena fungsinya sebagai peredam suara dan penyerap polusi yang direfresikan sebagai tanaman penghijauan untuk jalan raya. Tanaman ini juga dapat menyerap gas karbondioksida dan timbal lebih banyak.

53.  Alpinia galanga

Nama Lokal           : Lengkuas Familia : Zingiberaceae

Deskripsi : Lengkuas adalah tanaman umbi-umbian yang bisa hidup di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Lengkuas bias dimanfaatkan sebagai penyedap makanan atau ramuan tradisional. Memiliki rimpang yang besar dan

tebal, berbentuk silindris, berdaging dengan diameter sekitar 2 – 4 cm. Lengkuas merupakan terna berumur panjang dengan tinggi yang mencapai 1 hingga 2 meter.Tanaman ini biasanya tumbuh dengan rumpun yang rapat.Daun lengkuas berwarna hijau dan berupa daun tunggal yang bertangkai pendek, dengan pertulangan daun menyirip.Buah lengkuas adalah buah buni yang berbentuk bulat dan keras.

54.  Syagrus romanzoffiana


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama lokal            : Palem Putri Familiaa : Arecaceae

Deskripsi : Palem Putri sudah dikenal umum di kalangan masyarakat luas bahkan seluruh dunia. Palem Putri sering digunakan sebagai hiasan di pekarangan rumah ataupun difungsikan sebagai tanaman penyearah jalan, peneduh sekaligus untuk memperindah penampilan tanam kota.


Palem Putri adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan pantai, di tanah subur dan gersang.Bentuk Palem Putri sekilas seperti palem raja, daunnya lebih lebar dan warna lebih hijau.Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan dan juga tanaman hias daun dalam pot.

55.  Dendrobium nobile


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Anggrek Citra Familia: Orchidaceae

Deskripsi: Anggrek memiliki daun berbentuk oval atau seperti telur tebalik. Susunan dari daun tanaman anggrek ini juga berhadapan dan berseling. Akar anggrek berbentuk silindris yang berdaging lunak serta mudah untuk patah. Di bagian ujung akar ini cukup meruncing, sedikit lengket dan


licin, berdasarkan pertumbuhannya batang anggrek dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe monopodial dan sympodial.

56.  Stomanthe sanguinea

Nama Lokal : Sabuk Jingga Familia: Marantaceae

Deskripsi: Sabuk jingga memiliki daun tebal, mengkilap, lonjong dengan warna hijau di atas dan merah di bawah. Tanaman ini memiliki batang yang pendek, bunga berwarna merah-orange dan biasanya dijadikan sebagai tanaman hias.

 


57.  Casuarina equisetifolia

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Cemara udang Familia : Caesalpinaceae

Deskripsi : Cemara udang adalah tumbuhan yang memiliki daun dengan ujung lancip seperti jarum dan memiliki batang yang besar serta keras. Memiliki batang pohon yang tegak lurus ke atas dan tinggi bias mencapai 45 m. rantingnya membentuk ruas-ruas pada dahan besar sehingga tampak


seperti ribuan jarum berwarna hijau yang berjajar rapi. Karena daun yang terbentuksebenarnya adalah ranting-ranting yang membentuk ruas, maka daun pada pohon cemara gunung di sebut daun semu. Mempunyai bunga jantan dan betina sebagai alat reproduksi. Batang pohonnya dilapisi kulit kasar yang bersisik dan mempunyai dahan rimbun sebagai tempat tumbuhnya daun semu. Akarnya dapat melekat kuat pada tanah humus, tanah berbatu dan tanah berkerikil. Merupakan tanaman pelindung yang berfungsi menyerap air hujan dan menahan tanah tempatnya tumbuh sehingga tidak terjadi longsor.


58.  Thuja orientalis

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Cemara Kipas Familia : Cupressaceae

Deskripsi : Tanaman cemara kipas yaitu, mempunyai cabang daun yangmengerucut ke samping, bersisik, dan membentuk kipas. Daun tanaman cemara kipas (Thuja orientalis) yaitu, mempunyai daun majemuk, pipih, berseting, dan berwarna hijau tua. Batang merupakan bagian


tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengaitkan tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tumbuh tumbuhanTanaman cemara kipas (Thuja orientalis) mempunyai akar tunggang, dan berwarna putih kekuninganDaun dan akar cemara kipas (Thuja orientalis) mengandung saponin, di samping itu daunnya juga mengandung polifenol akar dan buahnya mengandung flavonoida, sedang akarnyajuga mengandutig tanin.

59.  Dillenia suffruticosa


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Simpur Familia: Dilleniaceae

Deskripsi: Simpur merupakan tumbuhan berbunga berhabitus pohon dengan batang tegak dan berkayu serat berwarna coklat kehijauan. Tanaman ini tumbuh dengan percabangan simpodial. Daunnya merupakan daun tunggal yang duduk tersebar pada batang dengan bentuk daun


lonjong dengan tepi daun bergerigi. Habitat asli tanaman ini di hutan sekunder, menyukai kondisi tanah aluvial seperti hutan bakau atau rawa-rawa namun tak sedikit dijumpai di perbukitan atau pegunungan. Simpur dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Simpur merupakan salah satu tanaman endemik di pulau Kalimantan.

60.  Ipomoea reptans


     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Kangkung Familia: Convolvulaceae

Deskripsi: Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dengan cabang yang banyak menyebar ke berbagai arah. Batangnya memiliki bentuk bulat dan berlubang serta banyak mengandung air. Tangkai daunnya terletak pada bagian buku-buku batangnya. Secara umum bunganya


berbentuk menyerupai bentuk terompet. Tanaman kangkung memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

61.  Mangifera indica


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Mangga Familia        : Anacardiaceae

Deskripsi : Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi antara 10 hingga 40 m. Buah yang matang umum dimakan dalam


keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di berbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging. Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan pada masa paceklik.

62.  Dicranopteris pedata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Paku Adam Familia: Glecheniaceae

Deskripsi: Paku Adam merupakan jenis paku yang paku yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan. Tumbuhan ini dikenal karena peletakan daunnya yang menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua. Paku andam dikenal sebagai


tumbuhan invasif di beberapa tempat karena mendominasi permukaan tanah menyebabkan tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya. Habitatnya di tebing teduh dan lembab mulai pada ketinggian 200-500 mdpl.


63.  Cocos nucifera

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Kelapa Familia : Arecaceae

Deskripsi : Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh yang menyebar berkayu. Daunnya merupakan daun tunggal


dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.

64.  Zephyranthes rosea


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Lili Hujan Merah Jambu Familia: Amaryllidaceae

Deskripsi: Tanaman ini berasal dari anggota tropis Amerika selatan dan Amerika utara. Bunganya berbentuk terompet, memiliki biasanya enam lembar daun bunga dan menyerupai bunga krokus. Bunganya muncul biasanya sesudah musim hujan datang atau hujan deras, ini karenanya bunga ini


memperoleh julukan lili hujan. Warna bunga yang sering ditemukan adalah merah jambu, kuning dan putih. Daun tanaman ini bentuknya panjang seperti pita, berwarna hijau tua dan mengkilap. Tanaman ini sering dijadikan penghias jalan.

65.  Catharanthus roseus


     Sumber : Foto Survei. 2023   

 

jenis bunga tunggal.


Nama Lokal : Tapak Dara Familia: Apocynaceae

Deskripsi: Tapak dara merupakan tumbuhan semak tahunan, memiliki batang berkayu, bulat, bercabang, beruas-ruas dan berwarna hijau. Akar berupa akar tunggang dan berwarna putih. Daun tapak dara tergolong daun tunggal dengan letaknya silang berhadapan. Bunga tapak dara merupakan


66.  Euphorbia milii

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Mahkota Duri Familia: Euphorbiaceae

Deskripsi: Tanaman ini termasuk golongan kaktus. Bunganya dapat tumbuh subur di daerah yang panas dan kering. Bunga ini biasanya digunakan sebagai border taman. Memiliki tinggi standar 150 cm, dengan bunga yang menggerombol hingga hampir menutup batangnya yang


berduri. Tanaman ini sangat adaptif, bahkan di dataran tinggi sekalipun bunga ini dapat tumbuh dengan baik. Pada daerah dataran rendah pertumbuhannya akan lebih cepat. Dengan kondisi udara yang hangat serta sinar matahari yang cukup, akan membuat tanaman ini berbunga dengan cepat.

67.  Alamanda chatartica


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Alamanda Familia         : Apocynaceae

Deskripsi   :     Alamanda     merupakan     tumbuhan     perdu memanjat, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai

3 8 m, berakar tunggang. Daun tunggal, berkarang, berbilangan 3 – 4, tersusun berhadapan, bertangkai pendek warna hijau, bentuk jorong/bulat telur terbalik bentuk lanset.


Bunga majemuk, berbentuk tandan (racemus) lepas di ujung, muncul di ketiak daun dan ujung batang, berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet berwarna kuning. Secara umum, tanaman ornamental ini mudah tumbuh dengan intensitas cahaya matahari yang cukup. Jika tanaman ini ternaungi, maka kemampuan berbunga cenderung berkurang. Iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman ini adalah tropis, memiliki manfaat sebagai tanaman hias.

68.  Ixora coccinea


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Bunga Soka Familia: Rubiaceace

Deskripsi: Bunga soka merupakan tanaman perdu dengan batang tegak. Tanaman ini mudah di temukan di sekitar pekarangan, karena sifatnya yang mudah tumbuh dimana saja. Akar dari tanaman ini adalah akar tunggang, dapat menyebar ke semua arah dengan kedalaman 30 cm sampai


40 cm, akarnya berwarna putih. Batang dari tanaman ini batang tegak, perdu, berbentuk bulat


(teres), sedikit bercabang, permukaannya kasar, dan memiliki bekas perlekatan daun. Helaian daun berbentuk lonjong bulat telur, daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, ujungnya tumpul, bertepi rata, berwarna hijau tua dan daun penumpu tidak rontok.

69.  Ixora finlaysoniana


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Bunga Soka Putih Familia: Rubiaceae

Deskripsi: Bunga soka putih merupakan tanaman berhabitus perdu, termasuk tumbuhan berkayu, batangnya berwarna coklat agak kehijauan. Daunnya termasuk daun tunggal. Bunga soka ini berwarna putih cerah. Pada bagian mahkotanya terdapat seperti ruang kecil dimana terdapat


cairan manis seperti madu. Spesies ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghias rumah.

70.  Centella asiatica


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Pegagan Familia: Mackinlayaceae

Deskripsi: Centella asiatica merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih)


dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpai di daerah pesawahan dan di sela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak ternaungi.

71.  Vitex pinnata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Laban Familia: Lamiaceae

Deskripsi: Kulit kayu laban pecah-pecah, bersisik, pucat abu-abu kekuningan sampai coklat; kulit kayu bagian dalam kuning pucat menjadi hijau saat terpapar; gubal lunak berwarna kuning sampai coklat. Daun 3- atau 5- foliolate. Anak daun hampir sesil, dua bagian luar biasanya


jauh lebih kecil dari yang lain, bulat telur atau elips, panjang 3–25 cm, lebar 1,5–10 cm; alas membulat hingga agak berbentuk baji; puncak tajam; margin seluruh; vena sekunder 10-20 pasang; Perbungaan malai terminal; Bunga berwarna biru keputihan. Buah dengan diameter 5–


8 mm; pematangan hitam. Laban tersebar di Indo-Malaysia mencakup Kalimantan; Sabah, Sarawak dan semua provinsi di Kalimantan. Indonesia, Utara ke India, Sri Lanka dan Kamboja. Di Filipina spesies ini hanya diketahui dari pulau Palawan, Culion dan Tawi-tawi.

72.  Averrhoa carambola


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Belimbing Manis Familia : Oxalidaceae

Deskripsi : Belimbing manis merupakan jenis buah tropis yang saat ini banyak dibudidayakan di Florida, Hawai, South America, Australia, dan hampir di seluruh bagian negara di asia tenggara, dan dudah sejak beberapa ratus tahun yang lalu dibudidayakan di Indonesia, Srilanka, dan Malaysia. Pohon


belimbing memiliki daun majemuk yang panjangnya dapat mencapai 50cm, bunga berwarna merah muda yang umunya muncul di ujung dahan. Pohon ini bercabang banyak dan dapat tumbuh hingga mencapai 5m. Tidak seperti tanaman tropis lainnya, pohon belimbing tidak memerlukan banyak sinar matahari.

73.  Pennisetum purpureum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Rumput Gajah Mini Familia : Poaceae

Deskripsi : Ukurannya yang lebih kecil dari rumput gajah, membuatnya juga sering di sebut rumput gajah kerdil. Rumput ini dapat tumbuh pada berbagai macam tanah, sampai liat alkalis, dan sangat responsif terhadap pemupukan. Rumput gajah mini dibudidayakan dengan


potongan batang (stek) atau sobekan rumpun (pols) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata). Waktu yang terbaik untuk memotong tanaman yang akan dibuat silase adalah pada fase vegetatif, sebelum pembentukan bunga. Fase pertumbuhan tanaman pada waktu pembuatan silase besar pengaruhnya terhadap kecernaan dan komposisi kimia silase. Bermanfaat untuk mencegah serangga hama untuk berkembang biak di daerah yang ditumbuhinya.


74.  Dendrobium crumenatum

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Anggrek Merpati Familia : Orchidaceae

Deskripsi : Anggrek merpati mempunyai bunga dengan sepal dan petal berwarna putih dengan bentuk lidah (labellum) bervariasi dan memiliki warna putih dengan sedikit kekuningan. Bunganya harum semerbak, terutama di pagi hari dan biasanya hanya bertahan sehari. Mekarnya bunga


sering kali secara bersamaan dan dipengaruhi oleh perbedaan suhu yang ekstrem (misalnya: hujan deras pada musim kemarau).

75.  Calanthe sp.


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Anggrek Hitam Familia : Orchidaceae

Deskripsi :Anggrek hitam Kalimantan memiliki warna yang tidaklah hitam secara keseluruhan, kelopak bunganya berwarna hijau pupus dan labelum (lidah bunga) yang berwarna hitam sungguh menampilkan sosok bunga anggrek yang eksotis. Pesona anggrek hitam tersebut ditambah


dengan diameter bunga yang cukup lebar hingga 10 cm. Bunga tersebut sangat jelas terlihat digerombolan rumpun karena tangkainya tumbuh tegak. Tangkai tersebut terdapat beberapa kuntum bunga sehingga terlihat serempak. Anggrek hitam adalah tanaman epifit sekaligus terestrial. Epifit artinya tumbuh pada tanaman lain tapi tidak parasit. Terestrial artinya hidup di tanah. Jadi anggrek hitam dapat hidup pada pohon atau media serupa dan di tanah.

76.  Chromolaena odorata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Kirinyu Familia : Asteraceae

Deskripsi :Tumbuhan ini berakar tunggang. Batangnya berwarna kekuning-kuningan dan dapat tumbuh hingga 1 meter dan batang seminya bisa mencapai 7 meter. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tanah yang kering hingga cukup air. Tumbuhan ini dapat ditemukan di Indonesia. Kirinyu


mengandung senyawa aktif fenolik, flavonoid, saponin, terpenoid, tanin dan steroid. Daun tumbuhan ini oleh masyarakat lokal digunakan untuk mengobati luka luar dengan cara dilumatkan, kemudian air hasil lumatan di tempelkan ke bagian yang terluka. Ekstrak akar dan


daunnya juga dapat digunakan untuk mengobati sakit maag atau muntah darah. Karena khasiatnya, daun kirinyuh diperjualbelikan secara bebas. Tumbuhan ini juga digunakan sebagai pestisida nabati untuk pengendalian hama, seperti pada pencucuk buah kakao, rayap, kecoa dan bekicot, bahkan dalam penelitian yang lain, diketahui jika tumbuhan inidapat menjadi racun bagi beberapa spesies nyamuk.

77.  Nephelium lappaceum


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Rambutan Familia : Sapindaceae

Deksripsi : Tanaman yang berbentuk pohon ini sangat digemari karena buahnya yang menyegarkan dan mempunyai rasa yang manis. Tanaman ini merupakan tanaman buah tropis, hidup di dataran rendah dengan suhu 25oC. Tanaman rambutan umumnya mempunyai tinggi kira-kira 25 meter


dan memiliki percabangan yang banyak.

78.  Dimocarpus longan


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Lengkeng Familia : Sapindaceae

Deskripsi : Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m. Berdaun majemuk, dengan 2-4 (-6) pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1–20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang


lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5–20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu- bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun. Buah bulat, coklat kekuningan,hampir gundul; licin, berbutirbutir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya. Daging buah (arilus) tipis berwarna agak bening pembungkus biji berwarna coklat kehitaman, mengkilat.

