I.
Latar Belakang
Keanekaragaman hayati mempunyai peranan
yang sangat penting
dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan suatu
ekosistem. Namun, seiring dengan meningkatnya
pertumbuhan penduduk dan diikuti oleh peningkatan aktivitas dan kebutuhan masyarakat akan lahan sehingga
dapat mengancam kelestarian keanekargaman hayati di suatu ekosistem.
Pertamina hadir sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi
meliputi
minyak, gas, serta energi
baru dan terbarukan. Pertamina menjalankan kegiatan
bisnisnya
berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga
dapat berdaya saing yang
tinggi di dalam era globalisasi. PT. Pertamina (Persero)
FT Tarakan terletak
Jl. Yos Sudarso No.15, Lingkas Ujung,
Kec. Tarakan Tim., Kota
Tarakan, Kalimantan Utara.
Besarnya isu-isu
lingkungan serta dampak-dampak pertambangan akan memberikan
pengaruh terhadap biodiversitas di sekitar lokasi aktivitas pertambangan dan aktivitas-aktivitas
lainnya. Dengan kata lain, survei keanekargaman hayati di lokasi PT. Pertamina
(Persero) FT
Tarakan, Kalimantan Utara sangat diperlukan untuk
menajemen pengelolaan kawasan depot sehingga dapat terjadi keseimbangan antara melestarikan keanekaragaman hayati dengan berbagai kebutuhan lainnya.
II.
Tujuan
Tujuan dilakukannya survey biodiversitas yaitu:
1.
Melakukan pemantauan untuk
mengetahui jenis flora fauna, kondisi
Bio-ekologi, dan
biodiversitas di lokasi PT. Pertamina (Persero) FTTarakan.
2.
Memberikan rekomendasi mengenai penanaman atau penataan flora yang cocok pada lokasi
FT
Tarakan.
III.
Metode Pengambilan Data
Survei ini dilakukan dengan berbagai
metode untuk mengetahui jumlah dan jenis flora
dan faunanya. Adapaun metode
yang dilakukan sebagai
berikut:
1.
Tumbuhan
Survei
tumbuhan dilakukan dengan Metode jelajah
pada Kawasan sekitar
depot pertamina (Kustiari, 2015). Metode jelajah
dilakukan dengan mengelilingi lokasi dan mencatat
semua jenis tumbuhan yang ditemukan kemudian mengambil gambar
masing-masing spesies lalu diidentfikasi ulang.
2.
Burung
Metode yang digunakan
adalah metode Encounter
Rates (tingkat pertemuan) yaitu pengamatan
langsung dengan cara menjelajah dan menghitung setiap individu yang ditemui. (Bibby
et al. 2000) Adapun pelaksanaannya
:
-
Pengambilan data
dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu
pukul 06.00-09.00 WITA dan 15.30-
17.30 selama 5
hari.
-
Memotret dan menghitung jumlah burung yang ditemukan
-
Mengidentifikasi jenis burung
yang ditemukan menggunakan buku identifikasi
- Kemelimpahan relatif di
hitung menurut Lowen dkk (Colin Bibby. 2000)
Rumus:
Kemelimpahan relatif
= Jumlah individu
tiap jenis burung/
Jumlah Jam Pengamatan
3.
Serangga
Sampling serangga dilakukan untuk
mengetahui jumlah dan jenis serangga yang ada di lokasi depot pertamina, metode yang dilakukan yaitu metode
jelajah dan metode perangkap jaring (Sweep net) (Siregar et
al. 2014).
a.
Metode jelajah
Metode yang dilakukan yaitu metode
jelajah untuk mendata jenis serangga yang ada di lokasi depot pertamina dengan cara pengamatan langsung dan
mengambil gambar tiap jenis spesies yang ditemukan di kawasan depot pertamina (Bookhout, 1996).
b.
Metode Perangkap Jaring
-
Memilih lokasi padang rumput, kemudian lakukan penangkapan serangga dengan menggunakan perangkap jaring (sweep
net)
-
Mengayunkan sweep net ke kiri dan ke kanan di permukaan padang
rumput, setiap melangkah dilakukan 1 kali ayunan. Dilakukan sepanjang 10 m.
-
Menutup pangkal sweep net agar
serangga yang tertangkap
tdk lepas, kemudian dimasukkan kedalam
botol pembunuh yang berisi alcohol, biarkan serangga mati
-
Melakukan penangkapan dengan
menggunakan sweep net dengan jumlah
ayunan dan langkah yang sama di tempat yang berbeda.
-
Melakukan pengamatan dan perhitungan di laboratorium.
-
Mengambil serangga satu persatu secara
acak menggunakan pinset.
-
Mengambil dan mengamati serangga
satu persatu dan letakkan pada kertas serta beri tanda + apabila serangga berbeda, 0 apabila kedua serangga sama.
-
Perhitungan dilakukan menggunakan
indeks keanekaragaman atau indeks diversitas (I.D) Kennedy
Rumus:
ID Kennedy = Jumlah
tanda (+) / Jumlah
serangga yang di amati
IV.
Lokasi Survei
Survei ini dilakukan di PT. Pertamina
(Persero) TBBM Tarakan yang terletak
di Jl. Yos
Sudarso No.15, Lingkas Ujung, Kec. Tarakan
Tim., Kota Tarakan,
Kalimantan Utara.
Survei
dilakukan pada tanggal 09 Juli - 15 Juli 2019.
V. HASIL
V.1.1 Tumbuhan
1.
Acacia mangium

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal:
Akasia Familia : Fabaceae
Deskripsi: Akasia merupakan salah satu jenis pohon besar berbunga
yang tumbuh mencapai
ketinggian 30 meter. Memiliki
bunga berwarna kuning. Akasia berhabitus pohon, memiliki daun berbentuk filodial relatif tebal dan berwarna hijau mengkilat. Bunga muda berwarna
hijau dan bunga tua
berwarna kuning berbentuk bongkol duduk dalam
malai bertipe bunga majemuk. Buah bertipe buah polong. Aksia memiliki manfaat
sebagai tanaman penenduh dan dapat dijadikan sebagai ekstrak alami
pembuatan parfum.
2.
Pterocarpus indicus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Angsana Familia : Fabaceae
Deskripsi : Angsana merupakan pohon meranggas dan jenis tanaman
pohon tinggi, tingginya dapat mencapai 10-40
m. Diameter batang tebal, biasanya
bentuk batangnya pendek, terputir, beralur dalam, dan
berbanir. Kayu angsana mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut 'kino' atau
darah naga. Ciri utamanya
terletak pada buah polong bundar pipih, dikelilingi sayap tipis seperti
kertas, dengan diameter 6 cm, tidak
memecah ketika masak.
3. Sphagneticola trilobata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal :
Bunga Matahari kecil Familiaa : Asteraceae
Deskripsi : Memiliki bentuk
bunga
yang
menyerupai bunga matahari,
sehingga dinamai bunga matahari kecil. Termasuk kategori
tanaman annual (tahunan), dengan tinggi rata-rata
30 hingga 45 cm. Bunga kuning cerah sangat kontras
dengan daun-daun
yang berwarna hijau,
toleran terhadap suhu panas, dan menyukai sinar matahari langsung. Daunnya tersusun berpasangan di sepanjang batang,
berbentuk belah ketupat
hingga bulat telur.
Manfaat sebagai tanaman hias atau tanaman penutup
tanah.
4.
Tridax procumbens

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal: Gletang Familia: Asteraceae
Deskripsi: Tumbuhan Gletang merupakan
salah satu rumput liar yang banyak tumbuh pada tanah.
Termasuk tanaman terna menahun.
Meskipun termasuk tanman liar, Gletang memiliki
bunga yang undag berwarna putih dengan bonggol
bunga berwarna kuning. Glateng banyak
dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung beberapa
senyawa kimia yang berpotensi sebagai obat seperti tannin,
saponin, dan flavanoid
yang bekerja secara
simultan menghasilkan efek analgetik
dana antiinflamasi.
5.
Ficus benjamina

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Beringin Familia : Moraceae
Deskripsi :
Berupa pohon besar, dengan diameter batang bisa
mencapai 2 m lebih, tinggi bisa mencapai 25 m. Batang tegak bulat, permukaan kasar, coklat kehitaman, keluar akar menggantung dari batang. Daun tunggal, lonjong,
hijau, panjang 3 - 6 cm, tepi rata, letak
bersilang berhadapan.
Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk
corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil,
panjang 0.5 - 1 cm Perbanyaan dengan biji. Beringin
yang tersebar di ruang terbuka
hijau dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mitigasi pencemaran
udara, terutama timbal dan debu.
6. Citrus aurantifolia

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Jeruk Nipis
Familia : Rutaceae
Deskripsi : Jeruk
nipis tergolong dalam tumbuhan perdu yang
memiliki banyak dahan dan ranting. Memiliki ciri-ciri, yaitu : batang pohonnya berkayu
dan berduri, daunnya
majemuk berbentuk ellips dengan pangkal
membulat, bunganyamajemuk/tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau
di ujung batang,buahnya berbentuk
bulat sebesar bola pingpong. Tanaman jeruk nipis mempunyai akar tunggang. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya
asam, biasa digunakan
untuk mengasamkan kuah makanan. Jeruk nipi memiliki
berbagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat
bagi kesehatan tubuh. Selain itu, memiliki khasiat sebagai obat disentri,
sembelit, ambeien, vertigo, batuk, dll.
7.
Caladium bicolor

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Keladi hias Familia : Araceae
Deskripsi : Caladium bicolor di Indonesia lebih
dikenal dengan sebutan keladi hias. Variasi keindahan
bentuk, corak, warna daunnya yang sangat beragam, serta
perawatannya yang mudah menjadi daya
tarik tersendiri bagi orang untuk membudidayakan tanaman
ini terutama sebagai tanaman
hias. Tanaman ini secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis
yang rindang, subur dan lembab. Caladium
bicolor merupakan herba tahunan, daun berukuran besar berbentuk hati, ditopang oleh pelepah yang panjangnya 30 cm atau
lebih. Berwarna hijau dengan tepian atau bagian yang tengah yang
berwarna pink dan putih.
8. Bouganvillea spectabilis

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Kembang Kertas Familia : Nyctaginaceae
Deskrips : Kembang
kertas adalah tanaman
hias yang terkenal
karena bentuk bunganya
yang indah, sering dianggap
bunga kertas karena bentuk seludang bunganya
tidak tebal, tipis seperti kertas. Merupakan tanaman perdu tegak yang tumbuh tegak lurus dengan ketinggian mencapai
2 hingga 4
meter. Tanaman ini memiliki akar tunggang, daunnya
berbentuk melebar dan bulat hingga memanjang, batangnya bersifat kayu dan terdapat
duri-duri berukuran kecil.
9. Cyrtostachys renda


Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Palem Merah
Familia : Arecaceae
Deskripsi : Palem Merah juga dikenal sebagai
Pinang Merah. Tanaman
Palem Merah merupakan
tanaman hias populer
yang banyak dijumpai
dipekarangan dan taman-
taman kota. Nama Palem Merah
diambil dai ciri khasnya yaitu bagian batang yang berwarnah merah. Palem Merah
tumbuh di daerah tropis dan
tumbuh optimal di kawasan hutan rawa gambut dataran rendah. Pohon palem membutuhkan sinar matahari
penuh atau teduh serta tidak mampu mentolerir
suhu dingin atau kekeringan.
10. Carica papaya

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Pepaya Familia : Caricaceae
Deskripsi : Pepaya merupakan tumbuhan
yang banyak ditemui dengan batang yang lurus dan bulat dengan bagian dalam batang berongga,
serta pada bagian
luar batang terdapat
bekas daun. Memiliki pertulangan daun yang menjari dengan daun
tunggal, serta berakar
tunggang. Pepaya memiliki
banyak manfaat
dan yang paling sering dimanfaatkan adalah bagian buah. Selain itu bagian daun
muda pepaya juga bermanfaat
untuk kesehatan.
11.
Mimosa pudica
Nama lokal : Putri Malu Familia: Fabaceae
|
Deskripsi : Tumbuhan
Putri Malu merupakan
perdu pendek yang mudah
dikenali karean daun-daunnya yang dapat
secara cepat menutup/layu apabila disentuh. akar tanaman ini memiliki bau yang khas yaitu berbau seperti buah jengkol. Memiliki
batang berbentuk bulat, berbulu,
dan berduri tajam. Bagian batang putri malu terdapat bulu
halus dan tipis berwarna putih dengan
panjang sekitar 1-2 mm. batang muda berwarna hijau mencolok dan batang tua berwarna
merah. Bentuk daun menyirip dan bertepi rata. Daun berbentuk
kecil tersusun secara
majemuk, berbentuk lonjong serta letak
daun berhadapan. Tanaman ini dapat digunakan
sebagai antikonvulan,
antidepresan, dan antibakteri.
12.
Pedilanthus tithymaloides


Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Tumbuhan Zig Zag Familiaa : Euphorbiaceae
Deskripsi :
Merupakan terna tegak dengan tinggi 60-100 cm.
Memiliki ciri-ciri : batangnya bulat berdaging warna hijau tua dengan cabang muda membelok secara zig zag, berdaun
tunggal yang tebal tumbuh berseling dengan bentuk
bulat telur seolah berlapis lilin. Tumbuhan ini bergetah
putih susu dengan bunga warna merah/ungu yang tersusun karang
menyerupai payung di ujung tangkai.
Tumbuh baik di tanah yang berlapis pasir dan memiliki
pengairan cukup, selain itu tempat teduh yang tidak terkena matahari langsung adalah lingkungan
yang paling sesuai untuk
menanamnya.
13.
Manihot esculenta

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Ubi Kayu Familia : Euphorbiaceae
Deskripsi : Ubi
Kayu merupakan tanaman tropis ,habitus berupa
perdu dengan tinggi dapat mencapai 7 m. Ubi Kayu dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, memiliki batang bulat dan bergerigi yang terbentuk karena
bekas pangkal tangkai daun, bagian
tengahnya bergabus. Daun memiliki tangkai
panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan
tiap tangkai mempunyai daun sekitar
3-8 lembar. Tepi daun rata dan tersusun, tulang daunnya yaitu menjari. Akar
tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi
umbi akar yang dapat dimakan
sebagai sumber karbohidrat.Tanaman Ubi Kayu memerlukan tanah yang gembur untuk pembentukan
dan perkembangan umbi.
14. Moringa oleifera

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Kelor Familiaa : Moringaceae
Deskripsi :
Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7 hingga 11 meter. Memiliki
morfologi denngan ciri-ciri
antara lain : batang berkayu
tegak dengan percabangan simpodial cenderung
tumbuh lurus dan memanjang, daun majemuk yang bertangkai panjang dan tersusun
berseling, buah
berbentuk panjang
bersegi tiga, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan, berakar tunggang berwarna putih dan membesar seperti
lobak, bunga keluar sepanjangtahun dengan aroma bau semerbak, buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang juga dapat dikonsumsi.
15. Morinda citrifolia

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Mengkudu Familiaa : Rubiaceae
Deskripsi :
Tumbuhan ini berbentuk pohon dengan tinggi mencapai
4-8 cm. Memiliki batang berkayu dengan banyak
cabang, berdaun tunggal lebar berbentuk bulat telur dengan permukaan
mengkilap, bunga majemuk
dengan bentuk bongkol,
buah bongkol dengan permukaan tidak teratur dan
berdaging. Buah tanaman mengkudu bulat atau lonjong seperti
telur ayam. Permukaan buah terbagi
sel polgonal (bersegi banyak) yang berbintik-binti atau berkutil. Buah awal
berwarna hijau dan menjadi
kekuning-kuningan ketika matang dan setelah matang buah akan menjadi lunak. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai tanaman
obat, karena mulai dari buah, daun, batang
maupun akarnya dapat dijadikan bahan obat.
16. Musa paradisiaca

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Pisang Familiaa : Musaceae
Deskripsi : Pisang merupakan tanaman
herba menahun, berumpun dengan akar rimpang.
Memiliki helaian daun bentuk lanset
memanjang, mudah koyak,
pada bagian bawah
berlilin. Bunga berkelamin 1, berumah 1 dalam tandan.
Tandan bertangkai dengan
daun penumpu yang berjejal rapat
dan tersusun spiral. Daun pelindung merah tua, berlilin,
mudah rontok,masing-masing dalam ketiaknya
dengan banyak bunga yang tersusun dalam dua baris
melintang. Bagian ujung tandan yang belum terbuka dan massif
menggantung. Bunga betina di bawah, yang jantan (jika ada) di atas. Buah buni beraneka ragam, tidak
berbiji. Dipelihara untuk buahnya, terutama di tanah yang subur.
17.
Codiaeum variegatum


Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Tanaman Puring Familiaa : Euphorbiaceae
Deskripsi : Tanaman
puring merupakan semak perdu dengan ukuran dapat mencapai 3 m. Batang
tanaman puring berbentuk bulat,
berkayu, bertekstur keras, terdapat banyak cabang
dan berwarna coklat kehijauan. Daun tanaman puring
ini berdaun tunggal
berbentuk bulat telur, lonjong dan ada
juga yang berbentuk linier seperti pita dengan ujung yang
meruncing. Daun tanaman puring berwarna
merah kehitaman, kekuningan dan kehijauan. Akar tanaman puring
ini akar tunggang
berwarna kuning muda. Tanaman puring berkembang biak dengan cara stek
dan cangkok batang. Cara menanam tanaman
puring ini tergolong mudah karena sifat tanaman puring yang mudah beradaptasi, cukup menanamnya pada
tanah yang mempunyai banyak unsur hara dan terdapat sedikit air.
18.
Capsicum frutescens

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal :
Cabai Rawit Familia : Solanaceae
Deskripsi : Tanaman
cabai rawit merupakan
salah satu komoditas
sayuran yang disukai
oleh semua kalangan.
Cabai rawit digunakan
sebagai bahan bumbu dapur,baik dalam
skala rumah tangga maupun industri. Selain itu beberapa penelitian menyebutkan bahwa cabai
rawit kaya akan
kandungan vitamin C, vitamin A, zat besi dan kalsium.
19. Ananas comosus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama: Nanas
Familia: Bromeliaceae
Deskripsi: Nanas merupakan tanaman herba yang termasuk ke dalam kelas monokitil. Nanas memiliki akar dengan sebaran ke arah vertikal dan horizontal
dengan perakaran yang dangkal. Batang
tanaman nanas beruas-ruas dengan panjang
masing-masing ruas bervariasi
antara 1-10 cm,
batang berfungsi sebagai
tempat melekat akar, daun, bunga, tunas dan buah, sehingga secara visual batang tersebut tidak nampak karena
sekelilingnya tertutup oleh daun.
Daun Nanas dapat digunakan sebagai
pakan ternak dan dapat meningkatkan berat badan ternak kambing. Nanas juga mengandung enzim bromelian
yaitu Enzim Protease yang dapat memecah ptotein sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Selain itu
nanas juga mengandung serat yang
berguna untuk membantu proses pencernaan, menurunkan kolestrol dalam darah dan
mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Selain itu kandungan
vitamin dan mineral, Nanas juga dijadikan
sebagai sumber vitamin C yang baik.
20. Artocarpus heterophyllus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Nangka Familia : Moraceae
Deskripsi : Nangka adalah tanaman
jenis buah tahunan
yang tergolong ke dalam famili malvales dan hanya tumbuh di daerah yang beriklim tropis.
Tanaman ini menyukai
wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana
musim keringnya tidak terlalu keras.
Memiliki ciri-ciri
: berakar tunggang
dengan percabangan banyak,
berdaun tunggal berbentuk
bulat telur memanjang
dan mengkilap pada bagian permukannya, buahnya tergolong buah majemuk yang memiliki daging buah yang tebal dan dapat
berbuah sepanjang tahun.
21. Plumeria alba

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :Kamboja Familia
: Apocynaceae
Deskripsi :Ciri khas tanaman ini memiliki batang yang berkayu keras tinggi. Selain itu, tanaman
ini juga memiliki cabang yang banyak.
Tingginya bisa mencapai lebih enam meter.
Batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Daun tanaman kamboja
berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya
meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama
saat berbunga lebat. Sedangkan, bungan
yang menjadi daya tarik kamboja
berbentuk terompet, muncul
pada ujung-ujung tangkai.
bunga kamboja juga banyak
mempunyai khasiat yang lain, yakni sebagai obat luar maupun dalam. Sebagai obat luar, getah kamboja dapat
digunakan untuk, mengobati gigi berlubang. Sebagai obat dalam, bunga kamboja dapat digunakan untuk mengobati orang yang
terkena penyakit disentri.
22.
Syzygium oleana


Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Pucuk Merah
Familia : Myrtaceae
Deskripsi :
Tanaman Pucuk Merah ini memiliki ciri khas yang
pada bagian ujung daun berwarna merah dan orange. Daun mudah berwarna merah biasanya muncul di sela-sela daun hijau yang ada di sekitarnya yang menjadikan daun
seperti bunga diantara dedaunan.
Tanaman punya merah banyak digunakan
sebagai tanaman hias.
23. Aglaonema commutatum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Sri Rejeki Familia : Araceae
Deskripsi : Sri
rejeki merupkan tanaman berhabitus herba. Habitat asli tanaman ini di bawah hutan hujan
tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas
penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut, batang
yang tidak berkambium (Berkayu), memiliki daun
tunggal yang menyirip, bunga muncul di ketiak daun. Bentuk
daunnyanya bulat lonjong, berwarna putih kehijauan ditopang
batang yang memanjang. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang memiliki corak hijau putih pada permukaan daun.
24.
Opuntia cochenillifera

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Kaktus Centong Familia
: Cactaceae
Deskripsi :
Batang utama kaktus centong termasuk pendek dengan diameter
sampai 20 cm. Bunga tumbuhan
ini tersusun secara soliter, berkembang dari areoles
sepanjnag tepi atas dan tanpak memiliki banyak sepal. Mahkota
bunga tumbuhan ini mempunyai banyak kelopak berwarna
merah
dan di dalam periantum terdapat banyak benang sari. Kelopak
dan mahkota bunga menyatu membentuk
sebuah hypanthium. Bagian ovarium memiliki
lokus tunggal dan banyak biji. Buah dari kaktus centong
termasuk buah beri berwarna merah.
Kaktus centong biasa tumbuh di lahan kering.
25.
Gardenia jasminoides

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Kacapiring Familia : Rubiaceae
Deskripsi :
Kacapiring merupakan tanaman perdu dengan tinggi
mencapai 1-2 meter. Batangnya berkayu, membulat, dan bercabang. Ranting muda dan daunnya berlapis lilin. Daun kacapiring berwarna hijau tua,
berbentuk elips atau bulat telur sungsang dengan ujung dan pangkal yang
meruncing. Tepi daun rata, permukaan daun licin dan mengkilap, dan bertangkai pendek.
Daun
berukuran panjang 4-13 cm dan lebar 2-5 cm.bunga kacapiring
tunggal, bertangkai pendek, dan muncul
dari ujung ranting.
Bunga berwarna putih yang tersusun
atas hingga belasan
helai, dan memiliki aroma
wangi yang khas. Selain sebagai tanaman hias, bagian buah, akar, daun, dan bunga dari tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati berbagai
penyakit dan keluhan
kesehatan.
26. Heliconia psittacorum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Pisang Hias Familia : Heliconiaceae
Deskripsi : Batang tanaman dapt tumbuh mulai dari ketinggia 1 m sampai lenih dari 5 m. Dau
heliconia sangat mirip dengan daun
pisang dengan ukuran lebih kecil dan warnanya
lebih bervariasi. Bunganya tersembunyi di balik kelopak bunga yang berwarna
menarik dan berukuran
besar.
Kelopak bunga inilah yang memberikan penampilan eksotis
pada Heliconia. Bunga semunya merupakan seludung
atau kelopak daun. Dalam satu daun tumbuh
beberapa seludang pada satu tandan. Sampai saat ini tanaman ini masih jadi favorit untuk penghias pekarangan dan berfungsi sebagai
tanaman pagar.
27.
Adenium obesum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Kamboja Jepang Familia : Apocynaceae
Deskripsi : Bunga
Kamboja Jepang sering disebut dengan nama
mawar padang pasir (Desert rose).
Kamboja Jepang memiliki morfologi
dengan ciri-ciri antara lain : memiliki perakaran
membesar dan membentuk hampir menyerupai umbi-umbian untuk penyimpanan cadangan
makanan,
batangnya berbentuk
bulat memanjang dan tidak berkayu,
daunnya sangat beragam
dan bervariasi tergantung
dengan jenis varietasnya, bunganya hampir menyerupai terompet yang memiliki
jumlah kelopak 5 helai.
28. Melastoma malabathricum
Nama Lokal : Senggani atau
Senduduk Familia: Melastomataceae
Deskripsi : Merupakan tumbuhan
perdu, tegak, tinggi 0,5-4m, banyak bercabang, bersisik
dan berambut. Daun tunggal,
bertangkai, letak berhadapan bersilang. Helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan
berambut pendekyang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 lubang daun melengkung, panjang 2-20 cm, lebar
0,75-8,5cm, warnanya hijau.. Buahnya dapat dimakan, sedang daun mudanya bias dimakan sebagai lalap atau disayur.
Daunnya tunggal, bertangkai, letaknya
berhadapan bersilang dan berbentuk bulat telur dengan ujung lancip,
permukaannya berambut pendek yang
jarang dan kaku sehingga teraba kasar, serta memiliki tiga tulang daun yang melengkung. Bunganya keluar di
ujung cabang, berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18 yang berwarna ungu kemerahan. Ekstrak senggani
dapat digunakan untuk zat analgetik
sebagai penghilang rasa sakit, peluruh kemih, menghilabgkan pembengkakan serta menghentikan pendarahan.
29. Eichornia crassipes

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Eceng Gondok Familia : Pontederiaceae
Deskripsi : Akar
pada tanaman eceng gondok serabut tapi tidak
bercabang. Berfungsi untuk menjebak lumpur serta terdapat tudung akar. Memiliki daun tunggal bentuk oval dengan pangkal runcing, berwarna hijau
dengan permukaan yang mengkilap. Memiliki bunga majemuk
yang jumlahnya
dapat mencapai
7 -36 buah. Berwarna hijau, beruang tiga, dan berbentuk
kotak sejati. Menyukai perairan yang lambat untuk
berkembang biak. Eceng gondok meningkatkan habitat baru dan mengurangi jumlah air dan perairan menjadi
dangkal. Eceng gondok dapat membersihkan polutan berat seperti nikel,
kadmium, merkuri.
30. Nepenthes mirabilis

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Kantong Semar Familia: Nepenthaceae
Deskripsi : Daun kantong semar berbentuk helaian panjang berwarna hijau sampai hijau kekuningan dengan calon kantong terdapat di luar helaian
daun keluar dari sulur berbentuk
silinder dengan ukuran sama panjang atau lebih panjang dari daun. Ujung sulur yang berwarna
kuning kehijauan berkembang menjadi kantong pada lingkungan yang sesuai. Kantong
berfungsi untuk menangkap serangga. Kantong ini mempunyai warna sangat
menarik yaitu: hijau dengan bercak merah. Kantong semar
mempunyai batang yang kasar dengan
diameter 3- 5 cm dan panjang internodus antara 3-10 cm dengan warna bervariasi yaitu
hijau; merah coklat
kehitaman dan ungu tua. Berfungsi sebagai pengontrol serangga. Kantong
semar termasuk penciri hutan yang
memiliki tanah yang kurang subur/miskin zat hara terutama senyawa nitrat/fosfat. Untuk memenuhi kebutuhan nutrien
ini, kantong semar
mencerna serangga/hewan yang jatuh ke dasar kantong
dengan larutan air dan enzim pencernaan di dasar kantong
31. Manilkara zapota

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Sawo Familia : Sapotaceae
Deskripsi :
Tumbuhan ini dapat berbuah sepanjang tahun, memiliki batang
besar dan rindang.
Bunga tunggal terletak
di ketiak daun dekat ujung
ranting, bertangkai 1-2 cm, kerap kali
menggantung, diameter bunga mencapai 1,5 cm, pada sisi luarnya berbulu
kecokelatan, berbilangan 6. Daun
tunggal, terletak
berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Memiliki cabang rendah, batang sawo berkulit
kasar abu-abu kehitaman
sampai cokelat tua. Seluruh bagiannya
mengandung getah berwarna
putih susu yang kental. Buah sawo berkulit
tipis, daging buahnya
lembut serta berwarna cokelat kemerahan sampai kekuningan, rasanya
manis, mengandung banyak sari buah
sehingga banyak digemari orang. Pada buah sawo biasa digunakan sebagai obat tradisional
yaitu bagian buah mudanya, kulit batang dan daun.
32. Anacardium occidentale
Nama lokal : Jambu Monyet Familia
: Anacardiaceae
Deskripsi : Jambu monyet merupakan
tanaman yang termasuk
ke dalam famili Anacardiaceae. Tanaman
ini berasal dari Brazil,
tanaman ini banyak hidup di wilayah tropis dan dapat hidup pada ketinggian hingga 1200 mdpl.
Tanaman ini memiliki akar jenis tunggang, batang jambu mete
berbentuk bulat dan bergetah, daun
tanaman ini termasuk daun tunggal berbentuk bulat seperti telur sungsang, bunga
jambu mete termasuk bunga majemuk,
bentuk buah jambu mete hampir sama seperti bentuk ginjal dan memiliki biji
yang cukup keras.
33.
Melaleuca laucadendron

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Kayu Putih Familia : Myrtaceae
Deskripsi : Kayu putih merupakan
pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai
sumber minyak kayu putih (cajuput
oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling
dengan uap) terutama
dari daun dan rantingnya. Namanya
diambil dari warna batangnya yang
memang putih. Kulit batang pohon ini berlapis-lapis,
berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit
yang terkelupas tidak beraturan. Batang
pohonnya tidak terlalu
besar, dengan percabangan yang menggantung ke bawah.
Daun tunggal, agak tebal seperti kulit, bertangkai pendek, dan letak
berseling.Tumbuhan ini terutama
tumbuh baik di Indonesia bagian
timur dan Australia bagian utara, namun demikian
dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim
kemarau yang jelas.
34.
Passiflora foetida


Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Rambusa Hutan
Familia : Passifloraceaee
Deskrispsi : Rambusa adalah tanaman merambat
baik di tanah maupun sebagai
tanaman pagar. Daun Rambusa berwarna hijau dan memiliki ciri yaitu
memiliki sulur. Buah rambusa berwarna
hijau saat masa muda dan berwarna kekuningan saat matang, buah ditutupi rambut-rambut halus.
Buah rambusa bisa dikonsumsi serta pada daun mengandung senyawa
turine yang berperan
sebagai antioksidan alami.
35. Cymbopogon citratus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Sereh atau Serai Familia : Poaceae
Deskripsi : Tanaman
sereh memiliki akar yang besar. Akarnya merupakan
jenis akar serabut
yang berimpang pendek. Batang tanaman sereh bergerombol
dan berumbi, serta lunak dan
berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuningan. Tanaman
sereh memiliki batang yang berwarna putih.
Selain itu, batang
tanaman sereh juga bersifat kaku dan
mudah patah. Batang tanaman ini tumbuh tegak lurus di atas tanah.Daun tanaman
sereh berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daunnya
kesat, panjang, dan runcing, hampir menyerupai daun lalang. Selain itu, daun tanaman ini
memiliki bentuk seperti pita yang makin ke ujung makin runcing dan berbau citrus ketika daunnya diremas. Daunnya
juga memiliki tepi yang kasar dan tajam. Tulang daun tanaman
sereh tersusun sejajar.
Letak daun pada batang tersebar.
Panjang daunnya sekitar 50-100 cm, sedangkan lebarnya kira-kira 2 cm.
Daging daun tipis, serta pada
permukaan dan bagian bawah daunnya berbulu halus. Tanaman ini dimanfatkan sebagai
bumbu dapur dan sebagai pengusir
nyamuk karena kandungan minyak
atsirinya.
36. Imperata cylindrica

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Ilalang Familiaa : Poaceae
Deskripsi : Ilalang
adalah sejenis rumputberdaun tajam, yang kerap
menjadi gulma di lahan pertanian. Secara umum
disebut satintail, mengacu
pada malai bunganya
yang berambut putih halus. Rumput menahun dengan tunas panjang
dan bersisik, merayap
di bawah tanah.
Helaian daun
berbentuk garis (pita
panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm,
bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, s panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Alang-alang dapat berbiak dengan
cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui
rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Ilalang termasuk
Penciri lahan kritis dan merupakan
spesies invasif. Memiliki
senyawa antibiosis/alelopati di akarnya, suatu
substansi kimiawi yang dapat menghambat pertumbuhan biji/kecambah tanaman lain di sekitarnya.
37. Laucaena glauca

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Lamtoro Familia : Fabaceae
Deskripsi : Lamtoro
merupakan tanaman perdu dengan ketinggian mencapai 20 m, memiliki
daun majemuk rangkap,
bunganya majemuk berupa bongkol yang bertangkai panjang. Buah polong yang berbentuk pita
lurus, pipih, tipis dengan sekat-sekat antar biji. Daunnya dapat menyuburkan
tanah. Akarnya
mengandung bakteri pengikat
nitrogen. Dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak sedangkan bijinya
dimanfaatkan sebagai lalapan saat makan ataupun sebagai campuran berbagai
makanan. Sedangkan batangnya
dapat digunakan sebagai
furniture atau dikumpulkan sebagai kayu bakar. Bagian akarnya
mengandung bintil akar sehingg memiliki potensi besar untuk
memperbaiki kesuburan tanah.
38.
Caladium humboldtii