79.  Eclipta prostrata

Nama Lokal : Urang-aring Familia : Asteraceae

Deskripsi : Urang-aring merupakan sejenis tumbuhan, biasanya ditemukan liar sebagau gulma, anggota suku Asteraceae. Terna ini terkenal oleh kegunaannya sebagai


penyubur rambut. Di samping itu, urang-aring juga memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat. Terna semusim, dengan batang tegak atau berbaring, kerap bercabang-cabang, hingga 0,8 m. Batang bulat pejal, sering keunguan, dengan rambut putih. Daun berhadapan, duduk, lanset memanjang hingga bundar telur memanjang, 2–12,5 × 0,5–3,5 cm, dengan pangkal menyempit dan ujung runcing, tepi daun bergerigi atau hampir rata, kedua permukaannya berambut.

80.  Coleus scutellarioides


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Iler atau Miyana Familia : Lamiaceae

Deskripsi : Tanaman Iler adalah tanaman yang bagian batangnya lunak dan cabangnya berbentuk monopodial. Bentuk daunnya adalah daun tunggal seperti bulat telur. Bagian ujung daun meruncing kemudian tepiannya rata, sedangkan bagian pangkal bentuknya tumpul. Daunnya ini


berwarna hijau hanya saja saat matang akan menjadi warna cokelat. Bentuk tulang Iler menyirip yang panjangnya 7-11 cm, lebar 5-7 cm, dan panjang tangkai ± 3 cm. Tanaman ini daunnya berwarna ungu dan mahkota bunga berwarna ungu keputih-putihan dengan bentuk bibir. Bagian kelopak berwarna hijau muda dengan bentuk corong. Ada dua benar sari dengan warna putih dan putihnya berwarna ungu yang berukuran kecil. Tanaman Iler termasuk akar tunggang dengan warna kuning keputihan. Tanaman ini memiliki khasiat untuk berbagai pengobatan seperti penyakit wasir, demam nifas, bisul, radang telinga, dan bisa untuk pengobatan haid.

81.  Durio zibethinus


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Durian Familia : Malvaceae

Deskripsi : Daun pohon durian terbagi menjadi dua, pada bagian atas berwarna hijau dan tampak mengkilap, sedangkan bagian bawahnya memiliki warna kuning keemasan atau cokelat. Bentuk daun membulat atau tumpul di bagian pangkalnya dengan pertumbuhan daun tunggal dan


terletak berselang-seling. Bunga pohon durian tumbuh secara berkelompok pada batang atau cabang yang sudah tua. Jumlah bunga pada setiap kelompok sekitar 3 sampai 10 kuntum dengan bentuk malai rata atau tukal yang memiliki kuncup. Panjang kelopak bunganya sekitar 3 cm dan berbentuk tabung. Adapula tambahan daun kelopak berbentuk bulat telur sekitar 2 sampai 3 helai. Pohon durian tersebar di berbagai wilayah nusantara, paling banyak dijumpai


di Pulau Kalimantan. Tanaman ini juga tersebar ke wilayah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan bergerak menuju negara-negara di bagian barat seperti Malaysia, Thailand, India, Birma, dan Pakistan.

82.  Philodendron burle-marxii


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Philo Brekele Familia : Araceae

Deskripsi : Daun tanaman ini berbentuk oblong, memanjang dan ada lekukan di bagian pangkal daun. Menyerupai bentuk jantung namun dengan proporsi yang memanjang. Tulang daunnya menyirip dan panjang daun berukuran 10 hingga 15 cm. Bentuk daun dan karakternya yang mengilat membuat


daun ini sekilas mirip dengan daun talas. Jenis tanaman ini tumbuh menggerombol dan bisa merambat. Biasanya tanaman ini digunakan sebagai salah satu bagian dari vertical garden karena sifat merambat tersebut. Philodendron jenis ini juga banyak dipilih sebagai tanaman indoor.

83.  Tabebuia aurea


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Tabebuia Kuning Nama Famili: Bignoneaceae.

Tanaman Tabebuia aurea berasal dari Suriname, Brasil, Bolivia timur, Peru, Paraguay, dan Argentina utara. Tinggi tanaman mencapai 8 m. Daunnya bertipe majemuk berjumlah 5-7 lembar. Berwarna hijau dengan sisik keperakan di bagian atas dan bawah permukaan. Bunga Tabebuia aurea berwarna


kuning cerah. Kini tabebuia sering digunakan sebagai tanaman penghias jalan.


V.1.2   Mangrove

1.  Avicennia marina

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


 

 

Nama Lokal           : Api-api putih Famila     : Acanthaceae

Deskripsi : Terletak pada zona paling luar atau terdekat dengan laut, keadaan tanah berlumpur, agak lembek, dangkal, dengan kadar garam agak tinggi. Berupa Pohon kecil atau besar, tinggi hingga 30 m, dengan tajuk yang agak renggang. Avicenia kayunya dapat dipakai untuk bangunan


rumah (pilar, atap dll.), selain itu juga digunakan untuk membuat mebel, perahu. Kayunya juga digunakan untuk membuat kayu bakar, dan juga pulp. Kayunya yang keras sangat tahan terhadap serangan rayap. Pohon Avicennia marina mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang tinggi. Pohon ini memiliki system penanggulangan materi toksik dengan cara melamahkan efek racun melalui pengenceran (dilusi) yaitu dengan menyimpan banyak air untuk mengencerkan konsentrasi logam berat dalam jaringan tubuhnya sehingga mengurangi toksisitas logam tersebut.

2.Rhizopora apiculata


 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal           : Bakau Minyak Familia : Rhizophoraceae

Deskripsi : Bakau minyak juga disebut dengan nama bakau tandok, bakau akik, bakau kacang dan lain-lain. Tandanya, dengan warna kemerahan pada tangkai daun dan sisi bawah daun.Bunga biasanya berkelompok dua-dua, dengan daun mahkota gundul dan kekuningan. Buah kecil, coklat,


panjangnya 2 – 3,5 cm. Hipokotil dengan warna kemerahan atau jingga, dan merah pada leher kotiledon bila sudah matang. Panjang hipokotil sekitar 18 38 cm.Menyukai tanah berlumpur halus dan dalam, yang tergenang jika pasang serta terkena pengaruh masukan air tawar yang tetap dan kuat. Menyebar mulai dari Sri Lanka, Semenanjung Malaya, seluruh Indonesia, sampai ke Australia tropis dan pulau-pulau di Pasifik.


3.  Acrostichum speciosum

 

     Sumber : Foto Survei. 2023   


Nama Lokal : Paku Laut Familia : Pteridaceae

Deskripsi : Tumbuhan ukuran sekitar 1,2 – 1,8m. Daun biasanya melengkung sekitar pinggiran tanaman, tetapi cenderung lebih tegak pusat. Tebal daun kasar merupakan senyawa dan besar dengan ukuran di atas 1 m. Ada 24-30 pasang daun alternatif yang tidak tumpang tindih, bulat di


ujung dan ukuran sekitar 10-34cm. Daun berwarna hijau mengkilap dan biasanya gelap di atas, tetapi lebih pucat dibagian bawah daun. Sporanya berwarna merah bata dengan spora berukuran diameter 37-72 cm. Tunas dan daun muda tumbuhan ini dapat digunakan untuk bahan makanan baik dimakan langsung, disayur, ditumis atau dikukus.

 

 

V.2   Serangga

V.2.1.   Identifikasi Spesies

 

Secara umum tubuh Insecta berbentuk tabung dan simetri bilateral. Tubuh Insecta


 

 

 

 

 

kitin. (Borror, dkk, 1996).

 

Serangga merupakan kelompok hewan yang paling melimpah dibandingkan dengan kelas lainnya walupun siklus dan umur hidupnya terbilang rendah. Hal ini terkait dengan kemampuan adaptasi serangga yang tinggi. Serangga telah hidup di bumi kira-kira 350 juta tahun. Kebanyakan serangga memiliki ukuran tubuh yang kecil, sehingga kurang mencolok dan memungkinkan mereka hidup ditempat-tempat yang tidak dapat ditempati oleh hewan lain, sayap yang dimiliki memungkinkan mereka dapat menyebar dengan luas serta menghindari


predator, selain itu serangga melakukan metamorphosis, sehingga masing-masing fase hidupnya dapat tinggal pada relung yang berbeda.

Aktivitas serangga tinggi dan rendah pada suhu-suhu tertentu. Sehingga terdapat zona-


 

 

 

 

 

 

optimum sekitar 25℃.

 

Insecta merupakan kelas dengan jumlah spesies terbanyak dengan mencakup beberapa

Text Box: ordo. Dari pengambilan data serangga yang dilakukan, ada 7 Ordo yang ditemukan dengan


 

menggunakan metode jelajah, diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

DIPTERA

 

Diptera berasal dari kata “di” artinya dua dan “pteron” berarti sayap. Diptera artinya serangga yang hanya mempunyai sepasang sayap depan sebab sepasang sayap belakangnya telah berubah bentuk menjadi bulatan yang disebut dengan halter. Sayap ini berfungsi sebagai alat keseimbangan pada saat terbang, alat untuk mengetahui arah, dan juga alat pendengaran. Larva diptera tidak mempunyai kaki, dan hidupnya di tempat-tempat yang lembap atau basah. Perkembangan hidup Diptera mengalami metamorphosis sempurna atau holometabola yaitu telur - larva - pupa - imago. Tipe alat mulut larva bersifat menggigit-mengunyah, sedang imagonya memiliki alat mulut menusuk-mengisap atau menjilat-mengisap.


1.  Lalat Kaki Panjang

 

DSC_2734


 

Nama ilmiah    : Condylostylus mundus Nama asing           : Asian Long-Legged Fly Famili : Dolichopodidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi          :    Lalat    ini    biasanya    terlihat melesat dari daun ke daun pada tanaman, predator serangga tanaman yang lebih kecil seperti tungau dan kutu daun. Mereka memiliki warna


metalik mengkilap yang mencolok dan cerah, dengan kaki panjang yang tampak seperti nyamuk. Lalat ini berwarna merah atau hijau metalik dan memiliki bercak-bercak gelap di sayapnya. Jantan memiliki jumbai rambut di kaki mereka yang biasanya terlihat paling baik selama tarian kawin. Larvanya dapat memakan larva serangga lain atau bahan tanaman yang membusuk. Lalat dewasa berukuran 2-6 mm dengan betina berukuran lebih besar dari jantan. Merupakan musuh alami yang berperan sebagai predator dengan memangsa wereng batang dan wereng daun padi. Habitat yang disukai adalah daerah yang sedikit teduh di dekat rawa, sungai, padang rumput dan hutan.

2.  Lalat Pembunuh

 

DSC_2859Nama ilmiah         : Machimus sadyates Nama asing        : Kite-tailed Robberfly Famili   : Asilidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi              : Lalat pembunuh memiliki ujung belakang runcing dan dada lebar, bagian belakang memanjang dan meruncing melampaui sayap. Di bawah

dagunya ada rambut panjang seperti janggut. Kaki yang kuat berwarna hitam dengan beberapa


warna merah. Ukurannya dapat mencapai 20 mm. Sering ditemukan di tepi hutan, padang rumput, semak dan area terbuka bahkan pada perkotaan. Mencari mangsa dari semak dan pohon, lalat ini menghisap cairan mangsanya seperti ngengat, kumbang, tawon, larva serangga lain, laba-laba dan lebah.

3.  Lalat Hijau Metalik

 

DSC_2643Nama ilmiah          : Lucilia cuprina Nama asing           : Green bottle flies Famili    : Calliphoridae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi               :    Lalat    ini                                 merupakan salah satu jenis lalat yang dapat menularkan penyakit. Lalat ini dapat ditemukan pada daging dan bangkai hewan, dan                penyebab

myiasis pada manusia dan hewan herbivora domestic, lalat ini juga berperan sebagai penyerbuk tanaman, walau belum diketahui apakah lalat ini mengkonsumsi nectar atau tidak. Mempunyai mata majemuk berwarna merah. Panjang tubuh berkisar antara 7,8 - 9,5 mm, warna tubuh hijau metalik, thorax dan abdomen bewarna hijau metalik. Panjang venasi sayap berkisar antara 5,5

- 6,5 mm. Lucilia betina akan meletakkan banyak telur pada bangkai hewan, luka atau pun infeksi, dan akan menetas 3 – 10 hari kemudian tergantung dari temperatur dan kualitas makanan. Larva dari lalat ini memiliki peran penting bagi manusia, seperti di bidang forensik, perkembangan larva digunakan untuk menghitung waktu kematian mayat, dan pada bidang medis, larva Lucilia digunakan untuk penangan luka atau infeksi.


4.  Lalat buah

 

DSC_3171Nama ilmiah: Drosophila melanogaster

 

Nama asing : Lesser fruit fly

 

Famili           : Drosophilidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi  Berwarna   kuning-cokelat, dengan mata merah bata dan cincin hitam melintang di perut. Betina memiliki panjang sekitar 2,5 mm, jantan sedikit lebih kecil dengan

punggung lebih gelap. Jantan mudah dibedakan dari betina berdasarkan perbedaan warna, dengan bercak hitam yang jelas di perut dan sisir kelamin. Makanan utamanya berupa buah dengan modifikasi mulut penjilat dan penghisap, paling mudah dijumpai pada buah yang busuk. Lalat ini banyak digunakan dalam penelitian karena siklus hidupnya yang cepat, genetika yang relatif sederhana dengan hanya empat pasang kromosom, dan keturunan yang banyak per generasi. Merupakan hama umum di rumah, restoran, dan tempat lain di mana makanan disajikan. Lalat ini memiliki habitat yang luas yaitu dapat ditemukan disemua benua.

5.  Lalat buah

 

DSC_2838Nama ilmiah : Eupeodes volucris Nama asing : Bird hover fly Famili         : Syrphidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh berwarna hitam dengan cincin kuning pada bagian perut dan garis kuning pada pangkal sayap, memiliki mata majemuk yang hitam serta dada berwarna

hitam. Makanannya berupa serbuk sari dan sari buah. Lalat ini hidup di daerah kebun, ngarai dan rawa. Ditemukan di daratan Asia dan Amerika.


6.  Lalat Rumah

 

DSC_2688Nama ilmiah : Musca domestica

 

Nama asing : House fly

 

Famili            : Muscidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Lalat rumah adalah serangga dengan distribusi terluas di dunia, lalat ini umumnya terkait dengan manusia dan telah mengikutinya ke seluruh dunia sebagai spesies

yang memiliki hubungan komensalisme. Lalat rumah terdapat di semua daerah yang dihuni di Eropa, Asia, Afrika, Australasia, dan Amerika. Spesies ini adalah spesies lalat yang paling umum ditemukan di rumah. Lalat dewasa berwarna abu-abu sampai hitam, dengan empat garis gelap memanjang di toraks, badan yang sedikit berambut, dan sepasang sayap berupa membran. Lalat rumah memiliki mata berwarna merah yang terpisah lebih jauh pada betina karena ukurannya sedikit lebih besar. Sepasang mata majemuk besar hampir bersentuhan pada jantan, tetapi lebih terpisah pada betina. Lalat rumah memiliki tiga mata sederhana (oselus) dan sepasang antena pendek. Lalat memproses informasi visual sekitar tujuh kali lebih cepat daripada manusia, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan menghindari upaya untuk menangkap atau memukulnya, karena lalat secara efektif melihat gerakan manusia dalam gerakan lambat dengan laju yang lebih tinggi. Kehadirannya mengganggu kebersihan, ketenangan dan kesehatan manusia.

Lalat ini menimbulkan banyak kerugian pada manusia dan hewan karena lalat ini berpotensi tinggi dalam menyebarkan berbagai agen penyakit, yaitu protozoa, cacing, virus, bakteri dan jamur akibat kebiasaannya hinggap dan menghisap cairan pada tempat kotor. Berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh lalat sebagai vektor mekanik yaitu disentri, kholera, typhoid, kecacingan, gatal pada kulit dan diare.


7.  Lalat rumput

 

DSC_2820Nama ilmiah : Neotephritis finalis

 

Nama asing     : Grass fly

 

Famili              : Tephritidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh berwarna abu-abu dengan sayap hitam berbintik bening, pada dada terdapat rambut, memiliki mata faset berwarna hijau. Kebanyakan anggota spesies ini bertelur dalam

jaringan tumbuhan, tempat larva menemukan makanan pertamanya setelah lahir. Lalat dewasa biasanya berumur sangat pendek. Beberapa hidup selama kurang dari seminggu. Habitat berupa padang rumpu dan banyak ditemukan dida erah Eropa dan sebagian dinegara-negara Asia.

9.  Lalat Rawa

 

Nama ilmiah : Sepodon sphegea Nama asing    : Marsh flies Famili     : Sciomyzidae

Deskripsi : Panjang tubuh dewa 8-11 mm. Tubuh spesies ini sebagian besar berwarna coklat atau kehitaman, tetapi bagian paha

berwarna merah jingga mencolok dan tarsae berwarna hitam. Tulang paha belakang memiliki deretan bulu yang menonjol. Larva memakan siput air dan sebagai oportunis pada invertebrata lainnya. Habitat spesies ini antara lain, tepi kolam dan padang rumput yang lembab. Lalat dewasa dapat ditemukan sepanjang tahun tetapi periode penerbangan utama adalah dari Maret hingga Oktober. Lalat ini ditemukan di semua alam biogeografis tetapi kurang di alam wilayah Australasia dan Oseania.


10.  Lalat kuning

 

DSC_2681


 

Nama Ilmiah :Sphaerophoria contigua Nama Asing           : Tufted Globetail Familia                        : Syrphidae

Deskripsi : Sphaerophoria contigua adalah species lalat Syrphid yang tergolong Familia Syrphidae. Sphaerophoria contigua dapat


ditemukan diseluruh Amerika Utara. Meskipun species ini biasanya berasosiasi dengan padang rumput kering, mereka juga dapat ditemukan di sekitar jalur hutan atau rawa-rawa.

ORTHOPTERA

 

Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani ortho artinya lurus dan ptera artinya bersayap. Orthoptera adalah suatu ordo serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Jenis serangga yang ditemukan di seluruh belahan bumi kecuali Antartika. Habitat serangga ini adalah padang rumput dan hutan, di mana sumber makan mereka adalah rumput dan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator serangga lain. Ordo ini meliputi berbagai jenis belalang dan jengkerik. Banyak serangga dalam ordo ini mengeluarkan bunyi dengan menggesekkan sayapnya satu sama lain atau dengan kaki belakang. Semua organisme ini menggunakan getaran atau vibrasi untuk melacak individu lain. Orthoptera umumnya mempunyai badan berbentuk silinder, dengan kaki belakang yang lebih panjang untuk meloncat. Mempunyai bagian mulut mandibulate untuk menggigit dan mengunyah. Umumnya memiliki dua pasang sayap. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena- vena menebal dan mengeras yang disebut tegmina. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.


1.  Belalang kepala panjang

 

DSC_3185

 

Text Box: Sumber: Foto Survei, 2023


 

Nama ilmiah          : Acrida cinrea

 

Nama asing           : Long head Grasshoper

 

Famili                    : Pyrgomorphidae

 

Deskripsi               : Panjang tubuh janan 40- 50 mm sedangkan betina 70-80 mm, tubuh berwarna hijau atau coklat dengan sayap tidak berwarna. Tersebar diwilayah Afrika,


Asia, dan Australia dengan habitat berupa padang rumput atau pada pepohonan hijau, dan hidup sebagai hama bagi beberapa tanaman pertanian seperti tembakau, jagung, padi, dan berbagai macam sayuran. Secara historis juga telah digunakan sebagai sumber makanan manusia dan pakan ternak.

2.  Belalang rumpur

 

Nama ilmiah            : Aiolopus thalassinus

 

Nama asing              : Grasshoper

 

Famili                      : Acrididae

 

Deskripsi                 : Pewarnaan belalang ini umumnya coklat hingga coklat tua dengan motif hijau dan hitam ditubuhnya namun pada

betina lebih sering berwarna hijau terlebih pada daerah dengan suhu rendah. Belalang betina berukuran 21-29 mm dan jantan 15-19 mm. Makanannya berupa rerumputan dan kadang juga lumut. Mudah ditemukan pada bulan juni hingga oktober. Hidup bebas didaerah padang rumput wilayah Asia, Afrika, Australia serta sebagian wilayah Eropa.


3.  Belalang tombak

 

DSC_3005Nama ilmiah : Conocephalus maculatus

 

Nama asing    : Straight-lanced meadow katydid

 

Famili             : Tettigoniidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh berwarna hijau dengan sayap coklat, memiliki oposit panjang pada ujung abdomen. Umumnya berukuran 13 hingga 30 mm. memiliki tegmina sayap depan

pendek. Bentuk sayap pendek 13–22 mm, sedangkan bentuk sayap panjang 21–30 mm. Habitatnya berupa padang rumput dan biasanya hidup berkumpul. Belalang ini merupakan hama bagi anaman pertanian seperti jagung dan millet. Belalang ini banyak ditemukan di daerah Amerika serikat.

4.  Belalaang semut

 

DSC_2955Nama Ilmiah            : Odontomantis planiceps Nama Asing          : Asian Ant Mantis Famili          : Hymenopodidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Odontomantis planiceps adalah species Belalang Semut dari Famili Hymenopodidae yang umum ditemukan di Asia. Belalang ini mudah beradaptasi dan

bahkan berkembang biak ditama kota dan menghuni tanaman hias. Species ini menyerupai semut hitam. Sebagian besar berwarna hijau, beberapa memiliki variasi warna tergantung di mana dia tinggal.


5.  Belalang Jepang

 

DSC_3089Nama ilmiah : Oxya japonica Nama asing    : Rice Grasshopper Famili    : Acrididae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Belalang ini umum berwarna hijau kecoklatan, garis hitam mulai dari masing- masing mata sepanjang tepi dada sampai ke ujung sayap, kaki belakang yang besar untuk

melompat dengan 9 duri eksternal termasuk tulang belakang apikal dan 10 duri internal pada tibia belakang. Belalang jantan dewasa berukuran antara 20,1 hingga 27,9 mm dengan rataan 24,43 mm, sedangkan betina berukuran antara 23,8 hingga 33,6 mm dengan rataan 30,18 mm Habitatnya berupa padang rumput, semai hingga pepohonan dan bersifat polifag karena dapat memakan berbagai jenis tanaman yang berbeda. Belalang ini merupakan hama pada tanaman padi. Kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh serangan belalang ini pada tanaman padi, yaitu berupa lubang gigitan yang kecil dan menyebar pada helai daun bagian pucuk, tengah, dan pangkal daun. Serangan berat dapat menyebabkan seluruh tepi daun hingga tulang daun habis. Belalang ini mempunyai daerah meliputi Cina, India, Asia Tenggara, Jepang dan Australia.

6.  Jangkrik semak sabit

 

DSC_3159Nama ilmiah : Phaneroptera nana

 

Nama asing     : Southern sickle bush-cricket

 

Famili             : Tettigoniidae

 

Deskripsi        : Panjang tubuh jantan dewasa 13–

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

15 mm, sedangkan betina dapat mencapai panjang 15–18 mm. Pada kedua jenis kelamin, warna dasar tubuhnya adalah hijau muda, dengan


banyak bintik hitam kecil. Mata berwarna oranye terang. Serangga ini diketahui menyebabkan kerusakan pada beberapa buah, tercatat serangga ini suka memakan buah pir yang belum matang. Habitatnya berupa padang rumput, semak dan pepohonan. Jangkrik semak ini berasal dari daratan Eropa, Timur Dekat dan Afrika Utara.

7.  Belalang Coklat

 

DSC_2875Nama ilmiah : Phlaeoba fumosa

 

Nama asing    : Short-horned Grasshopper

 

Famili             : Acrididae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Memiliki sepasang antena yang pendek, kepala dan dada berwarna coklat pudar dengan garis hitam dari mata hingga ujung sayap, sayap berwarna coklat sedikit

kekuningan, dan abdomen berwarna kuning pudar. Panjang tubuhnya berkisar 1,5 – 1,7 cm. dengan tipe mulut pengunyah dapat dipastikan bahwa serangga ini adalah serangga pemakan padatan berupa daun atau tumbuhan. Biasa dijumpai di padang rumput dan kayu-kayu kering. Sebagai organisme herbivora, serangga ini juga sering menjadi ancaman sebagai serangga hama tanaman pertanian.

8.  Belalang Coklat

 

DSC_2812Nama ilmiah : Phlaeoba infumata

 

Nama asing    : Short-horned Grasshopper

 

Famili             : Acrididae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Belalang ini memiliki tubuh berwarna coklat dengan garis-garis putih kekuningan dibagian sayapnya, Panjang tubuhnya berkisar 1,5 sampai 1,7 cm. dengan


tipe mulut pengunyah. Memakan dedaunan khususnya rumput dan kadang juga biji-bijian. Belalang ini dapat hidup hingga satu tahun dari larva hingga dewasa. Habitatnya berupa padang rumput dan terdistribusi di wilayah tropis dan subtropics seperti Indonesia dan Malaisya.

9.  Belalang Kaki belang

 

DSC_2981Nama ilmiah : Xenocatantops humilis Nama asing    : Rufous-legged grasshopper Famili      : Acrididae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Ciri khas dari belalang ini yaitu pada kaki belakang berwarna kuning atau coklat dengan garis-gasris hitam, umumnya bagian dada hingga kepala berwarna hijau kecoklatan

dengan abdomen berwarna coklat. Belalang dewasa dapar tumbuh hingga panjang 2 cm. Belalang ini dapat hidup hingga satu tahun. Habitatnya berupa padang rumput dan tersebar diwilayah India, Indo-Cina, dan Malaisya.

 

 

ODONATA

 

Odonata dalam bahasa Yunani artinya rahang bergigi dimana pada ujung labium (bibir bawah) terdapat tonjolan-tonjolan tajam atau spina yang menyerupai gigi. Odonata adalah ordo dari serangga karnivora, meliputi capung dan capung jarum. Merupakan serangga terbang pertama yang ada di dunia. Muncul sejak jaman karbon dan masih bertahan hingga sekarang. Odonata adalah kelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar dan seringkali berwarna menarik. Tubuh odonata terdiri dari kepala (cephal), dada (toraks), perut (abdomen) yang langsing dan panjang, dan memiliki enam tungkai. Serangga ini menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang. Melakukan metamorphosis sempurna. Kepekaan nimfa Odonata


terhadap perubahan lingkungan membuat mereka menjadi bagian dari bioindikator yang paling terlihat jelas dari kesehatan lingkungan khususnya kualitas air.

1.  Capung Jarum Centil

 

DSC_2728Nama ilmiah: Agriocnemis femina

 

Nama asing              : Pinhead wisp

 

Famili                       : Coenagrionidae

 

Sumber : Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                  : Capung jarum centil biasanya ditemukan didaerah perairan yang bersih. Ukuran tubuh dewasa berkisar 1,6-1,8 cm. bentuknya kecil dan memiliki warna yang

cantik. Jantan didominasi warna hitam dan hijau dengan dewasa terlihat berwarna putih akibat pruinescance, sedangkan betina bewarna merah cerah dengan ekor gelap. Makanan capung adalah invertebrata kecil seperti nyamuk. Larvanya banyak menjadi predator didalam air hingga menjadi parasite bagi tanaman seperti eceng gondok. Aktif pada pagi hari hingga siang hari dengan hinggap di dedaunan dan ranting yang ternaungi pohon, jarang terbang dan banyak bertengger untuk mengintai mangsa. menyambar mangsa dengan cepat dan bertengger lagi di tanaman air atau rerumputan yang dekat dengan permukaan air. Capung ini banyak ditemui di Asia Tenggara, India, dan pulau Pasifik

2.  Capung jarum rawa

 

Nama ilmiah : Ceriagrion cerinorubellum Nama asing : Range-tailed marsh dart Famili        : Coenagrionidae

Deskripsi : Mata kehijauan dengan agak kebiruan di bagian atas, dada berwarna hijau kekuningan, pangkal dan ujung abdomen


berwarna merah bata dan sisanya berwarna hitam, di bagian punggung biru dan agak pucat di bagian perut. Betina mirip dengan jantan, tetapi lebih besar dengan warna lebih kusam. Capung ini berkembang biak di kolam yang disinari matahari, rawa-rawa dan tempat air tenang lainnya. Spesies ini dapat ditemukan di negara-negara Asia seperti Bangladesh, Cina, Indonesia, India, Sri Lanka, Myanmar, Malaysia dan lain-lain.

3.  Capung layang

 

DSC_2650Nama Ilmiah            : Macrodiplax cora

 

Nama asing              : Wandering pennant

 

Famili                      : Libellulidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Macrodiplax cora adalah capung dalam Famili Libellulidae yang berukuran sedang (panjang 45 mm, lebar sayap 75 mm) dengan perut merah, bagian punggung

ditandai dengan bercak hitam disetiap segmen. Perut betina berwarna kurang cerah. Habitat di laguna pantai, muara dan rawa. Tersebar luas di Asia tropis, Asia Selatan, Australia dan berbagai Kepulauan Samudra Hindia dan Pasifik.

4.  Capung badak

 

DSC_2627Nama Ilmiah : Diplacoides trivialis

 

Nama Asing : Treehunger

 

Famili             : Libellulidae

 

Deskripsi        : Diplacoides trivialis adalah jenis capung besar (Anisoptera) dengan ciri berwarna


 

Sumber: Foto Survei, 2023


biru mulai dari kepala, toraks, dan sebagian besar segmen abdomen pada individu jantan dan


berwarna kuning mulai dari kepala hingga sebagian abdomen pada betina. Pada saat bertengger


di dedaunan atau bebatuan, sayap dari kelompok anisoptera akan dibentangkan secara horizontal. Ukuran sayap depan dan sayap belakang berbeda. Capung jenis ini banyak di temukan di kawasan hutan Kalimantan dan semenanjung Malaysia dengan keberadaan sumber air ber-pH rendah. Peran ekologi sebagai serangga predator (karnivora) dan dapat berfungsi untuk mengendalikan populasi serangga herbivora yang kebanyakan berperan sebagai hama tanaman.

5.  Capung merah

 

DSC_3097Nama Ilmiah    : Neurothemis terminata Nama Asing     : Staraight-edge Red Parasol Familia : Libellulidae

Deskripsi          : Neurothemis terminata

 

ditemukan di Semenanjung Malaysia, Jepang

 


 

 

Sumber: Foto Survei, 2023


hingga Nusa Tenggara di Indonesia.

 

Neurothemis terminata ibiasanya menghuni


 

lahan basah, koloam, rawa-rawa serta sungai. Ciri khas dari speseis ini memiliki ukuran sayap pada jantan hingga 31 mm serta memiliki area healing kecil diujung sayap. Pada betina memiliki healing berwarna kuning dengan pola menyerupai jantan atau sayap bening berujung coklat.

6.  Capung badak

 

DSC_2701Nama ilmiah : Orthetrum sabina Nama asing     : Green marsh hawk Famili      : Libellulidae

Deskripsi       :    Capung    ini    tersebar                      luas, ditemukan dari Eropa tenggaradan Afrika Utara


Sumber: Foto Survei, 2023


ke   Jepang   dan   selatan   ke    Australia   dan


Mikronesia. Lebar sayap 60-85mm, hamper sama dengan panjang tubuh. Capung dewasa berwarna keabu-abuan sampai kuning kehijauan dengan garis hitam pucat dan mata hijau. Perutnya berwarna kuning kehijauan, dengan garis-garis hitam. Capung betina mirip dengan jantan dalam bentuk, warna dan ukuran; hanya berbeda dalam karakteristik seksual. Capung ini bertengger tak bergerak di semak-semak dan ranting kering untuk waktu yang lama. Ia adalah predato bagi kupu-kupu dan capung yang lebih kecil serta bioindicator terhadap kebersihan lingkungan, terutama air.

7.  Capung

 

DSC_2940Nama ilmiah     : Orthetrum testaceum Nama asing   : Crimson Dropwing Famili          : Libellulidae

Deskripsi          : Capung ini tersebar luas di seluruh India, Indonesia, Malaysia, Filipina,


 

Sumber: Foto Survei, 2023


Singapura    dan Thailand. Capung ini dapat ditemukan di berbagai daerah dengan genangan


air, seperti di kolam, saluran air, rawa-rawa, sungai, danau dan kebun. Capung inidapat mencapai panjang tubuh sekitar 43–48 mm, dengan sayap belakang 34–38 mm. Pada capung besar ini, toraks jantan dewasa berwarna oranye-coklat, dengan perut berwarna merah terang sedangkan betina berwarna kuning. Mata berwarna coklat muda. Sayapnya transparan dengan tambalan kuning di pangkalnya. Capung ini merupakan predarot bagi serangga lain bahkan bagi capung lainnya. Jantan secara teratur bertengger di dekat kolam, sedangkan betina biasanya terbang ke air hanya selama musim kawin dan bertelur. Dalam hal ini pejantan menjaga mereka dengan terbang di atas mereka.