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal :
Keladi Putih Familia: Araceae
Deskripsi : Ciri khas dari jenis Caladium satu ini adalah pada bagian daunnya yang memiliki corak putih tulang. Coraknya hijau akan berada di
sekitar bagian tulang daun dan bagian
putih terletak di dalamnya. Akan tampak
daun yang dominan berwarna
putih dengan corak
yang berbeda di
tiap daunnya. Daun dari jenis Caladium yang
satu ini tergolong kecil yakni hanya 4-5 cm saja, lebih kecil
dari yang lain. Bentuk daunnya
terlihat lebih memanjang
dengan tetap mempertahankan bentuk seperti
hati meskipun lebih lonjong. Tanaman
akan tampak lebih
cantik ketika daunnya tumbuh dengan jumlah lebih dari 8 karena tampak
bergerombol lebih ramai.Tanaman hias
ini umumnya dijumpai di wilayah tropis, termasuk Indonesia, Filipina, dan negara Asia Tenggara, serta Amerika tengah dan Selatan.
39. Sansevieria trifasciata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Lidah Mertua Familia : Asparagaceae
Deskripsi : Lidah
mertua merupakan tanaman hias yang memiliki daun berwarna hijau muda atau hijau keabuan
yang dihiasi oleh garis-garis
bergelombang berwarna hijau gelap dan
dapat tumbuh setinggi 2,5 kaki dan lebar hingga 1 inci. Daun meruncing seperti
mata pedang, berdaun
tebal dan
memiliki kandungan air sukulen, sehingga
tahan kekeringan. Tumbuhan
ini umumnya dijadikan sebagai tanaman indoor maupun
outdoor yang sangat baik, tumbuh dalam kondisi
yang sedikit air, tahan kering, tahan panas, tahan tanpa cahaya dalam
waktu yang lama, dan tidak perlu perawatan khusus.
Lidah mertua juga memiliki berbagai
manfaat seperti menyuburkan rambut, wasir, mengobati
diabetes, hingga kanker ganas.
40. Asplenium nidus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Paku Sarang Burung Familia : Aspleniaceae
Deskripsi :
Tumbuhan ini berdaun tunggal tersusun pada batang
sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Paku ini mudah dikenal karena tajuknya yang besar,
entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm, menyerupai daun pisang. Peruratan daun menyirip tunggal.
Spora terletak di
sisi bawah helai, pada urat-urat daun, dengan sori tertutup semacam
kantung memanjang. Paku
ini kebanyakan epifit namun dapat tumbuh di mana saja.yang terdapat
bahan organic yang menyediakan hara. Merupakan tumbuhan
bawah tajuk, menyukai
naungan dan tempat
lembab.
41.
Premna serratifolia

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Buas-buas Familia: Lamiaceae
Deskripsi : Batang memiliki kulit kayu abu-abu
kecokelatan, bercabang banyak. Daun bulat telur dengan pangkal agak bulat, panjang sekitar 10-15
cm dan lebar 5-8 cm, tangkai daun
sepanjang 6-9 cm, memiliki bulu dan beraroma
kuat ketika dihancurkan. Bunga berwarna
putih kehijauan
yang sangat kecil. Mahkota bunga berbibir dua, bibir atas dengan dua lobus,
sedangkan bibir bawah memiliki tiga lobus pendek. Buah
berbentuk bulat dengan panjang sekitar
3-6 mm, berwarna hijau dan menjadi hitam saat masak.Tanaman ini memiliki
wilayah persebaran yang luas, mulai
dari Afrika Timur hingga seluruh kawasan Asia Selatan dan Tenggara, Australia Utara, Polinesia, dan
Melanesia. Di Malaysia dan Singapura, secara
tradisional tunas buas muda direbus dan dimakan sebagai ulam, juga
dimasak dalam kari dan digunakan
sebagai bumbu dalam olahan makanan. Tanaman ini juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara
seperti Indonesia dan India.
42. Psidium guajava

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Jambu Biji Familia : Myrtaceae
Deskripsi : Jambu
Biji merupakan tanaman yang banyak ditanam
oleh masyarakat karena adanya beragam
manfaat. Daun Jambu Biji memiliki
khasiat seperti obat diare akut dan kronis,
perut kembung pada bayi dan anak, kolestrol
meninggi dan demem berdarah. Selain itu buah dari jambu
biji juga dapat dikonsumsi sebagai sumber vitamin C. Ciri khusus yang dimiliki Jambu Biji yaitu
kulit bagian batang yang mengelupas.
43.
Terminalia catappa

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Ketapang Familiaa : Combretaceae
Deskripsi : Pohon besar, tingginya mencapai 40 m dan gemang batang sampai 1,5 m. Bertajuk
rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar
dan bertingkat-tingkat, pohon yang muda sering tampak seperti pagoda.
Pohon-pohon yang tua dan besar acap kali
berbanir (akar
papan), tingginya bisa hingga 3 m. Pohon ini cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah hingga ketinggian sekitar
400 m dpl, curah hujan antara 1.000–3.500 mm
pertahun, dan bulan kering hingga 6 bulan. Ketapang menggugurkan daun
hingga dua kali setahun, sehingga
tumbuhan ini bisa tahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki lapisan gabus dapat
terapung-apung di air sungai dan laut hingga berbulan- bulan, sebelum tumbuh
di tempat yang cocok.
44. Terminalia mantaly

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Ketapang Kencana Familia
: Combretaceae
Deskripsi :
Ketapang Kencana memiliki sistem perakaran tunggang
yang mana akar semacam ini akan sangat berguna
untuk memperkokoh berdirinya suatu pohon. Tanaman ini berfungsi dapat meneduhkan dan menyerap
berbagai polusi udara yang tentunya dapat
berdampak pada daerah
yang
lebih asri dan ramah lingkungan, ranting-ranting yang telah
tumbuh dapat berguna untuk menyaring
cahaya matahari yang masuk. Pada akar yang berguna untuk menyerap air dengan optimal sehingga dapat menetralisir
banjir. Tajuknya mendatar dan
berlapis-lapis. ketapang kencana memiliki daun yang kecil-kecil, bercabang
kecil dan tidak beraturan.
45.
Syzygium aqueum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Jambu Air
Familia : Myrtaceae
Deskripsi :
Tanaman jambu air memiliki ciri-ciri, yaitu :
berakar tunggang, berbatang
kayu yang kuat dan berdiri
tegak, berdaun tunggal dengan letaknya tersebar di cabang dan ranting pohon, buahnya berbentuk
seperti lonceng yang berwarna merah
muda. Tanaman ini bersifat adaptif
terhadap
lingkungan beriklim
tropis, tumbuh baik di dataran
tak lebih dari 1000 m di atas permukaan laut.
46. Pometia pinnata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Matoa Familia : Sapindaceae
Deskripsi : Matoa
adalah tanaman buah khas Papua. Pohon matoa
tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dan berdiameter rata-rata maksimum
100 cm. Pohon matoa umumnya berbuah sekali
dalam setahun. Biasanya,
pohon ini berbunga
pada bulan Juli sampai Oktober
dan berbuah tiga
atau empat bulan
kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ±
1200 m dpl. Pohon ini tumbuh baik pada daerah
yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang
tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah
hujan yang tinggi
(>1200
mm/tahun). Matoa juga terdapat
di beberapa daerah
di Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, dan Papua
New Guinea.
47. Dypsis lutescens

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Palem Kuning Familia
: Arecaceae
Deskripsi :
Palem kuning adalah tanaman hias
populer yang biasa dijumpai di pekarangan. Tumbuhan
ini dapat tumbuh hingga setinggi 6 meter, meskipun
biasanya di pekarangan hanya setinggi 3 meter karena
alasan keindahan. Seperti palem
lainnya, daun tersusun
majemuk, menyirip.
Warna helai daun hijau terang, cenderung kekuningan
(sehingga disebut palem kuning). Daun ini memiliki
pelepah daun yang cukup panjang
dan menutupi batang
yang beruas-ruas. Jumlah
anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar. Mayangnya dapat mencapai 1m
dengan bunga berwarna kuning. Buah berdiameter
hingga 2,5m dan berwarna
kuning hingga ungu.
48.
Jasminum sambac

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Melati Familia : Oleaceae
Deskripsi :
Melati digolongkan kedalam tanaman semak atau juga merambat. Batang pada tanaman
ini berkayu dengan tinggi biasanya
berkisar 0,3 hingga 3 m dengan batang bercabang dan berwarna cokelat.
Daun Melati putih tunggal dengan
tangkai daun pendek berukuran sekitar
5 mm
dengan letak yang berhadapan. Helai daun berbentuk bulat
telur dengan tepi rata dan tulang daun
yang menyirip.akar yang dimiliki tanaman ini yaitu akar tunggang dengan ciri
tidak berserat serta berbuku-buku.
49. Drymoglossum microphyllum
Nama lokal : Paku
Sisik Naga Familia: Polypodiaceae
Deskripsi: Drymoglossum adalah genus paku-pakuan dengan diameter daun
lebih kecil dari biasanya. Tumbuh di batang,
akar rimpang panjang,
kecil, merayap, bersisik,
panjang 5-22
cm, dan akar melekat dengan kuat. Daun satu dengan yang
Sumber : Foto Survei.
2023
lain tumbuh
dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai
pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong
memanjang. Ujung tumpul
atau
membulat, tepi rata berwarna
hijau hingga hijau kecoklatan. Daunnya
dapat menghasilkan spora
dan spesies ini tumbuh lebih lambat. Dimanfaatkan sebagai anti bakteri
dan anti jamur.
50. Areca catechu

Sumber : Foto Survei.
2023
keadaan tanah.
51. Lycopodium clavatum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Pinang Familia: Arecaceae
Deskripsi: Pinang merupakan
tumbuhan palma yang tingginya dapat mencapai 12 meter hingga 30 meter, berakar serabut, batang tegak lurus, tidak
bercabang dengan bekas daun yang lepas. Pembentukan batang terjadi setelah
2 tahun dan berbuah pada umur 5 hingga 8 tahun bergantung pada
Nama Lokal : Paku Kawat
Familia: Lycopodiaceae
Deskripsi: Tumbuhan dalam genus ini telah banyak digunakan sebagai
obat tradisional, misalnya
untuk obat luka memar, keseleo,
bengkak, dan keracunan
organofosfat. Memiliki daun
kecil dengan susunan spiral. Struktur batang
dari tanaman paku pada kelas ini sepintas
mirip kawat.
Tumbuhan paku pada kelas ini menempel di pohon atau hidup
bebas di tanah. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk
strobilus pada ujung batang. Strobilus
berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat
disebut juga pinus tanah.
52.
Polyalthia longifolia

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Glodokan tiang Familia : Annonaceae
Deskripsi : Glodokan tiang tingginya bisa mencapai
5 - 8 m. Tanaman
ini berbentuk piramida
mengkerucut keatas, daunnya berbentuk panjang dan
bergelombang serta daun berwarna
hijau glassy, batangnya tinggi dan
akar tidak merusak pagar halaman karena bentuk akar dari pohon
glodokan tiang
ini memanjang. Dapat hidup dan tumbuh dengan
baik walaupun di bawah terik
matahari langsung sepanjang hari dan perawatannya cukup mudah.
Pertumbuhannya vertikal, dan dapat
terus tumbuh ke arah atas dengan cabang-cabang kecil. Tanaman ini sangat baik
karena fungsinya sebagai
peredam suara dan penyerap polusi yang direfresikan sebagai tanaman
penghijauan untuk jalan raya. Tanaman ini juga dapat menyerap gas
karbondioksida dan timbal lebih banyak.
53. Alpinia galanga
Nama Lokal : Lengkuas Familia
: Zingiberaceae
Deskripsi :
Lengkuas adalah tanaman umbi-umbian yang bisa hidup di dataran
rendah ataupun dataran
tinggi. Lengkuas bias dimanfaatkan sebagai
penyedap makanan atau ramuan tradisional. Memiliki rimpang yang besar dan
tebal, berbentuk silindris, berdaging dengan diameter
sekitar 2 – 4 cm. Lengkuas merupakan terna
berumur panjang dengan tinggi yang mencapai 1 hingga 2 meter.Tanaman ini
biasanya tumbuh dengan rumpun yang
rapat.Daun lengkuas berwarna hijau dan berupa daun tunggal yang bertangkai pendek, dengan pertulangan
daun menyirip.Buah lengkuas adalah buah buni
yang berbentuk bulat dan
keras.
54. Syagrus romanzoffiana

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama lokal : Palem Putri Familiaa : Arecaceae
Deskripsi : Palem
Putri sudah dikenal umum di kalangan masyarakat
luas bahkan seluruh dunia. Palem Putri sering
digunakan sebagai hiasan di pekarangan rumah ataupun difungsikan sebagai tanaman penyearah
jalan, peneduh sekaligus
untuk memperindah penampilan tanam kota.
Palem Putri
adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran
rendah dan tinggi, di pegunungan dan pantai, di tanah subur dan gersang.Bentuk Palem Putri sekilas seperti palem raja,
daunnya lebih lebar dan warna lebih
hijau.Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan dan juga tanaman
hias daun dalam pot.
55.
Dendrobium nobile

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Anggrek Citra
Familia: Orchidaceae
Deskripsi: Anggrek memiliki
daun berbentuk oval atau seperti telur tebalik. Susunan dari daun
tanaman anggrek ini juga berhadapan dan berseling. Akar anggrek berbentuk
silindris yang berdaging lunak serta mudah untuk patah. Di bagian ujung akar ini cukup meruncing, sedikit lengket dan
licin, berdasarkan pertumbuhannya batang anggrek dapat dibedakan menjadi
dua tipe yaitu tipe monopodial dan sympodial.
56.
Stomanthe sanguinea
Nama Lokal : Sabuk Jingga Familia: Marantaceae
Deskripsi: Sabuk
jingga memiliki daun tebal, mengkilap, lonjong
dengan warna hijau di atas dan merah di bawah.
Tanaman ini memiliki batang yang pendek, bunga berwarna merah-orange dan biasanya
dijadikan sebagai tanaman
hias.
57. Casuarina equisetifolia

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Cemara udang Familia :
Caesalpinaceae
Deskripsi :
Cemara udang adalah tumbuhan yang memiliki
daun dengan ujung lancip seperti
jarum dan memiliki
batang yang besar serta
keras. Memiliki batang pohon yang tegak lurus
ke atas dan tinggi bias mencapai 45 m. rantingnya membentuk ruas-ruas pada dahan besar sehingga tampak
seperti ribuan jarum berwarna
hijau yang berjajar
rapi. Karena daun yang terbentuksebenarnya adalah ranting-ranting yang membentuk
ruas, maka daun pada pohon cemara gunung di sebut daun semu. Mempunyai bunga jantan dan betina sebagai alat
reproduksi. Batang pohonnya dilapisi
kulit kasar yang bersisik dan mempunyai dahan rimbun sebagai tempat tumbuhnya daun semu. Akarnya
dapat melekat kuat pada tanah humus, tanah berbatu dan tanah berkerikil. Merupakan tanaman pelindung
yang berfungsi menyerap
air hujan dan menahan tanah tempatnya
tumbuh sehingga tidak terjadi longsor.
58. Thuja orientalis

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Cemara Kipas Familia : Cupressaceae
Deskripsi : Tanaman
cemara kipas yaitu, mempunyai cabang daun yangmengerucut ke samping, bersisik,
dan membentuk kipas. Daun tanaman
cemara kipas (Thuja orientalis) yaitu, mempunyai daun majemuk, pipih, berseting, dan berwarna hijau tua. Batang
merupakan bagian
tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengaitkan tempat serta kedudukan batang bagi tubuh
tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tumbuh tumbuhanTanaman
cemara kipas (Thuja orientalis)
mempunyai akar tunggang, dan berwarna putih kekuninganDaun dan akar cemara kipas (Thuja orientalis) mengandung saponin, di samping
itu daunnya juga mengandung polifenol
akar dan buahnya
mengandung flavonoida, sedang akarnyajuga mengandutig tanin.
59.
Dillenia suffruticosa