8.  Capung jarum biru

 

DSC_2712Nama ilmiah            : Pseudagrion microcephalus

Nama asing              : Blue Riverdamsel

 

Famili                      : Coenagrionidae

 

Deskripsi                 : Mata biru pucat, gelap di atasnya. Panjangnya tumbuh hingga 38mm.

dada berwarna biru dengan garis-garis hitam, Pangkal dan ujung abdomen berwarna biru dan

 

Sumber: Foto Survei, 2023                 sisanya   berwarna   hitam   dengan   ruas-ruas

 

berwarna biru. Spesies ini dapat dengan mudah ditemukan di dekat air mengalir atau air tenang. Mereka biasanya bersandar pada tanaman baik di tengah kolam atau di tepi air. Spesies ini dapat ditemukan di negara bagian Australia, New South Wales, Northern Territory, Queensland, Victoria dan Australia Barat sera juga dapat ditemukan di Asia.

 

 

HEMIPTERA

 

Hemi” berarti setengah dan “pteron” artinya sayap. Golongan serangga yang termasuk ke dalam ordo ini memiliki sayap depan yang mengalami modifikasi sebagai "hemelitron", yaitu setengah bagian di daerah pangkal menebal, sedangkan sisanya berstruktur seperti selaput, dan sayap belakang mirip selaput tipis (membran). Tipe perkembangan hidup ordo Hemiptera adalah metamorphosis bertingkat "paurometabola" (telur - nimfa - imago). Tipe alat mulut, baik nimfa rnaupun imago, bersifat menusuk-mengisap, dan keduanya hidup dalam habi•tat yang sama. Stadium serangga yang merusak tanaman adalah nimfa dan imago. Ordo ini sebagian besar berperan sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mengisap cairan tubuh serangga lain.


1.  Anggang-anggang

 

DSC_2672Nama ilmiah : Aquarius remigis Nama asing     : Water Strider Famili : Gerridae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Anggang-anggang memiliki alat mulut yang berevolusi untuk menusuk dan menghisap dan merupakan predator bagi jentik atau serangga lain yang jatuh kedalam air.

Sebagai pembeda dari serangga lain adalah kemampuan untuk berjalan di atas air. Mereka secara anatomis memiliki mekanisme untuk mentransfer berat badan mereka agar dapat berjalan di atas permukaan air. Memiliki tumpukan rambut hidrofuge atau rambut mikro hidrofobik dengan lebih dari seribu rambut mikro per mm. Seluruh tubuh ditutupi oleh tumpukan rambut ini, memberikan ketahanan terhadap percikan atau tetesan air. Mereka umumnya kecil dengan tubuh yang memanjang dan sayap untuk memudahkan berpindah ke wilayah perairan. Panjang tubuh dewasa 12 mm, berwarna hitam dengan dua pasang kaki belakang yang sangat panjang. Pasangan kaki tengah berfungsi sebagai dayung dan mengarah ke depan pada saat istirahat. Umumnya menghuni permukaan perairan yang tenang. Mayoritas strider air mendiami daerah air tawar. Anggang-anggang tersebar diwilayah Eropa, Afrika, Amerika, Australia, Indonesia, Cina, dan Malaysia.

2.  Kumbang permata

 

Nama ilmiah : Chrysocoris sollii Nama asing        : Jewel Bugs Famili   : Scutelleridae

Deskripsi       : Tubuh berwarna hijau keemasan dengan binik-bintik hitam dibagian punggung.


Kumbang ini kadang diawetkan dan digunakan sebagai hiasan seperti kalung atau pajangan dinding. Paling umum dan melimpah di benua Asia Tenggara, diantaranya Bangladesh, Kamboja, Cina, India, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

3.  Wereng

 

DSC_3092Nama ilmiah            : Agalliopsis sp.

 

Nama asing              : Leafhopper

 

Famili                      : Cicadellidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Cicadellidae merupakan serangga peloncat karena memiliki tibia belakang, ramping dan sering memiliki kepala yang runcing dan bersudut. Wereng ini

berukuran 2-30 mm, biasanya di bawah 13 mm. Pewarnaan tergantung pada spesies sebagai pertahanan diri, tetapi umumnya wereng daun berwarna hijau, coklat, atau kuning dan sering belang-belang. Nimfa terlihat mirip dengan wereng dewasa kecuali bahwa nimfa lebih kecil dan tidak memiliki sayap. Nimfa biasanya memakan bagian bawah daun, dimana kelembabannya lebih tinggi dan mereka lebih terlindungi dari pemangsa, tibia belakang mereka ditutupi duri kecil. Wereng ini ditemukan di banyak tempat seperti semak, rumput, dan bunga, dan memakan daun tanaman. Serangga ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman yang mereka makan. Wereng ini memakan dedaunan dan pucuk dengan menusuk sel-sel tanaman dan dapat mengakibatkan pengurangan jumlah nira atau klorofil, oviposisi di ranting, pertumbuhan kerdil, dan pengeritingan daun tanaman. Serangga ini merupakan hama bagi berbagai jenis tanaman.


4.  Wereng

 

DSC_3112Nama ilmiah    : Euagoras plagiatus Nama asing   : Assassin Bugs Famili     : Reduviidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh dan kaki berwarna kuning pudar dengan sayap hingga kepala berwarna merah bata, memiliki duri pada punggung atas dan antena yang panjang. Merupakan predator

bagi berbagai macam hama seperti kutu daun dan larva wereng lainnya. Pada kondisi tertentu, gigitannya dapa mengakibatkan alergi bagi manusia. Habitat wereng ini berupa pepohonan dan padang rumput

5.  Wereng merah

 

DSC_3120Nama ilmiah    : Leptocoris sp Nama asing : Bug Soapberry Famili          : Rhopalidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi     : Anggota genus ini bertubuh besar dan memiliki pronota pendek lebar. Tubuh didominasi warna merah dan pada kaki, antena dan sebagian sayap berwarna hitam. Memiliki

kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat terhadap inang invasif dan dipandang sebagai biokontrol untuk gulma lingkungan. Serangga ini umum ditemukan di pepohonan atau semak dan tersebar diwilayah Asia tenggara.


6.  Wereng ubi

 

DSC_2909


 

Nama ilmiah : Physomerus sp Nama asing  : Sweetpotato Bug Famili         : Coreidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh berwarna kuning dengan garis-garis hitam, berbentuk oval dengan antena tersegmentasi, membran sayap depan yang banyak berurat, kelenjar bau metathoracic, dan


tibia belakang yang membesar. Karena menghisap sari dari batang tanaman yang menyebabkan tanaman layu dan mengganggu produksi buahnya serangga ini dianggap sebagai hama. Serangga ini meletakkan telurnya di bagian bawah daun atau di batang tanaman tempat ia makan, serta di alang-alang di sekitarnya. Betina sangat protektif menjaga telurnya, mengancam dan kadang-kadang bahkan menyerbu predator yang mendekatinya dengan mengeluarkan cairan berbau tajam dari kelenjar metathoracic melalui lubang anus. Wereng ini berasal dari Asia Tenggara, persebaran spesies ini berkisar dari Indonesia, di seluruh Semenanjung Malaysia dan India. Spesies ini telah menyebar ke daerah lain, termasuk Guam dan Hawaii.

7.  Wereng

 

DSC_2743Nama ilmiah : Tylozygus geometricus

 

Nama asing     : Leafhopper

 

Famili             : Cicadellidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Famili Cicadellidae merupakan serangga peloncat karena memiliki tibia belakang, ramping dan sering memiliki kepala yang runcing dan bersudut. Wereng ini


berukuran 2-30 mm, biasanya di bawah 13 mm. Pewarnaan tergantung pada spesies sebagai pertahanan diri, tetapi umumnya wereng daun berwarna hijau, coklat, atau kuning dan sering belang-belang. Nimfa terlihat mirip dengan wereng dewasa kecuali bahwa nimfa lebih kecil dan tidak memiliki sayap. Nimfa biasanya memakan bagian bawah daun, dimana kelembabannya lebih tinggi dan mereka lebih terlindungi dari pemangsa, tibia belakang mereka ditutupi duri kecil. Wereng ini ditemukan di banyak tempat seperti semak, rumput, dan bunga, dan memakan daun tanaman. Serangga ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman yang mereka makan. Wereng ini memakan dedaunan dan pucuk dengan menusuk sel-sel tanaman dan menghisap isinya dan dapat mengakibatkan pengurangan jumlah nira atau klorofil, oviposisi di ranting, pertumbuhan kerdil, dan pengeritingan daun tanaman. Serangga ini merupakan hama bagi berbagai jenis tanaman.

8.  Walang sangit

 

DSC_2763Nama Ilmiah: Leptocorisa oratoria Nama Asing : Rice Ear Bug Familia  : Alydidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Walang sangit berasal dari familia Alydidae atau dikenal juga sebagai serangga berkepala-lebar yang tersebar di wilayah tropis dan subtropis. Walang sangit

memiliki bentuk tubuh yang ramping berukuran antara 1-2 cm dengan warna tubuh hijau kekuningan hingga cokelat. Walang sangit memiliki kaki-kaki dan sebuah proboscis yang panjang. Proboscis adalah organ di kepala yang merupakan bagian dari mulut dan digunakan untuk makan (menghisap cairan tanaman). Walang sangit merupakan hama bagi pertanian, khususnya menjadi hama utama tanaman padi. Ketika merasa terganggu atau terancam, walang sangit akan mengeluarkan bau busuk sebagai bentuk pertahanan diri.


HYMENOPTERA

 

Nama ini merujuk ke sayap bermembran dari serangga, dan diturunkan dari bahasa Yunani Kuno “humen” berarti membran dan “pteron” berarti sayap. Hymenoptera adalah salah satu ordo serangga yang terdiri atas tawon atau tabuhan, lebah, dan semut. Ordo Hymenoptera merupakan salah satu ordo yang paling dominan dalam kelas serangga, baik dalam jumlah spesies dan dalam penyebarannya di berbagai habitat. Anggota ordo ini sebagian berperan sebagai serangga sosial, sebagian sebagai serangga soliter. Ordo ini mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, karena selain sebagai penyerbuk, banyak anggota dari ordo ini yang berperan sebagai parasitoid dan predator. Parasitoid dan predator merupakan agens pengendali hayati yang penting peranannya dalam pengendalian hama terpadu. Peranan Ordo Hymenoptera, khususnya parasitoid, sangat penting di dalam suatu habitat. Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli. Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi menjadi alat penyengat. Hymenoptera berkembang melalui metamorfosis sempurna yakni memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tidak aktif sebelum dewasa.

1.  Tawon

 

DSC_2949Nama Ilmiah           : Agonocryptus sp

 

Nama asing             : Ichneumon Wasp

 

Famili                      : Ichneumonidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Ukuran tubuh bisa mencapai 130 mm, bertubuh ramping denangan betina memiliki opositor yang panjang. Tubuh berwarna hitam dengan cincin

kuning di bagian abdomen, dada hitam dengan bintik kuning dan kepala kecil dengan pola


kuning disekitar mata. Hidup sebagai parasit dengan memasukkan telurnya pada larva serangga lain, biasanya inang yang diserang hanya dari satu atau beberapa jenis, termasuk kerabat dekat. Bisa menjadi kontrol bagi popilasi serangga inang. Tawon ini dapat melubangi kayu, banyak ditemukan didaerah padang rumput, pohon dan semak.

2.  Tawon mumi

 

Nama Ilmiah          : Aleiodes sp

 

Nama asing            : Mummy Wasp

 

Famili                     : Braconidae

 

Deskripsi                : Tubuh berwarna oranye dengan kaki belakang berwarna kehitaman serta sayap bining kehitaman. Hidup sebagai

parasi dengan memasukkan telur kedalam larva serangga lain, setealah menjadi larva kulit inang akan mengeras dan seperti mumi dan menjadi kepompong bagi larva tawon ini hingga dewasa. Tawon ini banyak menyerang hama seperti ngengat gipsi dan ulat tenda. Habitatnya berupa padang rumput dan pepohonan.

3.  Lebah cincin biru

 

Nama ilmiah : Amegilla celceifera Nama asing : Blue Banded Bee Famili     : Apidae

Deskripsi : Genus ini terdapat diseluruh dunia, tetapi sangat sedikit yang hidup di atas 45 derajat utara. Lebah ini hidup soliter dengan

menggali lubang dan membuat sarang sehingga sering juga disebut lebah penggali. Tubuh memiliki banyak rambut tempat melekatnya benang sari bunga yang sanga membantu dalam penyerbukan tanaman, perut memiliki pita metalik biru.


4.  Ancistrocerus campestris

 


 

DSC_2849

 

Sumber: Foto Survei, 2023


Nama Ilmiah           : Ancistrocerus campestris

 

Nama Asing                        : Vespids

 

Famili                      : Vespidae

 

Deskripsi                 : Ancistrocerus campestris adalah species tawon tembikar dan tersebar luas di banak wilayah biogegografis di dunia. Makanan berupa nektar, serangga atau


makanan manusia. Habitat di dedaunan, pohon, dan di bukit pasir.

 

5.  Lebah Madu

 

DSC_2180Nama ilmiah            : Apis cerena

 

Nama asing             : Asian Honey Bee

 

Famili                      : Apidae

 

Sumber : Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Koloni lebah ini membangun sarang yang terdiri dari beberapa sisir di rongga yang berisi pintu masuk kecil, mungkin untuk pertahanan terhadap invasi

oleh individu dari sarang lain. Makanan spesies lebah madu ini sebagian besar terdiri dari serbuk sari dan nektar, atau madu. Selain itu, lebah ini dikenal dengan perilaku sosialnya yang tinggi, yang dapat hidup berdampingan dengan lebah madu jenis lain. Memiliki mata majemuk yang tertutupi oleh rambut panjang yang tegak sebagai ciri khas. Lebah dewasa berwarna hitam dengan empat garis kuning pada perut. Hidup berkelompok dengan struktur ratu, pekerja dan pengawas. Ratu memiliki tubuh lebih besar dari lebah pekerja, sedangkan lebah pengawas memiliki mata yang lebih besar dan tidak memiliki penyengat dengan perut yang tumpul. Negara asal mereka antara lain Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, Cina,


India, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Pakistan, Filipina, Rusia, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. sekarang telah berkembang ke berbagai wilayah di seluruh dunia sebagai akibat dari campur tangan manusia.

7.  Lebah Madu Raksasa

 

DSC_3084Nama ilmiah : Apis dorsata Nama asing    : Giant Honey Bee Famili       : Apidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh seperti lebah madu pada umumnya namun lebih panjang dengan dominan kuning pada pangkal perut. Hidup berkoloni dengan ratu pekerja dan lebah jantan, akan

menyerang bila merasa terganggu dengan sengatan pada ujung perutnya. Lebah ini sering melakukan migrasi dan menggunakan lokasi yang sama dalam membuat sarang. Sering juga disebut lebah madu hutan karena sarangnya banyak ditemui di hutan asia, pada pepohonan atau tebing dengan ketinggian 20-30 meter dan hanya erdiri dari satu sisir yang memiliki diameer hingga 2 m dengan panjang hingga 1 m dengan kandungan madu bisa mencapai 20 kg.

8.  Tawon

 

DSC_2973Nama ilmiah: Chalybion japonicum Nama asing : Blue Mud Dauber Wasps Famili : Sphecidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Memiliki tubuh dewasa dengan ukuran 20 mm, mata besar dengan sepasang antena panjang, tubuh berwarna biru metalik.

Mereka menyengat dan melumpuhkan subjek sebelum dimakan. Tawon ini memiliki racun dengan tingkat keparahan yang luas, namun


hanya digunakan menyerang mangsanya. Bersarang di berbagai rongga alami dan buatan seperti lubang di kayu, dinding, batang tanaman dan lain-lain, di mana mereka biasanya meletakkan telur mereka dengan laba-laba yang telah dilumpuhkan. Tawon ini tersebar diwilayah Asia, Afrika dan Australia.