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Simpur Familia: Dilleniaceae
Deskripsi: Simpur merupakan
tumbuhan berbunga berhabitus pohon dengan batang tegak dan
berkayu serat berwarna coklat kehijauan. Tanaman
ini tumbuh dengan
percabangan simpodial. Daunnya merupakan daun tunggal yang duduk tersebar
pada batang dengan
bentuk daun
lonjong dengan tepi daun bergerigi. Habitat asli tanaman ini di hutan sekunder, menyukai kondisi tanah aluvial seperti hutan bakau
atau rawa-rawa namun tak sedikit dijumpai di
perbukitan atau pegunungan. Simpur dapat tumbuh di daerah tropis dan
subtropis. Simpur merupakan salah satu tanaman endemik di pulau Kalimantan.
60.
Ipomoea reptans
![]()

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Kangkung Familia: Convolvulaceae
Deskripsi: Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang
dengan cabang yang banyak menyebar
ke berbagai arah. Batangnya memiliki bentuk bulat dan
berlubang serta banyak mengandung air. Tangkai daunnya
terletak pada bagian buku-buku batangnya. Secara umum bunganya
berbentuk
menyerupai bentuk terompet. Tanaman kangkung memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
61. Mangifera indica

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Mangga Familia : Anacardiaceae
Deskripsi : Pohon mangga termasuk
tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus)
termasuk kelompok arboreus, yaitu
tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang
lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi antara 10 hingga 40 m. Buah yang matang umum dimakan dalam
keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam
bentuk irisan atau diblender. Buah yang
muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas,
dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan
cabai. Buah mangga juga diolah
sebagai manisan, irisan
buah kering, dikalengkan dan
lain-lain. Di berbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal
atau masakan ikan dan daging. Biji mangga dapat
dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan pada
masa paceklik.
62. Dicranopteris pedata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Paku Adam
Familia: Glecheniaceae
Deskripsi: Paku Adam merupakan jenis paku yang
paku yang biasa tumbuh pada
tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan. Tumbuhan
ini dikenal karena peletakan daunnya
yang menyirip berjajar
dua dan tangkainya bercabang mendua.
Paku andam dikenal sebagai
tumbuhan invasif
di beberapa tempat karena mendominasi permukaan tanah menyebabkan tumbuhan
lain terhambat pertumbuhannya. Habitatnya di tebing
teduh dan lembab mulai pada
ketinggian 200-500 mdpl.
63. Cocos nucifera

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Kelapa Familia
: Arecaceae
Deskripsi : Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk
bonggol, adaptif pada lahan berpasir
pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak,
khas tipe monokotil
dengan pembuluh yang menyebar berkayu.
Daunnya merupakan daun tunggal
dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam
sehingga nampak seperti daun majemuk. Tumbuhan
ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya
oleh manusia sehingga
dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir.
Kelapa juga adalah sebutan untuk buah
yang dihasilkan tumbuhan ini. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir
Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini telah menyebar
luas di seluruh pantai tropika
dunia.
64.
Zephyranthes rosea

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Lili Hujan Merah Jambu Familia: Amaryllidaceae
Deskripsi: Tanaman ini berasal dari anggota tropis Amerika selatan dan Amerika utara. Bunganya
berbentuk terompet, memiliki biasanya
enam lembar daun bunga dan menyerupai bunga krokus. Bunganya muncul biasanya
sesudah musim hujan datang atau hujan deras, ini karenanya bunga ini
memperoleh julukan lili hujan. Warna bunga yang sering
ditemukan adalah merah jambu, kuning
dan putih. Daun tanaman ini bentuknya panjang seperti pita, berwarna hijau tua
dan mengkilap. Tanaman ini sering dijadikan
penghias jalan.
65. Catharanthus roseus
![]()

Sumber : Foto Survei.
2023
jenis bunga tunggal.
Nama Lokal : Tapak Dara
Familia: Apocynaceae
Deskripsi: Tapak dara merupakan tumbuhan semak tahunan, memiliki batang berkayu, bulat,
bercabang, beruas-ruas dan berwarna
hijau. Akar berupa akar tunggang dan berwarna
putih. Daun tapak dara tergolong
daun tunggal dengan letaknya silang
berhadapan. Bunga tapak dara merupakan
66. Euphorbia milii

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Mahkota Duri
Familia: Euphorbiaceae
Deskripsi: Tanaman ini termasuk golongan
kaktus. Bunganya dapat
tumbuh subur di daerah yang panas dan kering.
Bunga ini biasanya digunakan sebagai border taman. Memiliki tinggi standar
150 cm, dengan bunga yang menggerombol hingga hampir menutup
batangnya yang
berduri. Tanaman ini sangat adaptif, bahkan di dataran tinggi
sekalipun bunga ini dapat tumbuh
dengan baik. Pada daerah dataran rendah pertumbuhannya akan lebih cepat.
Dengan kondisi udara yang hangat
serta sinar matahari yang cukup, akan membuat tanaman ini berbunga dengan cepat.
67.
Alamanda chatartica

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Alamanda Familia : Apocynaceae
Deskripsi : Alamanda merupakan tumbuhan perdu
memanjat, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai
3 – 8 m, berakar
tunggang. Daun tunggal,
berkarang, berbilangan 3 – 4,
tersusun berhadapan, bertangkai pendek warna hijau,
bentuk jorong/bulat telur
terbalik bentuk lanset.
Bunga majemuk, berbentuk tandan (racemus) lepas di ujung,
muncul di ketiak
daun dan ujung
batang, berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet berwarna kuning.
Secara umum, tanaman ornamental ini
mudah tumbuh dengan intensitas cahaya matahari yang cukup. Jika tanaman ini ternaungi, maka kemampuan
berbunga cenderung berkurang. Iklim yang cocok
untuk pertumbuhan tanaman
ini adalah tropis, memiliki manfaat sebagai tanaman
hias.
68. Ixora coccinea

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Bunga Soka
Familia: Rubiaceace
Deskripsi: Bunga soka merupakan tanaman perdu dengan batang tegak.
Tanaman ini mudah di temukan
di sekitar pekarangan, karena
sifatnya yang mudah tumbuh dimana saja.
Akar dari tanaman ini adalah akar tunggang, dapat menyebar ke semua arah dengan kedalaman 30 cm sampai
40 cm, akarnya berwarna
putih. Batang dari tanaman ini batang tegak, perdu, berbentuk
bulat
(teres), sedikit bercabang, permukaannya kasar, dan
memiliki bekas perlekatan daun. Helaian daun
berbentuk lonjong bulat telur, daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai
pendek, ujungnya tumpul,
bertepi rata, berwarna hijau tua dan daun penumpu
tidak rontok.
69. Ixora finlaysoniana

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Bunga Soka Putih Familia: Rubiaceae
Deskripsi: Bunga soka putih merupakan tanaman berhabitus perdu,
termasuk tumbuhan berkayu,
batangnya berwarna coklat agak kehijauan. Daunnya termasuk daun tunggal. Bunga soka ini berwarna putih cerah. Pada bagian mahkotanya terdapat seperti ruang kecil dimana
terdapat
cairan manis seperti
madu. Spesies ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghias
rumah.
70. Centella asiatica

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Pegagan Familia: Mackinlayaceae
Deskripsi: Centella asiatica
merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar
dan berbunga sepanjang
tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan
penutup tanah. Pegagan
merah tumbuh merambat
dengan stolon (geragih)
dan tidak mempunyai
batang, tetapi mempunyai
rhizoma (rimpang pendek).
Sedangkan pegagan hijau sering
banyak dijumpai di daerah pesawahan dan di sela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak ternaungi.
71. Vitex pinnata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama
Lokal : Laban Familia: Lamiaceae
Deskripsi: Kulit kayu laban pecah-pecah, bersisik,
pucat abu-abu kekuningan sampai coklat; kulit kayu bagian dalam kuning pucat menjadi
hijau saat terpapar; gubal
lunak berwarna kuning
sampai coklat. Daun 3- atau 5- foliolate. Anak daun hampir
sesil, dua bagian
luar biasanya
jauh lebih kecil
dari yang lain, bulat telur atau elips, panjang 3–25 cm, lebar 1,5–10 cm; alas membulat hingga agak berbentuk baji;
puncak tajam; margin seluruh; vena sekunder 10-20 pasang; Perbungaan malai terminal; Bunga berwarna biru keputihan. Buah dengan diameter
5–
8 mm; pematangan hitam. Laban tersebar di Indo-Malaysia
mencakup Kalimantan; Sabah, Sarawak
dan semua provinsi di Kalimantan. Indonesia, Utara ke India, Sri Lanka dan Kamboja.
Di Filipina spesies ini hanya diketahui dari pulau Palawan, Culion dan Tawi-tawi.
72. Averrhoa carambola

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Belimbing Manis Familia : Oxalidaceae
Deskripsi : Belimbing manis merupakan jenis buah tropis yang saat ini banyak dibudidayakan di Florida, Hawai,
South America, Australia, dan
hampir di seluruh bagian negara di asia tenggara,
dan dudah sejak beberapa ratus tahun yang lalu dibudidayakan di Indonesia, Srilanka,
dan Malaysia. Pohon
belimbing memiliki daun majemuk yang panjangnya dapat
mencapai 50cm, bunga berwarna merah
muda yang umunya muncul di ujung dahan. Pohon ini bercabang banyak dan dapat tumbuh hingga mencapai 5m. Tidak seperti
tanaman tropis lainnya, pohon belimbing tidak
memerlukan banyak sinar matahari.
73.
Pennisetum purpureum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Rumput Gajah Mini Familia : Poaceae
Deskripsi :
Ukurannya yang lebih kecil dari rumput gajah,
membuatnya juga sering di sebut rumput gajah kerdil. Rumput ini dapat tumbuh pada berbagai macam tanah, sampai liat alkalis,
dan sangat responsif
terhadap pemupukan. Rumput
gajah mini dibudidayakan dengan
potongan batang
(stek) atau sobekan rumpun (pols) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang
stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata).
Waktu yang terbaik
untuk memotong tanaman
yang akan dibuat
silase adalah pada fase vegetatif, sebelum pembentukan
bunga. Fase pertumbuhan tanaman pada waktu pembuatan silase besar pengaruhnya terhadap kecernaan dan komposisi kimia silase. Bermanfaat untuk mencegah serangga
hama untuk berkembang biak di daerah yang ditumbuhinya.
74. Dendrobium crumenatum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Anggrek Merpati Familia : Orchidaceae
Deskripsi : Anggrek
merpati mempunyai bunga
dengan sepal dan petal berwarna putih dengan bentuk
lidah (labellum) bervariasi dan memiliki warna putih dengan sedikit kekuningan. Bunganya harum semerbak,
terutama di pagi hari dan biasanya hanya bertahan sehari.
Mekarnya bunga
sering kali secara bersamaan
dan dipengaruhi oleh perbedaan suhu yang ekstrem (misalnya: hujan
deras pada musim kemarau).
75. Calanthe sp.

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Anggrek Hitam
Familia : Orchidaceae
Deskripsi :Anggrek hitam Kalimantan memiliki warna yang tidaklah hitam secara keseluruhan, kelopak bunganya berwarna
hijau pupus dan labelum (lidah bunga) yang berwarna hitam sungguh menampilkan sosok bunga anggrek
yang eksotis. Pesona
anggrek hitam tersebut
ditambah
dengan diameter bunga yang cukup lebar hingga 10 cm. Bunga
tersebut sangat jelas terlihat digerombolan
rumpun karena tangkainya tumbuh tegak. Tangkai tersebut terdapat beberapa kuntum bunga sehingga terlihat serempak.
Anggrek hitam adalah tanaman epifit sekaligus
terestrial. Epifit artinya
tumbuh pada tanaman
lain tapi tidak parasit. Terestrial artinya hidup di tanah. Jadi anggrek
hitam dapat hidup pada pohon atau media
serupa dan di tanah.
76. Chromolaena odorata

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Kirinyu Familia : Asteraceae
Deskripsi :Tumbuhan ini berakar tunggang.
Batangnya berwarna
kekuning-kuningan dan dapat tumbuh hingga 1 meter dan batang seminya
bisa mencapai 7 meter. Tumbuhan
ini dapat tumbuh di tanah yang kering hingga cukup air. Tumbuhan
ini dapat ditemukan
di Indonesia. Kirinyu
mengandung
senyawa aktif fenolik, flavonoid, saponin, terpenoid, tanin dan steroid. Daun tumbuhan
ini oleh masyarakat lokal digunakan untuk mengobati luka luar dengan cara dilumatkan, kemudian air hasil lumatan di tempelkan ke bagian yang terluka. Ekstrak
akar dan
daunnya juga dapat digunakan untuk mengobati sakit maag atau muntah darah. Karena khasiatnya, daun kirinyuh diperjualbelikan secara bebas. Tumbuhan
ini juga digunakan
sebagai pestisida
nabati untuk pengendalian hama, seperti pada pencucuk buah kakao, rayap, kecoa dan bekicot,
bahkan dalam penelitian yang lain, diketahui jika tumbuhan inidapat menjadi
racun bagi beberapa spesies nyamuk.
77. Nephelium lappaceum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Rambutan Familia : Sapindaceae
Deksripsi : Tanaman
yang berbentuk pohon ini sangat digemari
karena buahnya yang menyegarkan dan mempunyai rasa yang manis. Tanaman
ini merupakan tanaman buah tropis,
hidup di dataran rendah dengan suhu 25oC. Tanaman rambutan
umumnya mempunyai tinggi
kira-kira 25 meter
dan memiliki percabangan yang banyak.
78. Dimocarpus longan

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Lengkeng Familia : Sapindaceae
Deskripsi : Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m.
Berdaun majemuk, dengan 2-4 (-6)
pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat
pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1–20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5
cm. Anak daun bulat memanjang, panjang
lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5–20 cm, mengertas sampai
menjangat, dengan bulu- bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun. Buah bulat, coklat kekuningan,hampir gundul; licin,
berbutirbutir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya. Daging buah (arilus) tipis
berwarna agak bening pembungkus biji berwarna coklat kehitaman, mengkilat.
79. Eclipta prostrata
Nama Lokal : Urang-aring Familia
: Asteraceae
Deskripsi : Urang-aring merupakan sejenis tumbuhan,
biasanya ditemukan liar sebagau gulma, anggota suku Asteraceae. Terna ini terkenal
oleh kegunaannya sebagai
penyubur rambut. Di samping itu, urang-aring juga memiliki
khasiat sebagai tumbuhan obat. Terna
semusim, dengan batang tegak atau berbaring, kerap bercabang-cabang, hingga 0,8
m. Batang bulat pejal, sering
keunguan, dengan rambut putih. Daun berhadapan, duduk, lanset memanjang
hingga bundar telur memanjang, 2–12,5
× 0,5–3,5 cm, dengan pangkal
menyempit dan ujung
runcing, tepi daun bergerigi atau hampir rata,
kedua permukaannya berambut.
80. Coleus scutellarioides

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Iler atau Miyana Familia : Lamiaceae
Deskripsi : Tanaman
Iler adalah tanaman
yang bagian batangnya
lunak dan cabangnya
berbentuk monopodial. Bentuk daunnya adalah daun tunggal
seperti bulat telur.
Bagian ujung daun meruncing kemudian
tepiannya rata, sedangkan
bagian pangkal bentuknya
tumpul. Daunnya ini
berwarna hijau hanya saja saat matang akan menjadi warna cokelat. Bentuk tulang Iler menyirip
yang panjangnya 7-11 cm, lebar 5-7 cm, dan panjang tangkai ± 3 cm. Tanaman ini daunnya berwarna ungu dan mahkota bunga
berwarna ungu keputih-putihan dengan bentuk bibir.
Bagian kelopak berwarna hijau muda dengan bentuk corong. Ada dua benar sari dengan warna putih dan putihnya berwarna ungu
yang berukuran kecil. Tanaman Iler termasuk akar tunggang dengan warna kuning keputihan. Tanaman ini memiliki
khasiat untuk berbagai pengobatan seperti
penyakit wasir, demam nifas, bisul, radang telinga,
dan bisa untuk pengobatan
haid.
81.
Durio zibethinus

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Durian Familia : Malvaceae
Deskripsi : Daun pohon durian terbagi menjadi dua, pada bagian atas berwarna
hijau dan tampak mengkilap, sedangkan
bagian bawahnya memiliki
warna kuning keemasan atau cokelat. Bentuk daun
membulat atau tumpul di bagian
pangkalnya dengan pertumbuhan daun tunggal dan
terletak
berselang-seling. Bunga pohon durian tumbuh secara berkelompok pada batang atau cabang yang sudah tua. Jumlah bunga pada
setiap kelompok sekitar 3 sampai 10 kuntum dengan bentuk
malai rata atau tukal yang memiliki kuncup.
Panjang kelopak bunganya
sekitar 3 cm dan berbentuk
tabung. Adapula tambahan daun kelopak berbentuk bulat telur sekitar 2 sampai 3 helai. Pohon durian tersebar di berbagai wilayah nusantara, paling banyak dijumpai
di Pulau Kalimantan. Tanaman ini juga tersebar ke wilayah
Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua,
dan bergerak menuju negara-negara di bagian barat seperti Malaysia, Thailand,
India, Birma, dan Pakistan.
82. Philodendron burle-marxii

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Philo Brekele
Familia : Araceae
Deskripsi : Daun tanaman ini berbentuk oblong, memanjang dan ada lekukan
di bagian pangkal
daun. Menyerupai bentuk
jantung namun dengan proporsi yang memanjang. Tulang daunnya
menyirip dan panjang
daun berukuran 10 hingga 15 cm. Bentuk daun dan karakternya yang mengilat membuat
daun ini sekilas mirip dengan daun talas. Jenis tanaman ini
tumbuh menggerombol dan bisa merambat.
Biasanya tanaman ini digunakan sebagai salah satu bagian dari vertical garden karena sifat merambat tersebut.
Philodendron jenis ini juga banyak dipilih sebagai tanaman indoor.
83.
Tabebuia aurea

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Tabebuia Kuning Nama Famili: Bignoneaceae.
Tanaman Tabebuia aurea berasal dari Suriname, Brasil,
Bolivia timur, Peru, Paraguay, dan Argentina utara. Tinggi tanaman mencapai 8 m. Daunnya
bertipe majemuk berjumlah
5-7 lembar. Berwarna hijau
dengan sisik keperakan
di bagian atas dan bawah permukaan. Bunga Tabebuia aurea berwarna
kuning cerah.
Kini tabebuia sering
digunakan sebagai tanaman
penghias jalan.
V.1.2
Mangrove
1. Avicennia marina

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal :
Api-api putih Famila : Acanthaceae
Deskripsi :
Terletak pada zona paling luar atau terdekat
dengan laut, keadaan
tanah berlumpur, agak lembek, dangkal, dengan kadar garam agak tinggi. Berupa Pohon kecil atau besar,
tinggi hingga 30 m, dengan tajuk yang agak renggang. Avicenia kayunya dapat dipakai untuk bangunan
rumah (pilar, atap dll.), selain itu juga digunakan untuk membuat mebel,
perahu. Kayunya juga
digunakan untuk membuat kayu bakar, dan juga pulp. Kayunya yang keras
sangat tahan terhadap serangan rayap.
Pohon Avicennia marina mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang tinggi. Pohon
ini memiliki system
penanggulangan materi toksik dengan cara
melamahkan efek racun melalui pengenceran (dilusi) yaitu dengan
menyimpan banyak air untuk
mengencerkan konsentrasi logam berat dalam jaringan tubuhnya sehingga
mengurangi toksisitas logam tersebut.
2.Rhizopora apiculata

Sumber : Foto Survei. 2023
Nama Lokal :
Bakau Minyak Familia : Rhizophoraceae
Deskripsi : Bakau
minyak juga disebut dengan nama bakau tandok,
bakau akik, bakau kacang dan lain-lain. Tandanya, dengan warna kemerahan pada tangkai daun dan sisi bawah daun.Bunga biasanya berkelompok dua-dua,
dengan daun mahkota gundul dan kekuningan. Buah kecil, coklat,
panjangnya 2 –
3,5 cm. Hipokotil dengan warna kemerahan atau jingga, dan merah pada leher kotiledon bila sudah matang.
Panjang hipokotil sekitar
18 – 38 cm.Menyukai tanah berlumpur halus dan dalam, yang tergenang jika
pasang serta terkena pengaruh masukan air tawar yang tetap dan kuat. Menyebar mulai dari Sri Lanka, Semenanjung
Malaya, seluruh Indonesia, sampai ke Australia tropis
dan pulau-pulau di Pasifik.
3. Acrostichum speciosum

Sumber : Foto Survei.
2023
Nama Lokal : Paku Laut
Familia : Pteridaceae
Deskripsi :
Tumbuhan ukuran sekitar 1,2 – 1,8m.
Daun biasanya melengkung sekitar pinggiran
tanaman, tetapi cenderung lebih tegak pusat. Tebal daun
kasar merupakan senyawa dan besar
dengan ukuran di atas 1 m. Ada 24-30 pasang daun alternatif yang tidak tumpang
tindih, bulat di
ujung dan ukuran sekitar
10-34cm. Daun berwarna
hijau mengkilap dan biasanya gelap
di atas, tetapi
lebih pucat dibagian
bawah daun. Sporanya
berwarna merah bata dengan spora berukuran
diameter 37-72 cm. Tunas dan daun muda tumbuhan ini dapat digunakan untuk bahan makanan
baik dimakan langsung, disayur,
ditumis atau dikukus.
V.2
Serangga
V.2.1. Identifikasi Spesies
Secara umum tubuh Insecta
berbentuk tabung dan simetri bilateral. Tubuh Insecta
kitin. (Borror, dkk, 1996).
Serangga merupakan kelompok hewan yang
paling melimpah dibandingkan dengan kelas
lainnya walupun siklus dan umur hidupnya terbilang rendah. Hal ini terkait
dengan kemampuan adaptasi serangga
yang tinggi. Serangga telah hidup di bumi kira-kira 350 juta tahun. Kebanyakan serangga memiliki ukuran
tubuh yang kecil, sehingga kurang mencolok dan memungkinkan mereka hidup ditempat-tempat yang tidak dapat ditempati oleh hewan lain,
sayap yang dimiliki
memungkinkan mereka dapat menyebar dengan luas serta menghindari
predator, selain itu serangga
melakukan metamorphosis, sehingga
masing-masing fase hidupnya dapat tinggal pada relung yang berbeda.
Aktivitas serangga
tinggi dan rendah
pada suhu-suhu tertentu.
Sehingga terdapat zona-
optimum sekitar 25℃.
Insecta merupakan
kelas dengan jumlah
spesies terbanyak dengan
mencakup beberapa
menggunakan metode jelajah, diperoleh
hasil sebagai berikut:
DIPTERA
Diptera berasal dari kata “di” artinya dua dan “pteron” berarti sayap. Diptera artinya serangga yang hanya mempunyai sepasang
sayap depan sebab sepasang sayap belakangnya
telah berubah bentuk menjadi bulatan yang disebut dengan halter. Sayap
ini berfungsi sebagai alat
keseimbangan pada saat terbang, alat untuk mengetahui arah, dan juga alat
pendengaran. Larva diptera tidak
mempunyai kaki, dan hidupnya di tempat-tempat yang lembap atau basah. Perkembangan hidup Diptera mengalami
metamorphosis sempurna atau holometabola yaitu
telur - larva - pupa - imago. Tipe alat mulut larva bersifat
menggigit-mengunyah, sedang imagonya memiliki alat mulut menusuk-mengisap
atau menjilat-mengisap.
1.
Lalat Kaki Panjang

Nama
ilmiah : Condylostylus mundus Nama
asing : Asian Long-Legged Fly Famili : Dolichopodidae
|
Deskripsi : Lalat ini biasanya terlihat
melesat dari daun ke daun pada tanaman,
predator serangga tanaman
yang lebih kecil
seperti tungau dan kutu daun. Mereka memiliki
warna
metalik mengkilap
yang mencolok dan cerah, dengan kaki panjang yang tampak seperti nyamuk. Lalat ini berwarna merah atau
hijau metalik dan memiliki bercak-bercak gelap di sayapnya. Jantan memiliki jumbai rambut di kaki mereka yang
biasanya terlihat paling baik selama
tarian kawin. Larvanya dapat memakan larva serangga lain atau bahan tanaman
yang membusuk. Lalat dewasa berukuran
2-6 mm dengan betina berukuran lebih besar dari jantan. Merupakan musuh alami yang berperan
sebagai predator dengan
memangsa wereng batang
dan wereng daun padi. Habitat
yang disukai adalah
daerah yang sedikit
teduh di dekat
rawa, sungai, padang rumput dan hutan.
2. Lalat Pembunuh
Nama ilmiah : Machimus
sadyates Nama asing : Kite-tailed
Robberfly Famili : Asilidae
|
Deskripsi : Lalat pembunuh memiliki ujung belakang runcing dan dada lebar, bagian belakang
memanjang dan meruncing melampaui sayap. Di bawah
dagunya ada rambut panjang
seperti janggut. Kaki yang kuat berwarna hitam dengan beberapa
warna merah.
Ukurannya dapat mencapai 20 mm. Sering ditemukan di tepi hutan, padang rumput, semak dan area terbuka bahkan pada
perkotaan. Mencari mangsa dari semak dan pohon, lalat ini menghisap
cairan mangsanya seperti
ngengat, kumbang, tawon,
larva serangga lain,
laba-laba dan lebah.
3. Lalat Hijau Metalik
Nama ilmiah : Lucilia
cuprina Nama asing : Green
bottle flies Famili : Calliphoridae
|
Deskripsi : Lalat ini merupakan
salah satu jenis lalat yang dapat menularkan penyakit. Lalat ini dapat ditemukan
pada daging dan bangkai hewan,
dan penyebab
myiasis pada manusia dan hewan herbivora domestic, lalat ini juga berperan
sebagai penyerbuk tanaman,
walau belum diketahui
apakah lalat ini mengkonsumsi nectar
atau tidak. Mempunyai mata majemuk berwarna
merah. Panjang tubuh berkisar antara
7,8 - 9,5 mm, warna tubuh hijau
metalik, thorax dan abdomen bewarna
hijau metalik. Panjang venasi sayap
berkisar antara 5,5
- 6,5 mm. Lucilia betina akan meletakkan banyak telur pada
bangkai hewan, luka atau pun infeksi,
dan akan menetas 3 – 10 hari kemudian tergantung dari temperatur dan kualitas makanan. Larva dari lalat ini memiliki
peran penting bagi manusia, seperti di bidang forensik, perkembangan larva digunakan untuk menghitung waktu kematian
mayat, dan pada bidang medis, larva Lucilia
digunakan untuk penangan luka atau
infeksi.
4.
Lalat buah
Nama ilmiah: Drosophila
melanogaster
Nama asing : Lesser fruit fly
Famili : Drosophilidae
|
Deskripsi : Berwarna kuning-cokelat, dengan mata merah bata dan cincin hitam melintang
di perut. Betina memiliki panjang sekitar
2,5 mm, jantan
sedikit lebih kecil dengan
punggung lebih gelap. Jantan mudah dibedakan dari betina
berdasarkan perbedaan warna, dengan
bercak hitam yang jelas di perut dan sisir kelamin. Makanan utamanya berupa
buah dengan modifikasi mulut penjilat
dan penghisap, paling mudah dijumpai pada buah yang busuk. Lalat ini banyak digunakan dalam penelitian karena siklus
hidupnya yang cepat, genetika yang
relatif sederhana dengan hanya empat pasang kromosom, dan keturunan yang banyak per generasi. Merupakan hama umum
di rumah, restoran, dan tempat lain di mana makanan disajikan. Lalat ini memiliki
habitat yang luas yaitu dapat ditemukan disemua
benua.
5. Lalat buah
Nama ilmiah : Eupeodes volucris
Nama asing : Bird hover fly Famili : Syrphidae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna hitam dengan
cincin kuning pada bagian perut dan garis kuning pada pangkal sayap, memiliki mata majemuk yang hitam serta
dada berwarna
hitam. Makanannya berupa serbuk sari dan sari buah. Lalat
ini hidup di daerah kebun, ngarai dan rawa. Ditemukan di daratan Asia dan Amerika.
6.
Lalat Rumah
Nama ilmiah : Musca domestica
Nama asing : House
fly
Famili : Muscidae
|
Deskripsi : Lalat rumah adalah serangga
dengan distribusi terluas
di dunia, lalat ini umumnya
terkait dengan manusia
dan telah mengikutinya ke seluruh dunia sebagai spesies
yang memiliki hubungan komensalisme. Lalat rumah terdapat
di semua daerah yang dihuni di Eropa,
Asia, Afrika, Australasia, dan Amerika. Spesies ini adalah spesies lalat yang
paling umum ditemukan di rumah. Lalat dewasa
berwarna abu-abu sampai hitam, dengan empat garis
gelap memanjang di toraks, badan yang sedikit
berambut, dan sepasang
sayap berupa membran. Lalat rumah memiliki mata
berwarna merah yang terpisah lebih jauh pada betina karena ukurannya sedikit
lebih besar. Sepasang
mata majemuk besar
hampir bersentuhan pada jantan, tetapi
lebih terpisah pada betina. Lalat rumah memiliki
tiga mata sederhana
(oselus) dan sepasang antena pendek. Lalat memproses
informasi visual sekitar tujuh kali lebih cepat daripada manusia, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan
menghindari upaya untuk menangkap
atau memukulnya, karena lalat
secara efektif melihat
gerakan manusia dalam
gerakan lambat dengan laju yang lebih tinggi.
Kehadirannya mengganggu kebersihan, ketenangan dan
kesehatan manusia.
Lalat ini menimbulkan banyak kerugian
pada manusia dan hewan karena lalat ini berpotensi
tinggi dalam menyebarkan berbagai agen penyakit, yaitu protozoa, cacing, virus, bakteri dan jamur akibat kebiasaannya
hinggap dan menghisap cairan pada tempat kotor. Berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh lalat sebagai
vektor mekanik yaitu disentri, kholera, typhoid, kecacingan, gatal pada kulit dan
diare.
7.
Lalat rumput
Nama ilmiah : Neotephritis finalis
Nama asing : Grass fly
Famili : Tephritidae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna abu-abu dengan
sayap hitam berbintik bening, pada dada terdapat rambut, memiliki mata faset berwarna
hijau. Kebanyakan anggota
spesies ini bertelur
dalam
jaringan tumbuhan, tempat larva menemukan
makanan pertamanya setelah
lahir. Lalat dewasa
biasanya berumur sangat
pendek. Beberapa hidup selama kurang
dari seminggu. Habitat
berupa padang rumpu dan banyak
ditemukan dida erah Eropa
dan sebagian dinegara-negara Asia.
9.
Lalat Rawa
Nama
ilmiah : Sepodon sphegea
Nama asing : Marsh flies Famili : Sciomyzidae
Deskripsi : Panjang tubuh dewa 8-11 mm.
Tubuh spesies ini sebagian besar berwarna coklat atau kehitaman, tetapi bagian paha
berwarna merah jingga mencolok dan tarsae berwarna hitam.
Tulang paha belakang memiliki deretan bulu yang menonjol.
Larva memakan siput air dan sebagai oportunis
pada invertebrata lainnya. Habitat spesies ini antara
lain, tepi kolam dan padang rumput yang lembab. Lalat dewasa dapat ditemukan sepanjang tahun tetapi periode
penerbangan utama adalah dari Maret hingga Oktober.
Lalat ini ditemukan
di semua alam biogeografis tetapi kurang di alam wilayah
Australasia dan Oseania.
10. Lalat kuning

Nama
Ilmiah :Sphaerophoria contigua Nama Asing : Tufted Globetail Familia : Syrphidae
Deskripsi : Sphaerophoria
contigua adalah species lalat Syrphid yang tergolong Familia
Syrphidae. Sphaerophoria contigua dapat
ditemukan diseluruh Amerika Utara. Meskipun
species ini biasanya
berasosiasi dengan padang
rumput kering, mereka juga dapat ditemukan di
sekitar jalur hutan atau rawa-rawa.
ORTHOPTERA
Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani
ortho artinya lurus dan ptera artinya bersayap. Orthoptera adalah suatu ordo serangga dengan metamorfosis tidak
sempurna. Jenis serangga yang ditemukan di seluruh belahan
bumi kecuali Antartika. Habitat serangga ini adalah padang
rumput dan hutan, di mana sumber makan mereka adalah rumput dan
tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai
predator serangga lain. Ordo ini meliputi berbagai jenis belalang dan jengkerik. Banyak serangga dalam
ordo ini mengeluarkan bunyi dengan
menggesekkan sayapnya satu sama lain atau dengan kaki belakang. Semua organisme ini menggunakan getaran atau vibrasi
untuk melacak individu lain. Orthoptera umumnya mempunyai badan berbentuk
silinder, dengan kaki belakang yang lebih panjang
untuk meloncat. Mempunyai bagian mulut mandibulate untuk menggigit dan mengunyah. Umumnya
memiliki dua pasang sayap. Sayap depan lebih sempit daripada sayap
belakang dengan vena- vena menebal
dan mengeras yang disebut tegmina. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat
di bawah sayap depan.
1.
Belalang kepala panjang