9.  Gala-gala

 

DSC_3026Nama ilmiah : Heterotrigona itama Nama asing            : Stingless Honey Bee Famili              : Apidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi               : Gala-gala berwarna hitam dan berukuran kecil, dengan Panjang tubuh antara 3-4 mm, serta rentang sayap

8 mm. Lebah pekerja memiliki kepala besar dan rahang panjang. Sedang lebah ratu berukuran 3-4 kali ukuran lebah pekerja, perut besar mirip laron, berwarna kecoklatan dan mempunyai sayap pendek. Hidup berkoloni, dalam satu koloni berjumlah 300 sampai 80000 lebah. Jumlah madu yang dihasilkan lebih sedikit dan lebih sulit diekstrak, namun jumlah propolis yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan lebah jenis lain. Lebah ini memiliki sengat sisa, namun tidak digunakan sebagai alat pertahanan. Lebah ini akan mengigit musuhnya atau membakar kulit musuhnya dengan larutan basa. Organ vital (mata, hidung dan telinga) musuh akan dikelilingi oleh lebah lain dalam satu koloninya. Heterotrigona itama membuat sarang di dalam lubang-lubang pohon, celah-celah dinding atau lubang bambu di dalam rumah, tidak suka berpindah-pindah tempat karena lebah betinanya sangat gemuk dan tidak pandai terbang. Lebah ini banyak ditemukan didaerah beriklim tropis.


10.  Tawon Tembikar

 

DSC_2842Nama ilmiah            : Delta campaniforme

 

Nama asing             : Potter Wasp

 

Famili                      : Vespidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi                 : Tabuhan dari famili Vespidae memainkan peran penting dalam ekosistem darat dan mereka juga dianggap sebagai agen pengendalian hayati karena larva

mereka memakan ulat dan serangga lainnya. Tabuhan ini juga berfungsi sebagai penyerbuk berbagai sayuran dan tanaman buah. Tubuh terdiri dari warna hitam, coklat dan kuning dengan motif khas. Tabuhan ini dewasa biasanya berukuran 20 hingga 25mm, meskipun mampu mencapai setidaknya 30mm dengan jantan lebih kecil dan kurus disbanding betina. Karena ukurannya yang besar, sering kali menarik perhatian dan juga menimbulkan kekhawatiran. Meskipun penampilannya mengancam, tabuhan ini sama sekali tidak berbahaya dan memiliki sengatan yang sangat ringan, dan tidak suka menyerang. Tabuhan ini tersebar diwilayah Hong Kong, Myanmar, India, Taiwan, Cina, Singapura, Malaysia dan Indonesia, beradaptasi dengan baik di dekat tempat tinggal manusia dan dapat ditemukan di semua habitat, baik perkotaan maupun alami.

11.  Semut Rangrang

 

DSC_2799Nama ilmiah    : Oecophylla smaragdina

 

Nama asing      : Orange Gaster

 

Famili              : Formicidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Ratu semut rangrang biasanya berukuran 20–25 milimeter dan biasanya berwarna coklat kehijauan dan memiliki sayap.


Mereka membuat sarangnya di antara dedaunan pohon. Sarang dibangun pada malam hari, dengan pekerja utama menenun ke arah luar dan pekerja kecil menyelesaikan struktur interior. Koloni semut bisa memiliki beberapa sarang dalam satu pohon, atau sarang dapat tersebar di beberapa pohon yang berdekatan, satu koloni dapat mencapai hingga setengah juta individu dengan umur rata-rata koloni dewasa 8 tahun. Semut ini biasa dijadikan pengendali hama alami, obat tradisional dan larva semut ini biasa digunakan sebagai makanan burung, rangrang memiliki penyebaran yang luas di Asia tropis dan Australia, jangkauannya membentang dari India melalui Indonesia dan Filipina hingga Northern Territory dan Queensland di Australia.

12.  DSC_3113Semut hitam

 

Nama ilmiah : Polyrhachis armata Nama asing : Black Weaver Ant Famili     : Formicidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Semut ini adalah spesies semut besar yang ditemukan Australia, Borneo, Guam, Indonesia, Krakatau Islands, New Guinea, Malaysia, Philippines, Singapore, Cambodia,

India, Myanmar, Thailand, China, Japan. Habitanya berupa hutan terbuka dan dataran pantai berawa. Koloni memiliki satu ratu dan bersarang di dalam kayu. Panjang tubuh 7-8 mm. Karakteristik dari jenis ini adalah dada memiliki bagian yang meruncing seperti tanduk. Membangun sarangnya di pohon, di bawah batu, atau pada batang kayu tumbang. Makanannya berupa zat-zat manis seperti madu yang dihasilkan oleh beberapa jenis kutu daun, ulat-ulat yang berbadan lunak, dan getah buah.


13.  Tawon Kemit

 

DSC_2764Nama ilmiah : Ropalidia fasciata Nama asing     : Comman Paper Wasp Famili     : Vespidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tawon kemit memiliki tubuh merah-coklat dengan garis-garis kuning terutama bagian abdomen sebagai ciri khas. Individu seperti ratu dan pekerja tidak dapat dibedakan

secara morfologis, melainkan dibedakan berdasarkan perilaku. Ukuran tubuh tawon kemit antara 1 – 1.5 cm. Tawon ini tersebar secara konsisten di seluruh padang rumput, terutama menghuni ladang tebu, tawon lebih suka membangun sarang di bawah daun tanaman ini. Tawon kemit membangun sarang dengan mengumpulkan serat dari vegetasi mati, mencampurnya dengan air liur, dan menggunakan campuran ini untuk membangun sel vertikal. Bahan yang dihasilkan memiliki struktur seperti kertas, maka nama umum mereka, paper wasp. Tawon kemit sering membangun sarang satelit tambahan sebagai alternatif sarang tempat koloni tinggal. Dengan begitu jika sarang utama hancur, rusak, atau terancam, setidaknya beberapa kelompok bisa pindah ke sarang lain. Individu dalam koloni biasanya berbagi makanan satu sama lain. Satu tawon akan mentransfer nektar atau air melalui mulut ke tawon lain melalui regurgitasi.


14.  Tawon Pengoles Lumpur

 

DSC_2667Nama ilmiah : Sceliphron madraspatanum

 

Nama asing    : Black Mud Daubers

 

Famili            : Sphecidae

 

Deskripsi       : Tubuh dominan berwarna hitam dan   kuning   pada       beberapa   bagian   seperti

Sumber: Foto Survei, 2023

 

pangkal perut, ruas kaki dan sedikit dibagian dada. Mereka adalah pengoles lumpur soliter

dan membangun sarang yang terbuat dari lumpur. Sarang sering dibangun di relung yang teduh, dan betina hanya membutuhkan satu hari untuk membangun sel yang membutuhkan lusinan perjalanan membawa lumpur. Betina akan menambahkan sel baru satu per satu ke sarang setelah setiap sel terbentuk. Mereka menyediakan sarang-sarang ini dengan laba-laba sebagai makanan bagi larva yang sedang berkembang. Setiap sel lumpur berisi satu telur dan dilengkapi dengan beberapa item mangsa. Betina dari beberapa spesies bertelur rata-rata 15 butir selama masa hidup mereka. Saat dewasa tawon ini mengkonsumsi nectar. Seperti tawon soliter lainnya, spesies ini tidak agresif kecuali terancam. Mereka kadang-kadang dianggap bermanfaat karena mereka mengendalikan populasi laba-laba, meskipun laba-laba itu sendiri mungkin bermanfaat dalam mengendalikan serangga hama. Tawon ini hidup didaerah yang dekat dengan substrat lumpur dan tersebar luas diwilayah Asia khususnya Asia tenggara.


15.  Tawon Emas

 

DSC_3179Nama ilmiah : Sphex sp

 

Nama asing    : Golden-reined Digger Wasp

 

Famili             : Sphecidae

 

Deskripsi        : Tawon jantan panjang tubuhnya rata-rata 29 mm sedangkan betina rata-rata 25

Sumber: Foto Survei, 2023

 

mm. Perut berwarna gelap pada betina dan pada jantan sebagian besar kemerahan. Kepala dan

punggung berwarna emas serta kaki. Menyerang jika hanya merasa terganggu dan pada mangsanya dengan sengatan yang beracun. Larva tawon ini memakan larva dari berbagai arthtropoda dan setelah dewasa menkonsumsi nektar. Habitanya berupa padang rumput dan pada tumbuhan-tumbuhan berbunga dengan sarang berupa lubang hasil galian. Tawon ini tersebar diwilayah Amerika Serikat hingga daerah Asia.

16.  Vespa affinis

 

DSC_3095Nama Ilmiah    : Vespa affinis

 

Nama Asing     : Lesser Banded Hornet

 

Famili               : Vespidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi     : Vespa affinis merupakan lebah kecil berpita yang hidup di Asia tropis dan subtropis. Kepala berwarna coklat kehitaman atau hitam, mata majemuk dan antena coklat tua.

Abdomen berwarna oranye cemerlang. Vespa affinis mencari makan dekat dengan tanah di daerah berumput, hutan dan gurun. Makanan berupa nektar dari bunga dan membangun sarang dipohon yang tinggi, semak-semak serta dirumah-rumah. Vespa affinis dikenal dengan sengatannya yang kuat dan berpotensi menyebabkan anafilkasis yang mengancam jiwa.


17.  Lebah besar

 

DSC_3076


 

Nama Ilmiah : Xylocopa confusa Nama Asing         : Carpenter Bee Famili            : Apidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Xylocopa confusa merupakan serangga yang mengunjungi bunga-bunga sehingga sangat membantu dalam proses penyerbukan tanaman mempunyai ciri-ciri yang


berbentuk ukuran tubuhnya relatif besar, sayap berwarna ungu, femur dan tibia berbulu, thoraks berbentuk bulat panjang berwarna kuning, berambut dan bagian tengahnya berwarna hitam tanpa rambut dan abdomen berwarna hitam. Xylocopa confusa diperngaruhi oleh berbagai faktor lingkungan antara lain suhu merupakan faktor fisik yang berpengaruh langsung.

 

 

LEPIDOPTERA

 

Lepidoptera berasal dari kata Lepidos berarti sisik dan pteron artinya sayap. Kedua pasang sayap golongan serangga ini mirip membran yang penuh dengan sisik. Sisik-sisik ini sebenarnya merupakan modifikasi dari rambut biasa. Bila sisik tersebut dipegang akan mudah menempel pada tangan. Serangga dewasa dibedakan atas dua macam, yaitu kupu-kupu dan ngengat. Kupu-kupu aktif pada siang hari sedangkan ngengat aktif pada malam hari. Perkembangbiakan serangga ordo Lepidoptera mengalami metamorphosis sempurna "holometabola" (telur - larva - pupa - imago). Alat mulut larva bersifat menggigit-mengunyah, sedangkan alat mulut imagonya bertipe mengisap. Stadium serangga yang sering merusak tanaman adalah larva, sedangkan imagonya hanya mengisap nektar dari bunga-bungaan.


1.  Ngengat bulu

 

Nama ilmiah : Sphenarches anisodactylus Nama asing       : Geranium Plume Moth Famili            : Pterophoridae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Tubuh berwarna abu-abu dengan bitnik-bintik hitam dan coklat. Sayap memiliki bentuk seperti bulu geranium dengan kaki memiliki rambut-rambut panjang sehingga

terlihat seperti ranting bercabang. Lebar sayap sekitar 10 milimeter. Larva memakan kuncup bunga dan bunga sedangkan saat dewasa memakan nektar. Habitatnya berupa dedaunan dari berbagai jenis pohon, hinggap pada permukaan bawah daun dengan perut melengkung ke udara dan sayapnya dibuka tegak lurus terhadap tubuh sehingga terlihat seperti urat daun.

2.  Ngenga Harimau

 

DSC_3145Nama Ilmiah            : Amata huebneri

 

Nama Asing            : Tiger Moths

 

Famili                      : Erebidae

 

Deskripsi                 : Amata huebneri berasal dari famili Erebidae yang merupakan famili


 

Sumber: Foto Survei 2023


ngengat dengan ukuran terbesar sehingga seringkali           disebut kelompok


macromoth.Amata huebneri ditemukan di bagian tropik Indonesia hingga Australia. Ngengat dewasa berwarna hitam dengan garis-garis kuning atau jingga di sepanjang abdomen, memiliki bagian yang transparan pada sayap. Ngengat ini memiliki mimikri yang membuatnya mirip dengan tabuhan yang bersengat. Larva dari ngengat ini khususnya memakan daun-daun padi dan rerumputan lainnya.


3.  Ngengat

 

DSC_2720Nama Ilmiah          : Hymenoptychis sordida Nama Asing           : Pneumatophore Moth Famili         : Crambidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi               : Tubuh berwarna coklat dengan mata merah gelap, perut memanjang dan berlekuk, senang hinggap di area permukaan bawah daun atau bebatuan.

Ngengat ini diketahui dari Australia, Asia selatan dan Tenggara, beberapa pulau Pasifik, Seychelles, Afrika Selatan, Madagaskar, dan Uni Emirat Arab.

4.  Kupu-kupu

 

Nama ilmiah : Acraea violae Nama asing : Tawny Coster Famili   : Nymphalidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi       : Kupu-kupu ini memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik

yang lebih lebar di space 2 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam, 4 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva kupu-kupuini memakan daun, pucuk muda, sulur dan permukaan luar batang muda tanaman inangnya, Sedangkan dewasa menghisap nectar. Kupu-kupu ini tersebar di Asia pada dataran rendah, di sekitar padang rumput, hutan, pantai dan taman bunga.


5.  Ngengat

 

Nama ilmiah : Gesonia obeditalis Nama asing : Owlet Moths Famili  : Noctuidae

Sumber: Foto Survei, 2022

 

Deskripsi        : Ngengat dewasa memiliki sayap berwarna cokelat dengan pita cokelat tua bergigi di dekat tepinya. Sayap belakang memiliki pola yang mirip dengan sayap depan tetapi memiliki

warna coklat yang lebih pucat. Lebar sayap sekitar 22-24 mm. Antena jantan bergerigi dan berfasikulasi. Larva memakan daun rerumputan, berwarna kuning muda dengan tujuh garis memanjang berwarna jingga kecoklatan. Ditemukan dari Afrika timur, Seychelles, Maladewa dan daerah tropis Oriental India, Indonesia, Sri Lanka timur hingga Filipina, Kepulauan Sula dan Australia.

6.  Kupu-Kupu Bulan Biru

 

Nama ilmiah : Hypolimnas bolina Nama asing   : Great Eggfly Famili : Nymphalidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Kupu-kupu bulan biru adalah kupu-kupu yang umum ditemukan di sebagian besar tipe habitat tropis dan subtropis, termasuk hutan basah/kering (seperti sabana tropis), hutan

hujan, dan semak belukar. Permukaan sayap punggung berwarna hitam legam tetapi memiliki tiga bintik menonjol, dua di sayap depan dan satu di sayap belakang. Untuk pengamat manusia ini muncul sebagai bintik-bintik putih dibatasi dengan biru-ungu. Banyak bintik putih kecil di tepi sayap depan dan belakang. Kupu-kupu bulan biru adalah kupu-kupu berbadan hitam


dengan lebar sayap sekitar 70–85 milimeter. Spesies ini memiliki tingkat dimorfisme seksual yang tinggi. Kupu-kupu ini paling sering bertelur satu atau dua telur sekaligus dan biasanya diletakkan di bagian bawah daun. Telur menetas setelah 3 hari lalu larva yang baru menetas pertama-tama memakan cangkang telurnya sebelum memakan daun tempat mereka diletakkan. Instar larva kemudian sangat mobile dan mudah menyebar untuk mencari dedaunan inang baru. Spesies ini jarang menjadi kepompong sekitar tanaman inang mereka. Kupu-kupu bulan biru ditemukan di Madagaskar di barat, hingga Asia Selatan dan Tenggara, Kamboja, pulau-pulau Pasifik Selatan, dan beberapa bagian Australia, Jepang, dan Selandia Baru.

7.  Kupu-kupu merak abu

 

DSC_2845Nama ilmiah : Junonia atlites Nama asing      : Grey Pansy Famili     : Nymphalidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Umumnya jenis ini berwarna coklat, abu-abu, atau oranye. Seperti pada umunya untuk genus kupu-kupu ini yaitu memiliki motif bulatan di sepanjang tepian

sayap, motif ini ada yang berwarna dan ada yang hanya berupa bintik. Sayap atas memiliki motif berliku-liku pada 3-4 ruas awal dan abu-abu polos untuk ruas berikutnya dengan ukuran bisa mencapai ukuran 11 cm. Dapat ditemukan pada daerah yang ketinggian sekitar 1000 m diatas permukaan laut seperti areal pembukaan hutan, semak yang terdapat genangan air, tepi sungai, pinggir jalan dan pinggiran lahan pertanian, maupun pada bunga-bunga untuk menghisap cairan nektar. Kupu-kupu ini biasanya beraktivitas pada saat siang hari, terbang rendah dengan cepat dan gesit di rerumputan atau tanah untuk berjemur. Kupu-kupu ini ditemukan di Bangladesh, India, Cina selatan, Kamboja, Indocina, Semenanjung Malaya, Indonesia bagian barat dan tengah, dan Filipina.