![]()
Nama ilmiah : Acrida cinrea
Nama asing :
Long head Grasshoper
Famili : Pyrgomorphidae
Deskripsi : Panjang tubuh janan 40- 50 mm sedangkan betina 70-80 mm, tubuh berwarna
hijau atau coklat dengan sayap tidak berwarna.
Tersebar diwilayah Afrika,
Asia, dan
Australia dengan habitat berupa padang rumput atau pada pepohonan hijau, dan hidup sebagai hama bagi beberapa tanaman
pertanian seperti tembakau, jagung, padi, dan
berbagai macam sayuran. Secara historis juga telah digunakan sebagai sumber makanan manusia
dan pakan ternak.
2. Belalang rumpur
Nama ilmiah :
Aiolopus thalassinus
Nama asing :
Grasshoper
Famili : Acrididae
Deskripsi : Pewarnaan
belalang ini umumnya
coklat hingga coklat tua dengan motif hijau dan hitam ditubuhnya namun pada
betina lebih sering berwarna
hijau terlebih pada daerah dengan
suhu rendah. Belalang
betina berukuran 21-29
mm dan jantan 15-19 mm. Makanannya berupa
rerumputan dan kadang
juga lumut. Mudah ditemukan pada bulan juni hingga oktober.
Hidup bebas didaerah padang rumput wilayah Asia, Afrika, Australia serta
sebagian wilayah Eropa.
3.
Belalang tombak
Nama ilmiah : Conocephalus maculatus
Nama asing : Straight-lanced meadow katydid
Famili : Tettigoniidae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna
hijau dengan sayap coklat, memiliki
oposit panjang pada ujung abdomen.
Umumnya berukuran 13 hingga 30 mm. memiliki tegmina sayap depan
pendek. Bentuk sayap pendek 13–22 mm,
sedangkan bentuk sayap panjang 21–30 mm. Habitatnya berupa padang rumput dan
biasanya hidup berkumpul. Belalang ini merupakan hama bagi anaman pertanian seperti jagung dan millet. Belalang
ini banyak ditemukan di daerah Amerika
serikat.
4. Belalaang semut
Nama Ilmiah : Odontomantis planiceps Nama Asing : Asian Ant Mantis Famili : Hymenopodidae
|
Deskripsi :
Odontomantis planiceps adalah species Belalang Semut dari Famili Hymenopodidae yang umum ditemukan
di Asia. Belalang
ini mudah beradaptasi dan
bahkan berkembang biak ditama kota dan menghuni tanaman
hias. Species ini menyerupai semut
hitam. Sebagian besar berwarna hijau, beberapa memiliki variasi warna
tergantung di mana dia tinggal.
5.
Belalang Jepang
Nama ilmiah : Oxya
japonica Nama asing : Rice
Grasshopper Famili : Acrididae
|
Deskripsi : Belalang ini umum berwarna
hijau kecoklatan, garis hitam mulai dari masing-
masing mata sepanjang
tepi dada sampai ke ujung sayap, kaki belakang yang besar untuk
melompat dengan 9 duri eksternal termasuk tulang belakang
apikal dan 10 duri internal pada tibia
belakang. Belalang jantan dewasa berukuran antara 20,1 hingga 27,9 mm dengan
rataan 24,43 mm, sedangkan betina
berukuran antara 23,8 hingga 33,6 mm dengan rataan 30,18 mm Habitatnya berupa padang rumput, semai
hingga pepohonan dan bersifat polifag karena dapat memakan berbagai jenis tanaman yang berbeda. Belalang ini
merupakan hama pada tanaman padi.
Kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh serangan belalang ini pada tanaman padi,
yaitu berupa lubang gigitan yang
kecil dan menyebar pada helai daun bagian pucuk, tengah, dan pangkal
daun. Serangan berat
dapat menyebabkan seluruh
tepi daun hingga
tulang daun habis.
Belalang ini mempunyai daerah meliputi Cina,
India, Asia Tenggara,
Jepang dan Australia.
6. Jangkrik semak sabit
Nama ilmiah : Phaneroptera
nana
Nama asing : Southern sickle bush-cricket
Famili :
Tettigoniidae
Deskripsi : Panjang
tubuh jantan dewasa
13–
|
15 mm, sedangkan
betina dapat mencapai
panjang 15–18 mm. Pada kedua jenis kelamin, warna dasar tubuhnya
adalah hijau muda, dengan
banyak bintik
hitam kecil. Mata berwarna oranye
terang. Serangga ini diketahui menyebabkan kerusakan pada beberapa buah, tercatat serangga ini suka
memakan buah pir yang belum matang.
Habitatnya berupa padang rumput, semak dan pepohonan. Jangkrik semak ini
berasal dari daratan Eropa, Timur Dekat dan Afrika Utara.
7. Belalang Coklat
Nama ilmiah : Phlaeoba fumosa
Nama asing : Short-horned Grasshopper
Famili : Acrididae
|
Deskripsi : Memiliki sepasang antena yang
pendek, kepala dan dada berwarna coklat pudar dengan garis hitam dari mata hingga ujung sayap, sayap berwarna coklat
sedikit
kekuningan, dan abdomen berwarna kuning pudar. Panjang
tubuhnya berkisar 1,5 – 1,7 cm. dengan
tipe mulut pengunyah dapat dipastikan bahwa serangga ini adalah serangga
pemakan padatan berupa daun atau
tumbuhan. Biasa dijumpai di padang rumput dan kayu-kayu kering. Sebagai organisme herbivora, serangga
ini juga sering menjadi ancaman sebagai serangga hama tanaman
pertanian.
8. Belalang Coklat
Nama ilmiah : Phlaeoba
infumata
Nama asing : Short-horned Grasshopper
Famili :
Acrididae
|
Deskripsi : Belalang ini memiliki tubuh berwarna coklat dengan garis-garis putih kekuningan dibagian
sayapnya, Panjang tubuhnya
berkisar 1,5 sampai
1,7 cm. dengan
tipe mulut
pengunyah. Memakan dedaunan khususnya rumput dan kadang juga biji-bijian. Belalang ini dapat hidup hingga satu tahun
dari larva hingga dewasa. Habitatnya
berupa padang rumput dan terdistribusi di wilayah tropis dan subtropics seperti Indonesia dan Malaisya.
9. Belalang Kaki belang
Nama ilmiah : Xenocatantops humilis
Nama asing : Rufous-legged grasshopper Famili : Acrididae
|
Deskripsi : Ciri khas dari belalang ini yaitu pada kaki belakang berwarna kuning atau coklat dengan
garis-gasris hitam, umumnya
bagian dada hingga
kepala berwarna hijau
kecoklatan
dengan abdomen berwarna coklat. Belalang dewasa dapar
tumbuh hingga panjang 2 cm. Belalang
ini dapat hidup hingga satu tahun. Habitatnya berupa padang rumput dan tersebar diwilayah
India, Indo-Cina, dan Malaisya.
ODONATA
Odonata dalam bahasa Yunani artinya
rahang bergigi dimana pada ujung labium (bibir
bawah) terdapat tonjolan-tonjolan tajam atau spina
yang menyerupai gigi. Odonata adalah ordo dari serangga karnivora, meliputi capung
dan capung jarum. Merupakan serangga terbang
pertama yang ada di dunia. Muncul sejak jaman karbon dan masih bertahan
hingga sekarang. Odonata adalah kelompok serangga yang berukuran
sedang sampai besar dan
seringkali berwarna menarik. Tubuh
odonata terdiri dari kepala (cephal), dada (toraks), perut (abdomen) yang langsing dan panjang, dan memiliki
enam tungkai. Serangga ini menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang. Melakukan metamorphosis sempurna. Kepekaan
nimfa Odonata
terhadap perubahan lingkungan membuat
mereka menjadi bagian dari bioindikator yang paling terlihat
jelas dari kesehatan
lingkungan khususnya kualitas air.
1. Capung Jarum Centil
Nama ilmiah: Agriocnemis
femina
Nama asing :
Pinhead wisp
Famili :
Coenagrionidae
|
Deskripsi : Capung jarum centil biasanya ditemukan
didaerah perairan yang bersih.
Ukuran tubuh dewasa berkisar 1,6-1,8 cm. bentuknya
kecil dan memiliki
warna yang
cantik. Jantan didominasi warna hitam dan hijau dengan
dewasa terlihat berwarna
putih akibat pruinescance, sedangkan betina bewarna
merah cerah dengan ekor gelap. Makanan capung
adalah invertebrata kecil seperti nyamuk. Larvanya banyak menjadi
predator didalam air hingga menjadi
parasite bagi tanaman
seperti eceng gondok.
Aktif pada pagi hari hingga
siang hari dengan
hinggap di dedaunan
dan ranting yang ternaungi pohon,
jarang terbang dan banyak bertengger untuk mengintai mangsa.
menyambar mangsa dengan cepat dan bertengger lagi di tanaman air atau rerumputan yang dekat dengan permukaan air.
Capung ini banyak ditemui di Asia
Tenggara, India, dan pulau Pasifik
2. Capung jarum rawa
Nama ilmiah
: Ceriagrion cerinorubellum Nama asing : Range-tailed marsh dart Famili :
Coenagrionidae
Deskripsi : Mata kehijauan dengan agak kebiruan di bagian atas, dada berwarna
hijau kekuningan, pangkal
dan ujung abdomen
berwarna merah bata dan sisanya berwarna hitam, di bagian
punggung biru dan agak pucat di bagian perut. Betina mirip dengan jantan,
tetapi lebih besar dengan warna
lebih kusam. Capung
ini berkembang biak di kolam yang disinari matahari,
rawa-rawa dan tempat
air tenang lainnya.
Spesies ini dapat ditemukan di negara-negara Asia seperti Bangladesh,
Cina, Indonesia, India, Sri Lanka,
Myanmar, Malaysia dan lain-lain.
3. Capung layang
Nama Ilmiah : Macrodiplax cora
Nama asing :
Wandering pennant
Famili : Libellulidae
|
Deskripsi :
Macrodiplax cora adalah capung
dalam Famili Libellulidae yang berukuran sedang
(panjang 45 mm, lebar sayap 75 mm) dengan perut merah, bagian punggung
ditandai dengan bercak
hitam disetiap segmen.
Perut betina berwarna
kurang cerah. Habitat
di laguna pantai, muara dan
rawa. Tersebar luas di Asia tropis, Asia Selatan, Australia dan berbagai
Kepulauan Samudra Hindia dan Pasifik.
4. Capung badak
Nama Ilmiah : Diplacoides trivialis
Nama Asing : Treehunger
Famili : Libellulidae
Deskripsi : Diplacoides
trivialis adalah jenis
capung besar (Anisoptera) dengan ciri berwarna
Sumber: Foto Survei, 2023
biru mulai dari kepala, toraks, dan sebagian
besar segmen abdomen
pada individu jantan dan
berwarna kuning mulai dari kepala hingga sebagian abdomen
pada betina. Pada saat bertengger
di dedaunan atau bebatuan, sayap dari kelompok
anisoptera akan dibentangkan secara horizontal.
Ukuran sayap depan dan sayap belakang berbeda. Capung jenis ini banyak di temukan
di kawasan hutan
Kalimantan dan semenanjung Malaysia dengan keberadaan sumber air ber-pH
rendah. Peran ekologi sebagai serangga predator (karnivora) dan dapat berfungsi untuk mengendalikan populasi serangga
herbivora yang kebanyakan berperan sebagai hama tanaman.
5. Capung merah
Nama Ilmiah : Neurothemis
terminata Nama Asing :
Staraight-edge Red Parasol Familia : Libellulidae
Deskripsi : Neurothemis
terminata
ditemukan di Semenanjung Malaysia,
Jepang
Sumber: Foto Survei, 2023
hingga Nusa Tenggara di Indonesia.
Neurothemis terminata
ibiasanya menghuni
lahan
basah, koloam, rawa-rawa serta sungai. Ciri khas dari speseis
ini memiliki ukuran sayap pada jantan hingga 31 mm serta
memiliki area healing kecil diujung sayap. Pada betina memiliki healing berwarna kuning dengan pola menyerupai jantan
atau sayap bening berujung coklat.
6.
Capung badak
Nama ilmiah : Orthetrum
sabina Nama asing : Green marsh hawk Famili : Libellulidae
Deskripsi : Capung ini tersebar luas, ditemukan dari Eropa tenggaradan Afrika Utara
![]()
Sumber: Foto Survei, 2023
ke Jepang dan
selatan
ke Australia dan
Mikronesia. Lebar sayap 60-85mm, hamper sama dengan panjang
tubuh. Capung dewasa berwarna
keabu-abuan sampai kuning kehijauan dengan garis hitam pucat dan mata hijau. Perutnya berwarna kuning kehijauan, dengan
garis-garis hitam. Capung betina mirip dengan
jantan dalam bentuk, warna dan ukuran; hanya berbeda dalam karakteristik
seksual. Capung ini bertengger tak
bergerak di semak-semak dan ranting kering untuk waktu yang lama. Ia adalah predato bagi kupu-kupu dan capung yang lebih kecil serta bioindicator terhadap kebersihan lingkungan, terutama air.
7. Capung
Nama ilmiah : Orthetrum
testaceum Nama asing : Crimson
Dropwing Famili : Libellulidae
Deskripsi : Capung
ini tersebar luas di seluruh
India, Indonesia, Malaysia,
Filipina,
Sumber: Foto Survei, 2023
Singapura dan Thailand.
Capung ini dapat
ditemukan di berbagai
daerah dengan genangan
air, seperti di
kolam, saluran air, rawa-rawa, sungai, danau dan kebun. Capung inidapat mencapai
panjang tubuh sekitar 43–48 mm, dengan sayap belakang 34–38 mm. Pada capung besar ini, toraks jantan dewasa berwarna
oranye-coklat, dengan perut berwarna merah terang sedangkan betina berwarna kuning. Mata berwarna coklat muda.
Sayapnya transparan dengan tambalan
kuning di pangkalnya. Capung ini merupakan predarot bagi serangga lain bahkan bagi capung
lainnya. Jantan secara teratur bertengger di dekat kolam, sedangkan
betina biasanya terbang ke air
hanya selama musim kawin dan bertelur. Dalam hal ini pejantan menjaga mereka dengan terbang di atas mereka.
8.
Capung jarum biru
Nama ilmiah : Pseudagrion microcephalus
Nama asing :
Blue Riverdamsel
Famili :
Coenagrionidae
Deskripsi : Mata biru
pucat, gelap di atasnya. Panjangnya tumbuh hingga 38mm.
dada berwarna biru dengan garis-garis hitam, Pangkal dan ujung abdomen berwarna biru dan
Sumber: Foto Survei,
2023 sisanya berwarna hitam
dengan
ruas-ruas
berwarna biru. Spesies ini dapat dengan mudah ditemukan di dekat air mengalir atau air tenang.
Mereka biasanya bersandar pada tanaman baik di tengah kolam atau di tepi
air. Spesies ini dapat ditemukan
di negara bagian Australia, New South Wales, Northern Territory, Queensland, Victoria
dan Australia Barat sera juga
dapat ditemukan di Asia.
HEMIPTERA
“Hemi” berarti setengah dan “pteron” artinya sayap. Golongan serangga
yang termasuk ke dalam ordo ini memiliki sayap depan
yang mengalami modifikasi sebagai "hemelitron", yaitu setengah bagian di
daerah pangkal menebal,
sedangkan sisanya berstruktur seperti selaput, dan
sayap belakang mirip selaput tipis (membran). Tipe perkembangan hidup ordo Hemiptera
adalah metamorphosis bertingkat "paurometabola" (telur - nimfa - imago). Tipe alat mulut, baik nimfa rnaupun imago,
bersifat menusuk-mengisap, dan keduanya hidup dalam habi•tat yang sama. Stadium serangga yang merusak tanaman adalah
nimfa dan imago. Ordo ini sebagian
besar berperan sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa
di antaranya ada yang bersifat
predator yang mengisap
cairan tubuh serangga
lain.
1.
Anggang-anggang
Nama ilmiah :
Aquarius
remigis Nama asing : Water
Strider Famili : Gerridae
|
Deskripsi : Anggang-anggang memiliki alat
mulut yang berevolusi untuk menusuk dan menghisap
dan merupakan predator bagi jentik atau serangga
lain yang jatuh kedalam air.
Sebagai pembeda dari serangga lain adalah kemampuan untuk
berjalan di atas air. Mereka secara anatomis
memiliki mekanisme untuk mentransfer berat badan mereka agar dapat
berjalan di atas permukaan air. Memiliki tumpukan rambut hidrofuge atau
rambut mikro hidrofobik dengan lebih dari seribu rambut mikro
per mm. Seluruh tubuh ditutupi oleh tumpukan
rambut ini, memberikan ketahanan terhadap percikan atau tetesan air. Mereka umumnya kecil dengan tubuh yang memanjang
dan sayap untuk memudahkan berpindah ke wilayah
perairan. Panjang tubuh dewasa 12 mm, berwarna hitam dengan dua pasang kaki belakang yang sangat panjang. Pasangan
kaki tengah berfungsi sebagai dayung dan mengarah ke depan pada saat istirahat. Umumnya menghuni permukaan
perairan yang tenang.
Mayoritas strider air
mendiami daerah air tawar. Anggang-anggang tersebar diwilayah Eropa, Afrika, Amerika,
Australia, Indonesia, Cina, dan Malaysia.
2. Kumbang permata
Nama ilmiah
: Chrysocoris sollii Nama asing : Jewel Bugs Famili : Scutelleridae
Deskripsi : Tubuh berwarna hijau keemasan dengan
binik-bintik hitam dibagian
punggung.
Kumbang ini
kadang diawetkan dan digunakan sebagai hiasan seperti kalung atau pajangan dinding.
Paling umum dan melimpah di benua Asia Tenggara, diantaranya Bangladesh, Kamboja, Cina, India, Malaysia,
Myanmar, Pakistan, Taiwan,
Thailand, Vietnam dan Indonesia.
3. Wereng
Nama ilmiah :
Agalliopsis sp.
Nama asing :
Leafhopper
Famili : Cicadellidae
|
Deskripsi :
Cicadellidae merupakan serangga peloncat
karena memiliki tibia belakang,
ramping dan sering memiliki kepala yang runcing
dan bersudut. Wereng
ini
berukuran 2-30 mm, biasanya di bawah 13 mm. Pewarnaan
tergantung pada spesies sebagai pertahanan
diri, tetapi umumnya wereng daun berwarna hijau, coklat, atau kuning dan sering belang-belang. Nimfa terlihat mirip dengan
wereng dewasa kecuali bahwa nimfa lebih kecil
dan tidak memiliki
sayap. Nimfa biasanya
memakan bagian bawah daun, dimana
kelembabannya lebih tinggi dan mereka
lebih terlindungi dari pemangsa, tibia
belakang mereka ditutupi duri kecil. Wereng ini ditemukan
di banyak tempat
seperti semak, rumput,
dan bunga, dan memakan daun tanaman. Serangga
ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman yang mereka makan. Wereng ini memakan
dedaunan dan pucuk dengan menusuk sel-sel tanaman dan dapat mengakibatkan pengurangan jumlah nira atau klorofil,
oviposisi di ranting,
pertumbuhan kerdil, dan pengeritingan daun tanaman. Serangga ini
merupakan hama bagi berbagai jenis tanaman.
4.
Wereng
Nama ilmiah : Euagoras
plagiatus Nama asing : Assassin
Bugs Famili : Reduviidae
|
Deskripsi : Tubuh dan kaki berwarna kuning pudar dengan sayap hingga kepala berwarna merah bata, memiliki duri pada punggung
atas dan antena yang panjang.
Merupakan predator
bagi berbagai macam hama seperti
kutu daun dan larva wereng
lainnya. Pada kondisi
tertentu, gigitannya dapa mengakibatkan alergi bagi manusia.
Habitat wereng ini berupa pepohonan dan padang rumput
5. Wereng merah
Nama ilmiah : Leptocoris
sp Nama asing : Bug
Soapberry Famili : Rhopalidae
|
Deskripsi : Anggota genus ini bertubuh
besar dan memiliki pronota pendek lebar. Tubuh didominasi warna merah dan pada kaki, antena dan sebagian sayap berwarna hitam.
Memiliki
kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat terhadap
inang invasif dan dipandang sebagai
biokontrol untuk gulma lingkungan. Serangga ini umum ditemukan di
pepohonan atau semak dan tersebar diwilayah Asia tenggara.
6.
Wereng ubi

Nama
ilmiah : Physomerus sp Nama asing : Sweetpotato
Bug Famili : Coreidae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna kuning dengan
garis-garis hitam, berbentuk oval dengan antena tersegmentasi, membran sayap depan yang banyak berurat,
kelenjar bau metathoracic, dan
tibia belakang yang membesar. Karena menghisap sari dari batang
tanaman yang menyebabkan tanaman layu dan mengganggu produksi
buahnya serangga ini dianggap sebagai
hama. Serangga ini meletakkan
telurnya di bagian bawah daun atau di batang tanaman tempat ia makan, serta di alang-alang di sekitarnya. Betina sangat protektif
menjaga telurnya, mengancam
dan kadang-kadang bahkan menyerbu predator
yang mendekatinya dengan mengeluarkan cairan berbau tajam dari kelenjar
metathoracic melalui lubang anus. Wereng
ini berasal dari Asia Tenggara,
persebaran spesies ini berkisar dari Indonesia, di seluruh Semenanjung Malaysia dan India. Spesies
ini telah menyebar ke daerah lain, termasuk Guam dan Hawaii.
7. Wereng
Nama ilmiah : Tylozygus geometricus
Nama asing : Leafhopper
Famili :
Cicadellidae
|
Deskripsi : Famili Cicadellidae merupakan
serangga peloncat karena memiliki tibia belakang,
ramping dan sering memiliki kepala yang runcing dan bersudut.
Wereng ini
berukuran 2-30
mm, biasanya di bawah 13 mm. Pewarnaan tergantung pada spesies sebagai pertahanan diri, tetapi umumnya wereng
daun berwarna hijau, coklat, atau kuning dan sering belang-belang. Nimfa terlihat mirip dengan wereng dewasa kecuali
bahwa nimfa lebih kecil dan tidak memiliki sayap. Nimfa biasanya
memakan bagian bawah daun, dimana
kelembabannya lebih tinggi dan mereka lebih
terlindungi dari pemangsa, tibia belakang mereka
ditutupi duri kecil. Wereng ini ditemukan di banyak tempat
seperti semak, rumput,
dan bunga, dan memakan daun tanaman. Serangga
ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman yang mereka makan. Wereng ini memakan
dedaunan dan pucuk dengan menusuk sel-sel tanaman dan menghisap isinya dan dapat mengakibatkan pengurangan jumlah nira atau klorofil,
oviposisi di ranting, pertumbuhan kerdil, dan pengeritingan daun tanaman.
Serangga ini merupakan hama bagi
berbagai jenis tanaman.
8. Walang sangit
Nama Ilmiah: Leptocorisa
oratoria Nama Asing : Rice
Ear Bug Familia : Alydidae
|
Deskripsi : Walang sangit
berasal dari familia
Alydidae atau dikenal
juga sebagai serangga
berkepala-lebar yang tersebar
di wilayah tropis dan subtropis. Walang sangit
memiliki bentuk tubuh yang ramping berukuran antara 1-2 cm
dengan warna tubuh hijau kekuningan
hingga cokelat. Walang sangit memiliki kaki-kaki dan sebuah proboscis yang panjang. Proboscis adalah organ di kepala
yang merupakan bagian dari mulut dan digunakan
untuk makan (menghisap cairan tanaman). Walang sangit merupakan hama
bagi pertanian, khususnya menjadi
hama utama tanaman
padi. Ketika merasa
terganggu atau terancam, walang sangit akan mengeluarkan
bau busuk sebagai bentuk pertahanan diri.
HYMENOPTERA
Nama ini merujuk ke sayap bermembran
dari serangga, dan diturunkan dari bahasa Yunani Kuno “humen” berarti
membran dan “pteron”
berarti sayap. Hymenoptera adalah salah satu ordo serangga
yang terdiri atas tawon atau tabuhan, lebah,
dan semut. Ordo Hymenoptera merupakan salah satu ordo yang paling
dominan dalam kelas serangga, baik dalam jumlah spesies dan dalam penyebarannya di berbagai habitat. Anggota
ordo ini sebagian berperan sebagai
serangga sosial, sebagian sebagai serangga soliter. Ordo ini mempunyai peranan
penting dalam kehidupan manusia, karena selain
sebagai penyerbuk, banyak
anggota dari ordo ini
yang berperan sebagai parasitoid dan predator. Parasitoid dan predator
merupakan agens pengendali hayati
yang penting peranannya dalam pengendalian hama terpadu. Peranan Ordo Hymenoptera, khususnya parasitoid, sangat
penting di dalam suatu habitat. Sayap belakang
terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli.
Betinanya khas memiliki
ovipositor khusus untuk memasukkan telur
ke dalam inang maupun tempat
lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering
termodifikasi menjadi alat penyengat. Hymenoptera berkembang melalui metamorfosis sempurna yakni
memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tidak
aktif sebelum dewasa.
1. Tawon
Nama Ilmiah : Agonocryptus sp
Nama asing : Ichneumon Wasp
Famili :
Ichneumonidae
|
Deskripsi : Ukuran tubuh bisa mencapai 130 mm, bertubuh
ramping denangan betina memiliki opositor
yang panjang. Tubuh berwarna hitam dengan cincin
kuning di bagian abdomen, dada hitam dengan
bintik kuning dan kepala kecil dengan pola
kuning disekitar mata. Hidup sebagai parasit dengan
memasukkan telurnya pada larva serangga
lain, biasanya inang yang diserang
hanya dari satu atau beberapa
jenis, termasuk kerabat
dekat. Bisa menjadi kontrol
bagi popilasi serangga inang. Tawon ini dapat melubangi kayu, banyak ditemukan
didaerah padang rumput, pohon dan
semak.
2. Tawon mumi
Nama Ilmiah : Aleiodes sp
Nama asing :
Mummy Wasp
Famili :
Braconidae
Deskripsi :
Tubuh berwarna oranye dengan kaki belakang berwarna
kehitaman serta sayap bining kehitaman. Hidup sebagai
parasi dengan memasukkan telur kedalam larva serangga lain,
setealah menjadi larva kulit inang
akan mengeras dan seperti mumi dan menjadi kepompong bagi larva tawon ini
hingga dewasa. Tawon ini banyak
menyerang hama seperti ngengat gipsi dan ulat tenda. Habitatnya berupa padang rumput dan pepohonan.
3. Lebah cincin biru
Nama
ilmiah : Amegilla celceifera Nama
asing : Blue Banded Bee Famili : Apidae
Deskripsi : Genus ini terdapat
diseluruh dunia, tetapi sangat sedikit
yang hidup di atas 45 derajat utara.
Lebah ini hidup soliter dengan
menggali lubang dan membuat sarang sehingga sering juga
disebut lebah penggali. Tubuh memiliki
banyak rambut tempat melekatnya benang sari bunga yang sanga membantu dalam penyerbukan tanaman, perut memiliki pita
metalik biru.
4.
Ancistrocerus campestris

Sumber: Foto Survei, 2023
Nama Ilmiah : Ancistrocerus campestris
Nama Asing : Vespids
Famili : Vespidae
Deskripsi : Ancistrocerus campestris adalah species
tawon tembikar dan tersebar luas di banak wilayah biogegografis di
dunia. Makanan berupa nektar, serangga atau
makanan manusia.
Habitat di dedaunan,
pohon, dan di bukit pasir.
5.
Lebah Madu
Nama ilmiah :
Apis cerena
Nama asing : Asian Honey Bee
Famili :
Apidae
|
Deskripsi : Koloni lebah ini membangun
sarang yang terdiri dari beberapa sisir
di rongga yang berisi pintu masuk kecil, mungkin untuk pertahanan terhadap
invasi
oleh individu dari sarang lain. Makanan spesies lebah madu
ini sebagian besar terdiri dari serbuk sari dan nektar,
atau madu. Selain
itu, lebah ini dikenal dengan perilaku sosialnya
yang tinggi, yang dapat hidup
berdampingan dengan lebah madu jenis lain. Memiliki
mata majemuk yang tertutupi oleh rambut panjang yang tegak sebagai
ciri khas. Lebah dewasa berwarna
hitam dengan empat garis
kuning pada perut. Hidup berkelompok dengan struktur ratu, pekerja dan pengawas. Ratu memiliki tubuh lebih besar
dari lebah pekerja, sedangkan lebah pengawas
memiliki mata yang lebih besar dan tidak memiliki penyengat dengan perut
yang tumpul. Negara asal mereka antara lain Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei,
Kamboja, Cina,
India, Indonesia,
Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Pakistan, Filipina, Rusia,
Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan,
Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. sekarang
telah berkembang ke berbagai wilayah
di seluruh dunia sebagai akibat
dari campur tangan manusia.
7. Lebah Madu Raksasa
Nama ilmiah : Apis dorsata Nama asing : Giant Honey Bee Famili : Apidae
|
Deskripsi : Tubuh seperti lebah madu pada
umumnya namun lebih panjang dengan dominan kuning pada pangkal
perut. Hidup berkoloni
dengan ratu pekerja
dan lebah jantan,
akan
menyerang bila merasa terganggu dengan sengatan pada ujung
perutnya. Lebah ini sering melakukan
migrasi dan menggunakan lokasi yang sama dalam membuat sarang. Sering juga disebut
lebah madu hutan karena sarangnya
banyak ditemui di hutan asia, pada pepohonan atau tebing dengan
ketinggian 20-30 meter dan hanya erdiri dari satu sisir yang memiliki diameer hingga 2
m dengan panjang
hingga 1 m dengan kandungan madu bisa mencapai 20 kg.
8. Tawon
Nama
ilmiah: Chalybion japonicum Nama asing : Blue Mud Dauber Wasps Famili : Sphecidae
|
Deskripsi : Memiliki tubuh dewasa dengan
ukuran 20 mm, mata besar dengan sepasang antena panjang, tubuh berwarna biru metalik.
Mereka menyengat dan melumpuhkan
subjek sebelum dimakan. Tawon ini memiliki racun dengan tingkat
keparahan yang luas,
namun
hanya digunakan
menyerang mangsanya. Bersarang di berbagai rongga alami dan buatan seperti lubang di kayu, dinding, batang
tanaman dan lain-lain, di mana mereka biasanya
meletakkan telur mereka dengan laba-laba
yang telah dilumpuhkan. Tawon ini tersebar
diwilayah Asia, Afrika dan Australia.
9. Gala-gala
Nama ilmiah : Heterotrigona
itama Nama asing : Stingless Honey Bee Famili : Apidae
|
Deskripsi : Gala-gala
berwarna hitam dan berukuran
kecil, dengan Panjang tubuh antara 3-4 mm, serta rentang sayap
8 mm. Lebah pekerja memiliki kepala besar dan rahang panjang. Sedang lebah ratu
berukuran 3-4 kali ukuran lebah pekerja, perut besar mirip laron, berwarna kecoklatan dan mempunyai sayap pendek.
Hidup berkoloni, dalam satu koloni berjumlah 300 sampai 80000 lebah. Jumlah
madu yang dihasilkan lebih sedikit dan lebih sulit diekstrak, namun jumlah propolis
yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan lebah jenis lain. Lebah ini memiliki sengat sisa, namun tidak digunakan
sebagai alat pertahanan. Lebah ini akan mengigit musuhnya
atau membakar kulit
musuhnya dengan larutan
basa. Organ vital (mata, hidung
dan telinga) musuh akan dikelilingi oleh lebah lain dalam satu koloninya.
Heterotrigona itama membuat sarang di
dalam lubang-lubang pohon,
celah-celah dinding atau lubang
bambu di dalam rumah, tidak suka berpindah-pindah tempat karena lebah betinanya sangat gemuk dan tidak pandai
terbang. Lebah ini banyak ditemukan didaerah
beriklim tropis.
10.
Tawon Tembikar
Nama ilmiah :
Delta campaniforme
Nama asing : Potter Wasp
Famili :
Vespidae
|
Deskripsi : Tabuhan
dari famili Vespidae
memainkan peran penting
dalam ekosistem darat dan mereka juga dianggap
sebagai agen pengendalian hayati karena larva
mereka memakan ulat dan serangga lainnya. Tabuhan ini juga
berfungsi sebagai penyerbuk berbagai sayuran
dan tanaman buah. Tubuh terdiri
dari warna hitam,
coklat dan kuning dengan motif khas. Tabuhan ini dewasa biasanya
berukuran 20 hingga 25mm, meskipun mampu mencapai
setidaknya 30mm dengan jantan lebih kecil dan kurus disbanding betina. Karena ukurannya yang besar, sering kali menarik
perhatian dan juga menimbulkan kekhawatiran.
Meskipun penampilannya mengancam, tabuhan ini sama sekali tidak
berbahaya dan memiliki sengatan yang sangat ringan,
dan tidak suka menyerang. Tabuhan
ini tersebar diwilayah Hong Kong, Myanmar,
India, Taiwan, Cina, Singapura, Malaysia
dan Indonesia, beradaptasi dengan baik di dekat
tempat tinggal manusia dan dapat ditemukan di semua habitat, baik perkotaan maupun alami.
11. Semut Rangrang
Nama ilmiah : Oecophylla
smaragdina
Nama asing : Orange Gaster
Famili : Formicidae
|
Deskripsi : Ratu semut rangrang biasanya
berukuran 20–25 milimeter
dan biasanya berwarna
coklat kehijauan dan memiliki sayap.
Mereka membuat
sarangnya di antara dedaunan pohon. Sarang dibangun pada malam hari, dengan pekerja utama menenun ke arah luar dan pekerja
kecil menyelesaikan struktur
interior. Koloni semut bisa
memiliki beberapa sarang dalam satu pohon, atau sarang dapat tersebar di beberapa pohon yang berdekatan, satu
koloni dapat mencapai hingga setengah juta individu dengan umur rata-rata koloni dewasa 8 tahun. Semut ini biasa
dijadikan pengendali hama alami, obat tradisional dan larva semut
ini biasa digunakan sebagai makanan burung,
rangrang memiliki penyebaran
yang luas di Asia tropis dan Australia, jangkauannya membentang dari India melalui Indonesia
dan Filipina hingga
Northern Territory dan Queensland di Australia.
12.
Semut hitam
Nama ilmiah
: Polyrhachis armata Nama asing : Black Weaver Ant Famili : Formicidae
|
Deskripsi : Semut ini adalah spesies semut besar yang ditemukan Australia, Borneo, Guam,
Indonesia, Krakatau Islands,
New Guinea, Malaysia,
Philippines, Singapore, Cambodia,
India, Myanmar, Thailand, China, Japan. Habitanya berupa
hutan terbuka dan dataran pantai berawa.
Koloni memiliki satu ratu dan bersarang di dalam kayu. Panjang tubuh 7-8 mm. Karakteristik dari jenis ini adalah dada
memiliki bagian yang meruncing seperti tanduk.
Membangun sarangnya di pohon, di bawah batu,
atau pada batang
kayu tumbang. Makanannya berupa zat-zat manis seperti madu yang dihasilkan oleh beberapa
jenis kutu daun, ulat-ulat yang
berbadan lunak, dan getah buah.
13.
Tawon Kemit
Nama ilmiah : Ropalidia
fasciata Nama asing : Comman
Paper Wasp Famili : Vespidae
|
Deskripsi : Tawon kemit memiliki tubuh merah-coklat dengan
garis-garis kuning terutama
bagian abdomen sebagai
ciri khas. Individu
seperti ratu dan pekerja tidak dapat dibedakan
secara morfologis, melainkan dibedakan berdasarkan
perilaku. Ukuran tubuh tawon kemit antara
1 – 1.5 cm. Tawon ini tersebar secara konsisten di seluruh padang rumput,
terutama menghuni ladang tebu, tawon
lebih suka membangun sarang di bawah daun tanaman ini. Tawon kemit membangun
sarang dengan mengumpulkan serat dari vegetasi
mati, mencampurnya dengan
air liur, dan menggunakan campuran
ini untuk membangun
sel vertikal. Bahan yang dihasilkan memiliki struktur
seperti kertas, maka nama umum mereka, paper wasp.
Tawon kemit sering membangun sarang satelit tambahan sebagai alternatif
sarang tempat koloni tinggal. Dengan
begitu jika sarang utama hancur, rusak, atau terancam, setidaknya beberapa kelompok bisa pindah ke sarang lain. Individu dalam koloni biasanya berbagi makanan satu sama lain. Satu tawon akan
mentransfer nektar atau air melalui mulut ke tawon lain melalui
regurgitasi.
14.
Tawon Pengoles
Lumpur
Nama ilmiah : Sceliphron madraspatanum
Nama asing : Black Mud Daubers
Famili : Sphecidae
Deskripsi : Tubuh dominan berwarna
hitam dan kuning
pada beberapa bagian
seperti
|
pangkal perut, ruas kaki dan sedikit
dibagian dada. Mereka adalah pengoles
lumpur soliter
dan membangun sarang yang terbuat dari lumpur.
Sarang sering dibangun
di relung yang teduh, dan betina hanya membutuhkan satu hari
untuk membangun sel yang membutuhkan lusinan
perjalanan membawa lumpur. Betina akan menambahkan sel baru satu per
satu ke sarang setelah setiap sel
terbentuk. Mereka menyediakan sarang-sarang ini dengan laba-laba sebagai makanan bagi larva yang sedang berkembang. Setiap
sel lumpur berisi satu telur dan dilengkapi dengan beberapa item mangsa. Betina dari beberapa spesies
bertelur rata-rata 15 butir selama masa
hidup mereka. Saat dewasa tawon ini mengkonsumsi nectar. Seperti tawon soliter lainnya,
spesies ini tidak agresif kecuali
terancam. Mereka kadang-kadang dianggap bermanfaat
karena mereka mengendalikan populasi laba-laba, meskipun laba-laba itu sendiri mungkin bermanfaat dalam mengendalikan
serangga hama. Tawon ini hidup didaerah yang
dekat dengan substrat
lumpur dan tersebar
luas diwilayah Asia khususnya Asia tenggara.
15.
Tawon Emas
Nama ilmiah : Sphex sp
Nama asing : Golden-reined Digger Wasp
Famili : Sphecidae
Deskripsi : Tawon jantan panjang
tubuhnya rata-rata 29 mm sedangkan
betina rata-rata 25
|
mm. Perut berwarna gelap pada betina dan
pada jantan sebagian besar kemerahan. Kepala dan
punggung berwarna emas serta kaki. Menyerang jika hanya
merasa terganggu dan pada mangsanya
dengan sengatan yang beracun. Larva tawon ini memakan larva dari berbagai arthtropoda dan setelah dewasa menkonsumsi
nektar. Habitanya berupa padang rumput dan pada
tumbuhan-tumbuhan berbunga dengan sarang berupa lubang hasil galian. Tawon ini tersebar
diwilayah Amerika Serikat hingga
daerah Asia.
16. Vespa affinis
Nama Ilmiah : Vespa affinis
Nama Asing : Lesser Banded Hornet
Famili : Vespidae
|
Deskripsi : Vespa
affinis merupakan lebah kecil berpita
yang hidup di Asia tropis dan subtropis. Kepala berwarna coklat
kehitaman atau hitam,
mata majemuk dan antena coklat
tua.
Abdomen berwarna oranye cemerlang. Vespa affinis mencari makan dekat dengan tanah di daerah berumput, hutan dan gurun. Makanan
berupa nektar dari bunga dan membangun sarang
dipohon yang tinggi,
semak-semak serta dirumah-rumah. Vespa affinis
dikenal dengan sengatannya yang kuat dan berpotensi menyebabkan anafilkasis yang mengancam
jiwa.
17. Lebah besar