8.  Junonia hedonia

 

DSC_3136


 

Nama Ilmiah : Junonia hedonia Nama Asing          : Brown Pansy Famili  : Nymphalidae

Deskripsi :   Junonia hedonia   beraktivitas pada siang hari untuk menjemur sayapnya. Kupu- kupu ini terbang dengan kecepatan tinggi pada area semak berbunga dan sesekali hinggap untuk


Sumber: Foto Survei, 2023

 

menghisap cairan nectar. Lebar sayap kupu-kupu dewasa 55-60 mm. Sayap atas berwarna coklat oranye dengan beberapa pita coklat. Sayap bawah depan dan belakang berwarna coklat kusam tetapi masing-masing memiliki garis gelap yang melintang dari kosta ke dorsum. Garis- garisnya tampak kontinu di kedua sayap.

9.  Kupu-kupu Banci Biru

 

Nama ilmiah: Junonia orithya

 

Nama asing              : Blue Pansy

 

Famili                       : Nymphalidae

 

Deskripsi                  : Warna dasar kupu-kupu ini coklat pucat, dengan tiga pita hitam melintang berliku-liku, pada tepi sayap bulatan

hitam membentuk kecoklatan dengan motif sel pita garis berliku. Kemampuan terbangnya cepat, dan sering berpindah-pindah dari satu semak ke semak lain, mempertahankan suatu wilayah dengan mengusir kupu-kupu lain yang masuk ke areanya. Kupu-kupu banci biru bisa ditemukan pada dataran tinggi hingga daerah pantai diwilaya Afrika, Asia selatan dan tenggara, Kamboja dan di Australia. Terbang didaerah terbuka dan sering berjemur di tanah kosong. Panjang sayap kupu-kupu dewasa dapat mencapai 36 mm.


10.  Kupu-kupu

 

Nama ilmiah : Mycelesis perseus Nama asing : Dingy Bushbrown Famili      : Nymphalidae

Deskripsi : Tubuh berwarna coklat, Sayap depan dengan ocellus hitam dan tengah-tengah putih, sayap belakang seragam, kadang-kadang

ada dua atau tiga ocelli postmedian yang tidak jelas, rentang sayap 4,2 - 4,5 cm dan panjang sayap 2-2,2 cm, memiliki 2 kaki yang kecil atau tidak digunakan karena ukuran memiliki pasangan kawin lebih kecil sehingga terlihat hanya memiliki 4 kaki. Berbagai macam habitat yang disukai oleh spesies ini terutama hutan dataran rendah sabana dan hutan terbuka eukaliptus dengan tumbuhan bawah yang berumput dan hidup dengan menghisap nectar dari berbagai bunga. Spesies ini sangat umum dan terdistrusi secara luas mulai dari Sri Lanka, India, China, Burma, Australia, Semenanjung Melayu, Sumatra, Jawa, Kepulauan sunda kecil, Borneo, Palawan, Filipina, Maluku, Papua Nugini, Pulau Solomon dan Sulawesi.

11.  Ngengat

 

DSC_3007Nama ilmiah : Acrobasis repandana Nama asing : Warted Knot-horn Famili       : Pyralidae

Deskripsi       : Ngengat ini memiliki sayap 20-

 

25 mm. Ngengat ini memiliki warna yang mencolok dengan paduan warna merah, kuning, putih dan coklat pada sayapnya. Habitat dasar ngengat ini adalah pepohonan, namun juga sering ditemukan direrumputan. Larva ngengat ini mengkonsumsi desaunan sedangnkan ngengat dewasa mengkonsumsi buah atau nectar. Ngengat ini banyak ditemukan didaerah ingris.


12.  Ngengat Crambid

 

DSC_2831Nama ilmiah : Sameodes cancellalis Nama asing : Crambid Snout Moths Famili    : Crambidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Lebar sayapnya sekitar 20 mm. Dewasa berwarna coklat, dengan bintik-bintik putih sebagian bergaris hitam di sayap depan, dan pita putih di sayap belakang. Habitatnya

berupa padang rumput dengan kebiasaan hinggap pada bagian bawah daun sehingga betuk perut melengkung keatas. Ngengat dewasa memakan serangga kecil, nectar dan dedaunan sedangkan pada fase larva makanannya berupa rimpang dan daun tanaman. Penyebarannya luas dan tercatat dari India, Sri Lanka, Nepal, Myanmar, Thailand, Indochina, Taiwan, Jepang, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Nugini, Afrika barat dan selatan, Fiji, Kepulauan Cook dan Queensland, Australia.

13.  Ngengat kupu-kupu

 

Nama ilmiah : Scopula inductata Nama Asing : Geometer Moths Famili                        : Geometridae

Deskripsi :   Scopula   inductata   memiliki sayap berwarna abu-abu kekuningan muda dengan garis bergelombang. Tepi sayap bulat dan

ada titik hitam setiap sayapnya. Habitat di hutan dan padang rumput yang lembab. Tersebar di Amerika Utara.


14.  Kupu-kupu ngengat

 

DSC_2852Nama ilmiah: Pelopidas conjuncta Nama asing : Conjoined Swift Famili         : Hesperiidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Sayap bagian atas berwarna coklat gelap. Sayap depan memiliki sembilan bintik putih kekuningan, sayap belakang dengan dua atau tiga bintik diskus kecil dan

bintik putih di dekat ujung atas, pada betina bintik-bintik pada sayap depan biasanya lebih besar, dan akibatnya saling berdekatan, perut bawah berwarna keputihan, kaki berwarna merah pudar. Panjang sayap depan berkisar 13-14 mm. Merupakan serangga penyerbuk dan mengkonsumsi nektar. Kupu-kupu ini tersebar di negara-negara Asia dan paling melimpah pada wilayah Indonesia.

15.  Kupu-kupu Rumput

 

DSC_2629Nama ilmiah : Zizeeria otis Nama asing     : Dark Grass Blue Famili      : Lycaenidae

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Ditemukan dari Mediterania selatan ke India, Sri Lanka, pulau Andaman dan Nicobar, Myanmar, Thailand, Malaysia, Yunnan, Indonesia, Filipina, Arab, Uni Emirat

Arab, Arab Saudi, Oman, Nugini dan Australia utara dan timur. Bagian sayap atas berwarna ungu-cokelat. Kupu-kupu dewasa berukuran 15mm sampai 20mm. Jantan berwarna biru dengan margin gelap, sedangkan betina berwarna coklat dengan jumlah suffusion biru yang bervariasi. Bagian bawah sayap berwarna abu-abu dengan bintik-bintik gelap kecil dengan


garis putih, dan dengan bintik kosta. Ukuran larva sekitar 15-20 mm. Larva berwarna hijau dengan garis punggung dan lateral memanjang gelap, dan dengan rambut pucat pendek. Habitat kupu-kupu ini umumnya menyukai padang rumput terbuka yang ditumbuhi bunga-bunga liar, tetapi juga dijumpai di daerah pantai atau pinggir laut, dan sabana. Kupu-kupu hidup berkumpul di padang rumput dan terbang sangat aktif di dekat permukaan tanah.

 

 

COLEOPTERA

 

Kelompok serangga Coleoptera ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Coleoptera berasal dari kata coleos atau "seludang" dan pteron atau "sayap". Serangga golongan ini memiliki sayap depan yang mengalami modifikasi, yaitu mengeras dan tebal seperti seludang. Sayap depan atau seludang ini berfungsi untuk menutupi sayap belakang dan bagian tubuhnya. Sayap depan yang bersifat demikian disebut "elitron", sedangkan sayap belakang strukturnya tipis seperti selaput. Pada saat terbang kedua sayap depan tidak berfungsi, namun waktu istirahat sayap belakang dilipat di bawah sayap depan. Perkembangan hidup serangga ordo Coleoptera mengalami metamorphosis sempurna "holometabola" (telur - larva - pupa - imago). Tipe alat mulut larva dan imago memiliki sifat yang sama, yaitu menggigit-mengunyah. Larva umumnya memiliki kaki thoracal dengan tiga pasang kaki (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda).

1.  Kumbang daun

 

DSC_2755Nama ilmiah            : Aulacophora indica

 

Nama asing              : Leaf Beetles

 

Famili                       : Chrysomelidae

 

Deskripsi                  : Berbentuk oval, bagian punggung      berwarna      kuning                    coklat,  dada


berwarna hitam dan kecoklatan, dengan kumbang dewasa bias mencapai 8 mm. Kumbang ini memakan dedaunan dan bunga kadang juga memakan buah-buahan. Kumbang ini tersebar di daerah Asia, Afrika dan Australia dengan hidup di padang rumput atau kulit pohon.

2.  Kumbang Kubah

 

DSC_3066Nama ilmiah : Micraspis discolor

 

Nama asing    : Ladybird

 

Famili            : Coccinellidae

 

Sumber: Foto Survei, 2023

 

Deskripsi : Kumbang kubah adalah spesies coccinellida yang paling melimpah dan sering ditemui pada ekosistem padi dan rumput di berbagai negara khususnya india. Tubuhnya

berwarna jingga polos dan kepala yang berwarna coklat dengan sedikit motif hitam. Kumbang ini lebih menyukai serangga bertubuh lunak dan telur-telur serangga lain dibanding serbuk sari, sehingga kumbang kubah diidentifikasi sebagai agen biokontrol pada kutu daun, wereng dan serangga kecil lainnya. Kumbang kubah umumnya ditemukan di padang rumput, semak belukar, atau tanaman perdu. Kumbang kubah bersifat entomophagous (pemakan serangga) juga bersifat phytophagous (pemakan tumbuhan) dan pollinivorous (pemakan serbuk sari). Kumbang ini tersebar diwilayah Asia dan Amerika.

 

 

V.2.1 Analisis Data

 

V.2.1   Metode sampling

 

Metode yang digunakan adalah sweeping net. Metode sweeping net yaitu menangkap serangga dengan mengayunkan sweeping net kekiri dan kekanan dengan kecepatan konstan mengikui ransek (garis lurus) sejauh 10 meter. Serangga yang tertangkap kemudian diberi tanda (+) untuk setiap jenis yang ditemukan dan tanda (0) untuk jumlah serangga tiap jenis. Meode ini


dilakukan pada pagi dan sore berdasarkan waktu aktif serangga dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Metode sampling ini biasanya digunakan untuk vegetasi bawah (antara permukaan tanah dan kanopi pohon) yang berupa tanaman perdu dengan ketinggian sedang sampai padang rumput yang terbuka maupun tertutup.

 

 

V.2.2   Indeks

 

Analisis data dilakun dengan menghitung:

 

1.  Indeks Keragaman jenis Shannon Winer (Krebs,1989): H’= 𝑝𝑖 ln 𝑝𝑖           𝑝𝑖 = ni

N

 

Keterangan: H’ = Indeks keragaman jenis Shannon Winer ln = Logaritma natural

Kriteria keragaman taksa dapat dibedakan menjadi tiga kaegori, yaitu: keragaman taksa tinggi, dengan indeks 3,5, keragaman sedang 1,5-3,5 dan keragaman rendah 1,5.


2.  Indeks dominansi Simpson (Simpson, 1949) dengan rumus sebagai berikut: D =

 

Keterangan: D = Indeks dominansi Simpson N= Jumlah jenis

ni= Jumlah individu jenis ke-i


(ni)

2

 

N


Kisaran nilai indeks dominansi dianggap tinggi jika D > 1, dan indeks dominansi rendah jika D < 1. Indeks dominansi berkisar dari 0-1, dimana semakin rendah nilanya, berarti semakin berkurang jenis serangga yang mendominasi, begitu pula sebaliknya.

3.  Indeks kemerataan atau keseragaman (Krebs,1989): E = H′

ln S

 

Keterangan: E = Indeks kemerataan

 

S = Jumlah taksa

 

Kriteria kemerataan terbagi tiga, yaitu: persebaran taksa merata, dengan e > 0,6, taksa cukup merata dengan e > 0,3-0,6 dan nilai e < 0,3 berari taksa tidak merata. Apabila nilai


indeks e mendekati angka 0, berarti persebaran seluruh taksa tidak merata dimana ada kelompok taksa yang mendominasi, sedangkan jika nilai indeks e = 1, berarti persebaran seluruh taksa merata dan memiliki peluang hidup yang sama.

 

 

V.2.3   Hasil dan Pembahasan

 

Tabel 2. Hasil sampling dengan metode sweeping net

Titik Sampling

 

Urutan Spesiment

Jumlah

+ (S)

Jumlah Tanda (N)

 

H'

 

E

 

D

 

I

+0000+00000000000000000000000000

0000000++00+000+++000000000+000

++000+000+00000+++++0

 

18

 

84

 

2,186

 

0,756

 

0,199

 

II

+++0+00+0+000+0+000+0+000000000

00+00+0+0++0+00+00+00++++0

 

22

 

57

 

2,842

 

0,919

 

0,080

 

 

III

+0+0+00++000000000000+0+0000000

000000000000+0000++++++00000000

+++0000000000000++++00000++0++

+00++

 

 

28

 

 

97

 

 

2,710

 

 

0,813

 

 

0,102

Ket:     H’= Indeks keanekaragaman E= Indeks keseragaman

D= Indeks dominanasi

 

 

Pengambilan sampel dengan sweeping net dilakukan pada tiga area berbeda yang dianggap memiliki karakter lingkungan yang berbeda. Pada titik perama dilakukan disekitar area pengisian mobil tangki dan pengolahan limbah, aktifitas manusia pada titik ini terbilang padat, intensias cahaya yang tinggi, terdapat kolam-kolam air dan dominan padang rumputnya terbuka. Pada titik kedua disekitar area tangki timbun, pada area ini jarang terjadi aktifitas manusia, intensias cahaya tinggi, terdapat irigasi air dan padang rumput yang terbuka dan baru mengalami pemangkasan. Pada titik ketiga dilakukan disekitar area bukit, dimana aktifitas manusia pada lokasi ini terbilang jarang, terdapat pepohonan dan semak tersebar didalam lokasi, terdapat kolam-kolam air, dan inensias cahaya yang sedang.


Penangkapan serangga sekitar kawasan FT Tarakan pada titik pertama 84 serangga dengan 15 jenis berbeda. Indek keanekaragaman diperoleh 2,186, artinya keanekaragaman jenis pada titik pertama masuk dalam kaegori sedang. Indeks keseragaman diperoleh 0,756, dimana indeks keseragaman berkisar dari 0-1, semakin besar nilainya berarti persebaran jenis dalam komunitas merata atau kondisi komunitas tersebut stabil. Nilai indeks keseragaman yang tinggi ini juga menggambarkan bahwa kurangnya hubungan yang saling merugikan dalam komunias, sehingga peluang hidup masing-masing jenis dianggap sama dan dapat bertahan dari perubahan lingkungan yang terjadi. Indeks keseragaman juga berbanding terbalik dengan dominansi, dimana tingginya nilai keseragaman berari rendahnya dominansi dari jenis tertentu. Indeks dominansi yang diperoleh yaitu 0,199, artinya nilai D < 1 atau tidak ada jenis yang mendominasi. Titik kedua diperoleh 22 jenis dari 57 serangga yang tertangkap. Indeks keanekaragaman diperoleh 2,842 yang berarti keanekaragaman jenis sedang, indeks keseragaman 0,919 yang berati persebaran jenis merata, dan indeks dominansi 0,080 yang berarti tidak ada dominansi dari jenis serangga tertentu.

Titik ketiga diperoleh 28 jenis dari 97 serangga yang tertangkap. Indeks keanekaragaman diperoleh 2,710 yang berarti keanekaragaman jenis sedang, indeks keseragaman 0,813 yang berati persebaran jenis merata, dan indeks dominansi 0,102 yang berarti tidak ada dominansi dari jenis serangga tertentu.

Hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya pada pengamatan kali ini; sering terjadi hujan pada pagi hari dan terik disore hari sehingga aktifitas serta perkembangan serangga tidak maksimal, aktifitas serangga sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, genangan-genangan air akibat tingginya curah hujan juga dapat merendam telur- telur serangga rerumputan maupun yang membuat sarang dalam tanah. Tingginya jumlah predator seperi burung dan reptil, jumlah individu setiap populasi dalam rantai makanan harus berbentuk seperti piramida dimana pemangsa puncak harus lebih sedikit dibanding mangsanya


agar keberadaan tiap tingkatan ranai makanan tetap terjamin. Beberapa kegiatan operasional juga dapat memberi pengaruh, pada kasus ini yaitu pemotongan rumput secara berkala pada FT Tarakan yang juga termasuk dalam prosedur safety.

 

 

V.3                         Identifikasi Aves

1.      Gereja erasia

 

Nama Ilmiah          : Passer montanus

 

Nama Asing          : Tree Sparrow

Famili        : Passeridae

Status Konservasi: Resiko Rendah

Deskipsi: Burung Gereja Erasia merupakan burung berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 12 sampai 14 cm, berwana coklat. Bagian atas kepala berwarna coklat tua; dagu, tenggorokan, bercak pipi,

dan garis pada mata berwarna hitam; tubuh bagian bawah berwarna kuning-tua keabu-abuan. Tubuh bagian atas berbintik-bintik coklat dengan tanda hitam dan putih

Persebaran Burung Gereja Erasia di Indonesia tersebar hampir di setiap daerah, kita dapat menemukannya di desa maupun di kota-kota besar. Populasi burung gereja erasia lebih banyak ditemukan di dataran rendah. Namun pada umumnya lebih banyak ditemukan di area terbuka di luar kota seperti di lahan-lahan pertanian, peternakan, padang rumput alami, rawa-rawa dan hutan-hutan sekunder. Burung ini tidak termasuk burung yang dilindungi dikarenakan populasinya yang masih banyak dan resiko kepunahan rendah.


2.      Bondol coklat

 


Nama ilmiah : Lonchura atricapilla

Nama lain : Chesnut munia

Famili : Estrildidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Tubuh berukuran 11-12 cm, didominasi warna cokelat dengan kepala hitam. Burung muda seluruhnya berwarna coklat kotor. Iris mata berwarna merah, paruh abu-abu biru,


dan kaki kebiruan. Burung muda berwarna cokelat kotor. Ras-ras tertentu memiliki warna hitam di perutnya atau semburat kuning atau jingga di sekitar ekornya. Jantan dan betina berwarna serupa, namun hanya jantan yang berkicau.

Menyukai daerah terbuka dataran rendah seperti padang rumput, rawa-rawa berumput, alang-alang, sawah, ladang, tepi hutan, tepi mangrove, tambak dan semak-semak. Di Sumatra, terutama didapati di dataran rendah dan di pulau-pulau sebelah timur. Di Kalimantan, didapati sangat banyak di dataran rendah hingga ketinggian 1.800 m. Burung ini diketahui hidup tersebar mulai dari India, Nepal, Bangladesh, Burma, Cina, Taiwan, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Indonesia, dan Filipina. Burung ini di Indonesia terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan sekitarnya (Togian, Muna, Buton, Banggai), Halmahera, dan Ambon.

3.      Kapinis rumah

Nama ilmiah : Apus nipalensis

Nama lain : Little swift

Famili : Apodidae

Status konservasi : Resiko rendah

 

Deskripsi: Kapinis rumah mempunyai tubuh mempunyai ukuran sedang (15 cm).. Ekor bertakik, bukan menggarpu. Warna kehitaman semakin   gelap,   kerongkongan   dan   tunggir

semakin putih, ekor terpotong perkiraan lurus. Iris coklat tua, paruh hitam, kaki coklat. Hidup dalam kelompokan besar. Berburu dengan kegiatan terbang yang bersama-sama membentuk kelompok. Burung ini termasuk burung yang memakan serangga kecil, umumnya spesies ini memiliki habitat di daerah terbuka, pesisir pantai, perkotaan, dan tersebar hingga ketinggan


1500 mdpl. Burung ini Tersebar di pulau sumatera, kalimantan, jawa, bali dan sulawesi. Status konservasi spesies ini tidak termasuk ke dalam hewan yang hampir punah, oleh karena itu tidak termasuk ke dalam hewan yang dilindungi.

4.      Cucak Kutilang

 

 

Nama Ilmiah : Pycnonotus aurigaster Nama lain  : Sooty-headed Bulbul Familia           : Pycnonotidae

Status Konservasi: Resiko Rendah

Deskripsi: Tubuh cucak kutilang berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 20 cm. Sisi bagian atas tubuh (punggung dan ekor) berwarna coklat kelabu,

sedangkan sisi bawah (tenggorokan, leher, dada, dan perut) berwarna putih keabu-abuan. Memiliki topi, dahi, dan jambul berwarna hitam. Memiliki tunggir (bagian muka ekor) berwarna putih, serta penutup pantat berwarna kuning jingga.

Habitat cucak kutilang mulai dari pepohonan terbuka, tepi hutan, semak belukar, vegetasi sekunder, tepi jalan, pekarangan, kebun, hingga taman-taman di perkotaan. Umumnya tersebar mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m dpl. Burung cucak kutilang merupakan burung asli pulau Jawa, Indonesia.

5.      Kareo padi

Nama Ilmiah : Amaurornis phoenicurus Famili                     : Rallidae

Status konservasi : Resiko rendah

Ukuran tubuh sekitar 30 cm. Khas dengan warna abu dan putih mencolok. Mahkota dan tubuh bagian atas berwarna abu-abu. Muka, dahi, dada dan bagian atas perut berwarna putih dan bagian bawah perut serta ekor bagian bawah berwarna merah karat. Iris

berwarna merah, parut kehijauan dengan pangkal merah dan kaki berwarna kuning. Hidup sendiri atau berpasangan. Berjalan mengendap-endap dalam semak dan keluar ke tempat terbuka untuk mencari makan. Makanan hewan ini berupa biji-bijian, rumput, ikan, belalang, serangga dan cacing. Habitat dari burung kareo padi umumnya daerah hutan mangrove, tambak, sawah, sungai, rawa, dan danau. Penyebarannya yaitu India, Cina Selatan, Asia


Tenggara, Filipina, Sunda Besar, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi dan Nusa tenggara dan hidup sampai pada ketinggian 1.600 mdpl.

6.      Kokokan laut

Nama ilmiah : Butorides striata

Famili : Ardeidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Burung kokokan laut memiliki ukuran sedang (

25 cm ), berwarna abu-abu gelap. Burung dewasa memiliki mahkota dan jambul panjang menjuntai berwarna hitam kehijauan mengkilap. Dengan garis hitam mulai dari pangkal paruh sampai ke bawah mata dan pipi.

Memiliki sayap dan ekor berwarna kehitaman dengan bulu mengkilap kehijauan berpinggir kuning tua, perut abu-abu kemerahjambuan, dagu berarna putih dan burung betina memiliki ukuran yang lebih kecil dari jantan. Burung remaja memiliki warna kecoklatan dengan bintik- bintik putih. Iris kuning, paruh hitam dan kaki berwarna kuning. Kokokan laut bersifat penyendiri dan pemalu, mengintai mangsa dengan bersembunyi atau berdiam didalam atau dekat semak-semak atau hutan mangrove. Mangsanya berupa ikan, udang, serangga, bahkan reptil kecil. Penyebarannya sendiri tersebar luas hampir di seluruh wilayah tropis dunia.

7.     
Text Box: Nama Ilmiah: Anthreptes malacensis
Famili	: Nectariniidae Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Burung madu kelapa berukuran sedang, seekitar 13 cm. Burung jantan memiliki mahkota dan punggung yang berkilau, tunggir, penutup sayap, ekor dan kumis yang berkilau. Burung betina memiliki warna yang didominasi

Madu kelapa

oleh warna kuning. Seperti burrung madu pada

Text Box: umumnya, burung madu ini juga pemakan nectar dari tumbuhan, sehingga habitatnya sering dijumpai di daerah pepohonan yang berbunga. Kadang-kadan juga sampai ke kebun bunga peliharaan masyarakat di pemukiman. Burung madu ini tersebar hampir di seluruh asia tenggara, diantaranya, Myanmar, Brunai, Malaysia dan Indonesia. Burung madu kelapa juga dapat hidup hingga ketinggian 1200 mdpl.


8.      Murai Batu

Nama Ilmiah         : Copsychus malabaricus

Famili                    : Muscicapidae Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Bubut alang-alang brukuran cuku besar, sekitar 42-52 cm. Warnanya coklat kemerahan dan hitam. Kepala, leher, dada, tubuh bagian bawah, ekor hingga kaki berwarna hitam gelap, sedangkan sayap dan punggung berwarna coklat kemerahan. Burung ini adalah pemakan ulat, laba-laba,belalang, dan

serangga. Oleh karena itu, burung bubut alang-alang ini sring dijumpai di daerah belukar, payau, daerah berumput terbuka serta padang alang-alang. Penyebarannya yaitu india, cina, mayoritas asia tenggara, terasuk di inodonesia. Di Indonesia senriri, burung ini tersebar hamper di seluruh indonsia hingga ketinggian 1500 mdpl.

9.      Merbah Cerukcuk

 

 

Nama Ilmiah         : Pycnonotus goiavier

Famili                    : Pycnonotidae Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Merbah cerukcuk berukuran sekitar 16-18 cm. Bertubuh agak ramping, leher pendek, dan ekor agak panjang. Merbah umumnya berwarna suram coklat zaitun, abu-abuan atau kekuningan. Warna hitam di kepala, jambulnya dapat digerak-gerakkan. Tetapi ada juga sebagian spesiesnya memiliki warna-

warni yang cerah: kuning, jingga, merah pada dada, perut atau seluruh tubuhnya. Jantan dan betina memiliki berwarna serupa. Habitatnya berupa hutan sekunder yang tidak terlalu banyak pepohonannya dan juga terdapat disekitaran pinggir jalan serta kebun yang tak jauh dari pemukiman masyarakat. Merbah adalah burung pemakan buah-buahan dan serangga. Burung ini biasanya bergerak secara berkelompok dan kadang-kadang bergabung bersama jenis burung cucak-cucakan lainnya untuk mencari makan berupa aneka buah kecil-kecil dan serangga di hutan setengah terbuka dan semak belukar. Selain itu, burung ini juga memiliki suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam sehingga banyak juga dikenal sebagai burung


pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Merbah cerukcuk tersebar mulai dari dataran rendah hingga perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian 1500 mdpl.

10.    Lovebird

Nama Ilmiah : Agaporis fischeri

Familia : Psittacidae

Status Konservasi : Resiko Rendah

Deskripsi: Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies burung cinta kepala abu-abu berasal dari Madagaskar.

Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidup rata-rata mereka adalah 10 sampai 15 tahun. Di Indonesia, paling banyak ditemukan di Papua dan ditemukan juga di Sumatera Utara.

11.    Kasturi Ternate

Nama ilmiah : Lorius garrulus

Famili : Psittacidae

Status konservasi : Resiko rendah ( Dilindungi ) Deskripsi: Burung nuri yang hidup di hutan endemik   Maluku    Utara,   Indonesia.   Hal                                 ini dianggap rentan, ancaman utama dari perangkap untuk perdagangan burung sangkar. Nuri masih banyak ditemui di habitatnya, namun hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus

berlanjut untuk perdagangan, mengancam keberadaan burung ini dan spesies lainnya pada masa yang akan datang. Nuri dievaluasikan sebagai berisiko rendah di dalam IUCN Red List. Nuri telah dilindungi oleh undang-undang R.I no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.


12.    Cekakak Sungai

Nama Ilmiah : Halcyon chloris

Familia         : Alcedenidae

Status Konservasi: Resiko Rendah

Dekripsi: Burung cekakak sungai memiliki ukuran tubuh sedang. Warna putih terlihat di bagian depan wajah dekat paruh, tenggorokan, sisi leher sampai tengkuk, dada, perut, dan tunggirnya. Warna biru tampak di bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, punggung,

sayap, dan ekornya. Lalu warna hitam terlihat di area sisi wajah, pinggiran ujung sayap, dan sisi pinggir bawah ekornya. Paruhnya berwarna hitam dengan ukuran agak panjang dan berbentuk pipih yang lumayan tebal. Matanya berukuran agak besar dan berwarna hitam kecokelatan serta memiliki sorot pandang yang tajam. Kakinya berwarna hitam keabu-abuan yang berukuran sedang dengan bentuk agak besar atau berotot.

Cekakak Sungai mendiami daerah dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian mencapai 1200 meter di atas permukaan laut. Area lahan yang menjadi tempat tinggalnya terletak di area terbuka yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat seperti pinggiran kota, perkebunan, dekat aliran air, dan tepian pantai. Burung cekakak sungai dapat dijumpai di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua.

13.    Layang-layang Batu


 

                      Foto Survei 2023                


Nama Ilmiah       : Hirundo tahitica Famili    : Hirundinidae Status konservasi : Resiko rendah

Deskipsi: Layang-Layang Batu memiliki ukuran tubuh sekitar 13 cm. Panjang sayap melebihi ekor. Pada bagian atas berwarna biru gelap dan tenggorokan berwarna merah karat. Habitatnya ditemukan pada daerah pemukiman penduduk,


lahan pertanian serta area yang terbuka. Makanannya berupa serangga. Lokasi yang biasa ditemukan terlihat terbang menangkap mangsa secara beramai-ramai atau sendiri dan bertengger di pagar atau atap gedung. Juga ditemukan bersarang di bawah atap gedung.


14.    Punai Gading

 

               Foto Survei 2023                 


Nama Ilmiah           : Treron vernans Famili  : Columbidae Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Tubuh berukuran 26 cm. Jantan memiliki ciri-ciri leher dan dada bagian atas berwarna kemerah- jambuan, bercak dada jingga, dan punggung berwarna hijau. Sedangan pada betina tidak terdapat warna khas pada tubuh bagian depan seperti pada jantan. Hanya


berwarna hijau dengan warna penutup ekor bagian bawah lebih pucat. Burung ini dapat ditemukan di daerah Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Kamboja. Umumnya berhabitat di hutan pantai, hutan mangrove, hutan sekunder, hutan rawa-rawa, perkebunan yang berpohon jarang, di sekitar permukiman, tempat- tempat terbuka dan dapat hidup sampai ketinggian 1200 mdpl.

15.  Perkutut Jawa

Nama Ilmiah           : Geopelia striata Nama Asing : Zebra Dove Familia        : Columbidae

Status Konservasi: Resiko Rendah

Deskripsi: Burung Perkutut Jawa memiliki ciri-ciri tubuh berukuran sekitar 20-25 cm, paruh pendek, ekor panjang, bulu sekitar mata berwarna kuning, tubuh bagian wabah bergaris-garis, penutup sayap bagian bawah kardu tua, kaki pendek kecoklatan, paruh

sedikit mengarah kebawah. Jenis ini endemik di Maluku Tengah dan Nusa Tenggara, termasuk Sumba di dalamnya. Burung pemakan biji ini seringkali bermain di tanah untuk mencari makan. Habitat dari burung ini terdapat di huran primer, sekunder, hutan mangrove dan di lahan-lahan terbuka. Burung ini tidak termasuk dalam satwa yang dilindungi oleh pemerintah.


16.    Elang Bondol


primer berwarna hitam, dan tungkai berwarna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


17.    Kipasan Belang

 

 


 

Nama Ilmiah : Rhipidura javanica Famili     : Rhiphiduridae Status Konservasi: Resiko Rendah

Deskripsi: Kipasan belang memiliki tubuh berukuran sedang (19 cm). Dewasa: Tubuh bagian atas abu-abu jelaga. Alis, dagu, dan tenggorokan putih. Garis hitam khas pada dada. Tubuh bagian bawah putih. Ujung bulu ekor putih lebar. Remaja: tunggir dan penutup ekor atas


kemerahan. Pita dada kurang terlihat. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. Bersifat aktif, berpindah dari satu tenggeran ke yang lain. Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga dan memiliki habitat di daerah terbuka, hutan sekunder, hutan mangrove, pekarangan. tersebar sampai ketinggian 1.500 mdpl. Perserbarannya sendiri terdapat di Pulau Sumatera, semenanjung malasyia, filiphina, Kalimantan, jawa, bali dan lombok.


18.    Merpati Batu

 

 


Nama Ilmiah            : Columba livia

Nama Asing             : Colombus Dove Familia : Columbidae

Status Konservasi: Resiko Rendah

Deskripsi: Merpati karang merupakan salah satu jenis burung merpati dengan badan gempal dan leher yang pendek dengan paruh ramping dengan cere yang berair. Merpati makan biji-bijian, buah dan tanaman, merpati jenis ini banyak ditemukan di berbagai kota di dunia,


sering dijumpai bertengger di bangunan, pepohonan maupun pagar, dan burung ini cukup jinak dengan manusia.

Tabel 3. Kelimpahan relatif tiap spesies burung di FT Tarakan

 

 

No.

Nama lokal

Nama Ilmiah

Jumlah

Kelimpahan

Relatif

Skala

Urutan

1

Burung Gereja Erasia

Tree Sparrow

Passer

montanus

265

13.25

Umum

2

Bondol Coklat

Scaly-brasted Munia

Lonchura

atricapilla

36

1.8

Tidak

Umum

3

Kapinis Rumah

Little swift

Apus

nipalensis

73

3.65

Sering

4

Cucak Kutilang

Sooty-headed Bulbul

Pycnonotus

aurigaster

29

1.45

Sering

 

5

Kareo Padi White-breasted

waterhen

Amaurornis phoenicurus

 

3

 

0.15

Tidak umum

6

Kokokan Laut

Butorides

striata

2

0.1

Tidak

umum

7

Madu Kelapa

Brown-throated sunbird

Anthreptes

malacensis

5

0.25

Tidak

umum

8

Murai Batu

White-rumped shama

Copsychus malabaricus

3

0.15

Tidak Umum

9

Merbah Cerukcuk

Yellow-vented Bulbul

Pycnonotus

goiavier

93

4.65

Sering

 

10

Loverbird Love-bird

Agapornis lilianae

 

36

 

1.8

Tidak Umum

11

Kasturi ternate Musk bird ternate

Lorius garullus

4

0.2

Tidak Umum

 

12

Cekakak Sungai Collared kingfisher

 

Halcyon chloris

 

68

 

3.4

 

Sering


 

13

Layang-layang Batu Pacific swallow

Hirundo tahitica

 

28

 

1.4

Tidak umum

 

14

Punai Gading

Pink-neckeed green

pigeion

 

Treron vernans

 

16

 

0.8

Tidak umum

 

15

Perkutut Jawa Zebra dove

Geopelia striata

 

36

 

1.8

Tidak umum

 

16

Elang Bondol Brahminy kite

 

Haliastur indus

 

15

 

0.75

Tidak umum

 

17

Kipasan Belang White-troated fantai

Rhipidura javanica

 

14

 

0.7

Tidak umum

 

18

Merpati Batu Colombus dove

 

Columba livia

 

19

 

0.95

Tidak umum

 

 

Pembahasan

 

Berdasarkan hasil pengamatan dan survei keanekaragaman hayati yang di lakukan di FT Tarakan, Kalimantan Utara, ditemukan 18 jenis Aves dengan metode Encounter Rates (tingkat pertemuan) serta jumlah keseluruhan spesies yang ditemukan yaitu 745 ekor dari keseluruhan spesies. Pada umummnya spesies Aves yang di temukan pada saat melakukan pengamatan di area FT Tarakan merupakan spesies burung-burung liar yang menghuni kawasan FT Tarakan yang biasanya diakibatkan oleh letak areal, lingkungan sekitar, kelimpahan flora dan fauna di dalam areal serta faktor ekologis lainnya.

Terdapat 4 kategori penjumpaan jenis burung di lokasi pengamatan. Kategori tersebut berupa kategori jarang, tidak umum, sering dan umum dijumpai. Spesies yang umum di jumpai di lokasi pengamatan adalah Burung Gereja Erasia Passer montanus, Merbah Cerukcuk Pycnonotus goiavier dan Kapinis rumah Affus affinis. Burung ini merupakan jenis dominan yang hidup di sekitaran lokasi pengamatan. dari 18 jenis aves yang ditemui di stasiun pengamatan hanya terdapat 1 jenis aves yang dilindungi oleh pemerintah yaitu burung Elang bondol Haliastur indus. untuk burung jenis lainnya kebanyakan merupakan burung pemukiman dan ada beberapa burung budidaya dan burung yang di introduksi di sekitar lokasi pengamatan. hal ini disebabkan juga karena memang lokasi pengamatan yang ditentukan dekat dan berdampingan dengan pemukiman.

Spesies yang paling banyak ditemukan adalah jenis burung Gereja Erasia dengan jumlah keseluruhan sebanyak 265 ekor serta burung Merbah Cerukcuk dengan jumlah 93 ekor yang


artinya tegolong kedalam jenis yang umum dijumpai. Adapun spesies yang termasuk kedalam kategori jarang dijumpai yaitu burung Kokokan Laut dengan nilai kelimpahan hanya 0,1 atau hanya dijumpai 2 ekor selama pengamatan. Adanya perbedaan jumlah spesies pada pengamatan ini tak terlepas dari faktor predasi yang terjadi antar spesies yang ada. Faktor lain seperti letak wilayah kawasan dan pengaruh lingkungan sekitar juga berpengaruh dalam perbedaan jumlah spesies yang ada. Jenis Aves yang mendominasi merupaka jenis aves pemakan biji-bijian dan insektavora serta daya adaptasi yang dimilikinya sangat tinggi. Hal inilah yang menjadikan faktor penting suatu jenis Aves mampu mendominasi di kawasan FT Tarakan ini karena kelimpahan flora fauna yang ada di kawasan ini yang juga di dominasi oleh padang rumput yang terbuka.

Keanekaragaman spesies burung di suatu wilayah ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain luas wilayah serta letak geografis dari habitat lain, keanekaragaman dalam tipe habitat tersebut dan kualitas habitat secara umum, dan luas daerah ekoton. Sebagai salah satu komponen ekosistem, burung mempunyai hubungan timbal balik dan saling tergantung dengan lingkungannya. Oleh karena peran dan manfaat ini maka kehadiran burung dalam suatu ekosistem perlu dipertahankan. Khusus untuk di lokasi pengamatan sendiri yang dilakukan di FT Tarakan, Keanekaragaman burung masih terjaga cukup baik dengan ditemukannya banyak spesies burung di lokasi pengamatan, selain itu terdapat beberapa penangkaran burung didalam lokasi sehingga cukup membantu dalam pelestarian ekosistem khususnya burung. lokasi geografis juga sangat mendukung keberagaman spesies burung yang ditemukan, khususnya FT Tarakan terletak di perbukitan dan dekat dengan pesisir laut sehingga Aves yang ditemukan sangat beragam.


V.4   Identifikasi Fauna Lain

1.      Tupai kelapa


 

 

Nama ilmiah : Callosciurus notatus Nama Inggris : Plantain squirrel Famili : Sciuridae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi : Mamalia kecil ini memiliki ekor seperti sikat. Panjang kepala dan tubuh yaitu 150-225 mm dan ekornya


160-210 mm dengan berat 150-280 gram. Sisi atas tubuh kecoklatan dengan bintik-bintik halus kehitaman dan kekuningan. Di sisi samping tubuh agak kebawah diantara tungkai depan dan belakang, terdapat setrip berwarna pucat kekuningan dan hitam. Ekor coklat kekuningan berbelang-belang hitam. Hewan ini aktif di siang hari seperti namanya sering ditemukan berkeliaran di cabang dan ranting pohon. Umumnya tupai ini dapat ditemukan di kebun-kebun, perkebunan, dan hutan sekunder. Kita juga dapat menemukannya di hutan-hutan, rawa, juga di semak belukar dan hutan payau atau mangrove. Tupai ini dapat ditemukan di Negara Malaysia, Thailand dan Indonesia. Untuk wilayah Indonesia dapat ditemukan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

2.      Kucing domestik

Nama ilmiah : Felis catus Nama Inggris : Cat Famili : Felidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi : Karakteristik fisik yang dimiliki kucing antara lain tubuh yang fleksibel dan padat, penglihatan dan adaptasi visual yang tajam pada

malam hari, cakar (kuku) yang dapat ditarik masuk, gigi yang tajam, dan pengurangan jumlah gigi mencerminkan adaptasi karnivora. Kumis pada kucing sangat sedikit dan terdapat di bagian hidung bawah, kumis kucing terdapat 3-6 kumis di bagin hidung bawah. Kumis kucing ini memiliki panjang 1-1,5 cm, berbentuk bulat memanjang dan berwarna putih. Ekor kucing ini memiliki bentuk bulat memanjang dengan panjang 5-8 cm bahkan lebih. Kucing jenis ini lebih sering disebut kucing rumah, termasuk kedalam kelompok Mamalia. Kucing merupakan predator terhadap hewan lain (Karnivora) namun tidak terlalu berbahaya bagi manusia dikarenakan ukurannya yang tidak terlalu besar. Kucing juga memiliki begitu banyak ras dan termasuk hewan yang mengalami domestikasi.


3.      Bekantan

 


Nama ilmiah : Nasalis larvatus Nama Inggris : Long nosed Monkey Famili : Cercopithecidae

Status konservasi : Genting

Deskripsi : Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat


mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit. Bekantan merupakan hewan endemik pulau kalimantan yang tersebar di hutan bakau,

rawa dan hutan pantai. Ciri utama yang membedakannya dengan monyet jenis lain ialah hidung yang panjang hanya dapat ditemukan pada spesies jantan. Bekantan termasuk jenis mamalia yang dilindungi dari ancaman kepunahan akibat dari konversi lahan hutan dan degradasi habitat. Berdasrkan hal ini, Bekantan temasuk satwa dengan status terancam punah (Endangered) dalam daftar merah IUCN Spesies ini dilindungi baik oleh organisasi dunia maupun Pemerintah Indonesia.

4.      Biawak air

Nama ilmiah : Varanus salvator Nama inggris : Water monitor Famili : Varanidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi : Biawak ini dapat berukuran panjang sekitar 1.5 meter hingga 2 meter dengan berat mencapai 19 kg.

Spesimen-spesimen yang sering ditemui rata-rata memilikipanjang tidak lebih dari 1.5 meter dan berat hanya sekitar 4 sampai 6 kg. Bentuk kepalanya meruncing. Kulitnya kasar dan berbintik-bintik kecil agak menonjol. Warna tubuhnya hitam atau indigo dengan bercak bercak tutul dan bulatan berwarna kuning pucat dari bagian atas kepala, punggung, hingga pangkal ekor. Bagian perut dan leher berwarna lebih pucatdengan bercak-bercak agak gelap. Ekor berwarna dasar sama dengan tubuh dan dihiasi belang-belang samar berwarna kuning pucat yang berbaur (blending) dengan warna dasar. Untuk biawak muda, biasanya berwarna dasar cokelat gelap dengan bercak-bercak pucat seperti induknya.


Biawak air tersebar luas di benua Asia, di indonesia sendiri hewan ini dapat ditemukan di pulau jawa, kalimantan, sumatera, sulawesi dan nusa tenggara. Biawak air, sesuai dengan namanya, tinggal tidak jauh dari sumber air atau perairan. Habitat kesukaannya adalah pinggiran sungai atau rawa-rawa hutan. Kadang-kadang, biawak ini juga tinggal di daerah pertanian, perkebunan, hingga pemukiman - menjadi salah satu hewan liar yang memangsa unggas peliharaan penduduk. Biawak ini sangat pandai berenang dan memanjat pohon dan sering terlihat beraktivitas pada siang hari. Makanan utamanya adalah tupai, tikus, burung, reptilia kecil, katak, ikan, dan kepiting sungai.

5.      Kadal kebun

Nama ilmiah : Eutropis multifasciata Nama inggris : Easr indian brown skink Famili : Scincidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi : Kadal ini berukuran agak kecil, spesimen yang sering ditemui sehari-hari berukuran sebesar

jempol kaki dengan panjang antara 18 hingga 22 cm dengan sekitar 60% dari panjangnya adalah panjang ekor. Kepalanya berbentuk lancip dengan leher yang sangat pendek. Penampang badannya berbentuk persegi atau kotak. Tubuh bagian atas berwarna cokelat tua atau cokelat keabu-abuan mengkilap dengan sisi tubuh berwarna keemasan, terutama dekat leher. Terkadang juga dihiasi bintik-bintik kecil berwarna hitam dan/atau pucat di punggung dan sisi badannya. Bagian leher bawah berwarna cokelat muda dan bagian perut hingga anus berwarna cokelat pucat. Moncong/bibir mulut berwarna kemerah-merahan. Ekor berwarna sama dengan tubuhnya, dengan dihiasi garis samar berwarna gelap di sisi ekor. Lengan kaki juga berwarna sama dengan tubuh atasnya.

Kadal ini biasanya ditemukan di pinggiran hutan, kebun, ladang/tegalan, persawahan, serta di permukiman penduduk. Kadal kebun menghabiskan sebagian besar waktunya di tanah. Biasanya kadal ini menyukai celah-celah dan tebing yang berbatu sebagai tempat tinggal dan untuk mencari mangsanya. Mangsanya adalah serangga kecil, cacing, laba- laba, larva dan terkadang juga reptilia lain yang berukuran lebih kecil. Kadal yang dipelihara juga menyukai potongan sayur atau buah-buahan. Jika terancam, kadal kebun mempertahankan diri dengan memutuskan ekornya yang dapat bergerak-gerak sendiri (autotomi) untuk mengalihkan perhatian pengganggunya


6.      Anjing domestik


Nama ilmiah : Canis lupus familiaris

Nama inggris : Dog Famili : Canidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Anjing ras sangat bervariasi dalam ukuran, penampilan dan tingkah laku dibandingkan dengan


hewan peliharaan yang lain. Sebagian besar anjing masih mempunyai ciri-ciri fisik yang diturunkan dari serigala. Anjing adalah hewan pemangsa dan hewan pemakan bangkai, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan. Ciri-ciri khas dari moyang serigala masih bertahan pada anjing, walaupun penangkaran secara selektif telah berhasil mengubah bentuk fisik berbagai jenis anjing ras.

Anjing memiliki otot yang   kuat,   tulang   pergelangan   kaki   yang   bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta kecepatan berlari, dan gigi untuk menangkap dan mencabik mangsa. Bila dibandingkan dengan struktur tulang kaki manusia, secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki. Habitatnya sendiri anjing dapat ditemukjan dimanapun di dunia kecuali daerah sekitar equator kutub utara maupun kutub selatan


7.      Ikan tembakul

 


 

Nama ilmiah : Periopthalmodon schlosseri

Nama inggris : Mudskipper Famili : Oxudercidae

Status konservasi : Resiko rendah

Deskripsi: Bentuk dan perawakan ikan ini sangatlah khas. Kedua matanya menonjol di atas kepala seperti


mata kodok, wajah yang dempak, dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan. Badannya bulat panjang seperti torpedo, sementara sirip ekornya membulat. Panjang tubuh bervariasi mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm. Hidup di wilayah pasang surut, tembakul biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, tembakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan. Keahlian yang dimiliki ikan yang satu ini, selain dapat bertahan hidup lama di daratan (90% waktunya dihabiskan di darat), tembakul dapat memanjat


akar-akar pohon bakau, melompat jauh, dan ‘berjalan’ di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, sehingga sirip ini dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan melompat.

 

 

VI.   Kesimpulan

 

Berdasarkan hasil survei diperoleh 83 spesies tumbuhan, 3 spesies mangrove, 7 ordo serangga dengan jumlah 69 spesies. Selain itu, diperoleh 18 spesies burung dimana spesies yang paling banyak ditemukan adalah jenis burung Gereja Erasia dengan jumlah keseluruhan sebanyak 265 ekor serta burung Merbah Cerukcuk dengan jumlah 93 ekor serta terdapat 7 spesies fauna lainnya.






Comments

Popular posts from this blog

IDENTIFIKASI PARAMETER FLORA dan FAUNA DILINDUNGI DAN LANGKA PT. PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL TARAKAN 2025

  IDENTIFIKASI PARAMETER FLORA DIL INDUNGI DAN LANGKA PT. PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL TARAKAN

“Quail-Biome Nexus: Integrasi Puyuh sebagai Model Agro-Biodiversitas Sirkular untuk Pangan, Energi, dan Ekosistem”

 

Status Keanekaragaman Hayati FT Tarakan 2023

  A.           Pendahuluan Sesuai dengan Kebijakan Perusahaan mengenai perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan lokasi. Fuel Terminal Tarakan telah menetapkan lokasi sebagai kawasan konservasi keanekaragaman flora dan fauna. Kawasan tersebut terletak di dalam area kantor Fuel Terminal Tarakan dan ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, termasuk juga memelihara beberapa hewan. Laporan dibawah menunjukkan data flora dan fauna di Fuel Terminal Tarakan periode 2023.   B.            Identifikasi Flora dan Fauna Identifikasi berasal dari kata identik yang artinya sama atau serupa, dan untuk ini tidak terlepas dari nama latin. Identifikasi tumbuhan dan satwa adalah menentukan nama yang benar dan tempatnya yang tepat dalam klasifikasi. Melakukan identifikasi tumbuhan dan satwa berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas suatu tumbuhan dan satwa yang dalam hal ini tidak lain darip...