Nama
Ilmiah : Xylocopa confusa Nama Asing :
Carpenter Bee Famili : Apidae
|
Deskripsi : Xylocopa confusa merupakan serangga yang mengunjungi bunga-bunga sehingga sangat membantu dalam proses penyerbukan tanaman mempunyai ciri-ciri
yang
berbentuk ukuran tubuhnya relatif besar,
sayap berwarna ungu, femur dan tibia berbulu,
thoraks berbentuk bulat
panjang berwarna kuning, berambut dan bagian tengahnya berwarna hitam tanpa rambut dan abdomen berwarna hitam. Xylocopa confusa diperngaruhi oleh
berbagai faktor lingkungan antara lain suhu merupakan faktor fisik yang berpengaruh langsung.
LEPIDOPTERA
Lepidoptera berasal dari kata Lepidos berarti sisik dan pteron artinya sayap. Kedua pasang sayap golongan serangga ini mirip
membran yang penuh dengan sisik. Sisik-sisik ini sebenarnya merupakan modifikasi dari rambut biasa. Bila sisik
tersebut dipegang akan mudah menempel
pada tangan. Serangga dewasa dibedakan atas dua macam, yaitu kupu-kupu dan ngengat.
Kupu-kupu aktif pada siang hari sedangkan ngengat
aktif pada malam hari. Perkembangbiakan serangga ordo Lepidoptera mengalami metamorphosis sempurna
"holometabola" (telur - larva - pupa - imago). Alat mulut larva
bersifat menggigit-mengunyah, sedangkan alat mulut imagonya bertipe
mengisap. Stadium serangga yang sering merusak
tanaman adalah larva, sedangkan imagonya hanya
mengisap nektar dari bunga-bungaan.
1.
Ngengat bulu
Nama ilmiah : Sphenarches anisodactylus Nama asing : Geranium Plume Moth Famili :
Pterophoridae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna
abu-abu dengan bitnik-bintik hitam dan coklat. Sayap
memiliki bentuk seperti
bulu geranium dengan kaki memiliki rambut-rambut panjang sehingga
terlihat seperti ranting bercabang. Lebar sayap sekitar 10
milimeter. Larva memakan kuncup bunga
dan bunga sedangkan saat dewasa memakan nektar. Habitatnya berupa dedaunan dari berbagai jenis pohon, hinggap pada permukaan bawah daun dengan perut melengkung ke udara dan sayapnya
dibuka tegak lurus terhadap tubuh sehingga terlihat
seperti urat daun.
2. Ngenga Harimau
Nama Ilmiah :
Amata huebneri
Nama Asing : Tiger Moths
Famili : Erebidae
Deskripsi : Amata huebneri
berasal dari famili
Erebidae yang merupakan famili
Sumber: Foto Survei 2023
ngengat dengan ukuran terbesar sehingga seringkali disebut kelompok
macromoth.Amata huebneri ditemukan di bagian tropik Indonesia hingga
Australia. Ngengat dewasa
berwarna hitam dengan garis-garis kuning atau jingga
di sepanjang abdomen,
memiliki bagian yang
transparan pada sayap. Ngengat ini memiliki mimikri yang membuatnya mirip dengan tabuhan yang bersengat. Larva dari
ngengat ini khususnya memakan daun-daun padi
dan rerumputan lainnya.
3.
Ngengat
Nama Ilmiah : Hymenoptychis
sordida Nama Asing : Pneumatophore Moth Famili : Crambidae
|
Deskripsi : Tubuh berwarna coklat
dengan mata merah gelap, perut memanjang dan berlekuk, senang hinggap di area permukaan
bawah daun atau bebatuan.
Ngengat ini diketahui dari Australia, Asia selatan dan
Tenggara, beberapa pulau Pasifik, Seychelles, Afrika
Selatan, Madagaskar, dan Uni
Emirat Arab.
4.
Kupu-kupu
Nama ilmiah : Acraea
violae Nama asing : Tawny
Coster Famili : Nymphalidae
|
Deskripsi : Kupu-kupu ini memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan
dan kuning kecoklatan pada betina.
Sayap depannya memiliki
dua bintik hitam melintang di cell, bintik
yang lebih lebar di space 2 – 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam, 4 – 5 bintik
hitam di daerah
basal, bintik di subcostal dan serangkaian
bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya
hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning,
antenanya hitam. Larva kupu-kupuini memakan daun, pucuk muda, sulur dan
permukaan luar batang muda tanaman inangnya, Sedangkan dewasa menghisap
nectar. Kupu-kupu ini tersebar di Asia
pada dataran rendah, di sekitar padang rumput, hutan, pantai dan taman bunga.
5.
Ngengat
Nama ilmiah
: Gesonia obeditalis Nama asing : Owlet Moths Famili : Noctuidae
|
Deskripsi : Ngengat
dewasa memiliki sayap berwarna
cokelat dengan pita cokelat tua bergigi di dekat tepinya. Sayap belakang memiliki pola yang mirip dengan
sayap depan tetapi
memiliki
warna coklat yang lebih pucat. Lebar sayap sekitar 22-24
mm. Antena jantan bergerigi dan berfasikulasi.
Larva memakan daun rerumputan, berwarna kuning muda dengan tujuh garis memanjang berwarna jingga kecoklatan.
Ditemukan dari Afrika timur, Seychelles, Maladewa dan daerah tropis Oriental India, Indonesia, Sri Lanka timur
hingga Filipina, Kepulauan Sula dan
Australia.
6. Kupu-Kupu Bulan Biru
Nama ilmiah :
Hypolimnas bolina Nama
asing : Great Eggfly Famili : Nymphalidae
|
Deskripsi : Kupu-kupu bulan biru adalah kupu-kupu
yang umum ditemukan di sebagian besar
tipe habitat tropis dan subtropis, termasuk
hutan basah/kering (seperti
sabana tropis), hutan
hujan, dan semak belukar. Permukaan sayap punggung berwarna
hitam legam tetapi memiliki tiga bintik
menonjol, dua di sayap depan dan satu di sayap belakang. Untuk pengamat manusia
ini muncul sebagai bintik-bintik putih dibatasi dengan biru-ungu. Banyak
bintik putih kecil di tepi sayap depan dan belakang. Kupu-kupu bulan biru adalah
kupu-kupu berbadan hitam
dengan lebar
sayap sekitar 70–85 milimeter. Spesies ini memiliki tingkat dimorfisme seksual yang tinggi. Kupu-kupu ini paling sering
bertelur satu atau dua telur sekaligus dan biasanya diletakkan di bagian bawah daun. Telur menetas setelah 3 hari
lalu larva yang baru menetas pertama-tama memakan
cangkang telurnya sebelum
memakan daun tempat
mereka diletakkan. Instar larva kemudian sangat mobile dan mudah menyebar
untuk mencari dedaunan
inang baru. Spesies ini jarang menjadi kepompong
sekitar tanaman inang mereka. Kupu-kupu bulan biru ditemukan di Madagaskar di barat, hingga Asia Selatan dan
Tenggara, Kamboja, pulau-pulau Pasifik Selatan,
dan beberapa bagian Australia, Jepang, dan Selandia Baru.
7. Kupu-kupu merak abu
Nama ilmiah
: Junonia atlites Nama asing : Grey Pansy Famili : Nymphalidae
|
Deskripsi : Umumnya jenis ini berwarna
coklat, abu-abu, atau oranye. Seperti
pada umunya untuk genus kupu-kupu
ini yaitu memiliki
motif bulatan di sepanjang tepian
sayap, motif ini ada yang berwarna dan ada yang hanya
berupa bintik. Sayap atas memiliki motif
berliku-liku pada 3-4 ruas awal dan abu-abu polos untuk ruas berikutnya dengan
ukuran bisa mencapai ukuran 11 cm.
Dapat ditemukan pada daerah yang ketinggian sekitar 1000 m diatas permukaan laut seperti areal
pembukaan hutan, semak yang terdapat genangan air, tepi sungai, pinggir jalan dan pinggiran
lahan pertanian, maupun pada bunga-bunga untuk menghisap cairan
nektar. Kupu-kupu ini biasanya beraktivitas pada saat siang hari, terbang rendah dengan cepat dan gesit di
rerumputan atau tanah untuk berjemur. Kupu-kupu ini ditemukan di Bangladesh, India, Cina selatan, Kamboja, Indocina,
Semenanjung Malaya, Indonesia bagian
barat dan tengah, dan Filipina.
8.
Junonia hedonia

Nama Ilmiah :
Junonia
hedonia Nama Asing : Brown Pansy Famili : Nymphalidae
Deskripsi : Junonia hedonia
beraktivitas pada siang hari untuk menjemur sayapnya.
Kupu- kupu ini terbang
dengan kecepatan tinggi pada area semak berbunga dan sesekali hinggap
untuk
![]()
|
menghisap cairan nectar. Lebar sayap
kupu-kupu dewasa 55-60 mm. Sayap atas berwarna
coklat oranye dengan beberapa pita coklat. Sayap bawah depan dan
belakang berwarna coklat kusam tetapi
masing-masing memiliki garis
gelap yang melintang
dari kosta ke dorsum. Garis-
garisnya tampak kontinu di kedua sayap.
9. Kupu-kupu Banci Biru
Nama ilmiah: Junonia orithya
Nama asing :
Blue Pansy
Famili : Nymphalidae
Deskripsi :
Warna dasar kupu-kupu ini coklat pucat, dengan tiga pita hitam melintang
berliku-liku, pada tepi sayap bulatan
hitam membentuk kecoklatan dengan motif sel pita garis
berliku. Kemampuan terbangnya cepat,
dan sering berpindah-pindah dari satu semak ke semak lain, mempertahankan suatu wilayah dengan mengusir kupu-kupu lain
yang masuk ke areanya. Kupu-kupu banci biru bisa ditemukan pada dataran tinggi hingga daerah pantai diwilaya
Afrika, Asia selatan
dan tenggara, Kamboja dan di Australia. Terbang
didaerah terbuka dan sering berjemur di tanah kosong. Panjang sayap
kupu-kupu dewasa dapat mencapai 36
mm.
10.
Kupu-kupu
Nama ilmiah : Mycelesis perseus
Nama asing : Dingy Bushbrown Famili :
Nymphalidae
Deskripsi : Tubuh
berwarna coklat, Sayap depan dengan
ocellus hitam dan tengah-tengah putih, sayap belakang seragam,
kadang-kadang
ada dua atau tiga ocelli postmedian yang tidak jelas,
rentang sayap 4,2 - 4,5 cm dan panjang sayap
2-2,2 cm, memiliki 2 kaki yang kecil atau tidak digunakan karena ukuran
memiliki pasangan kawin lebih kecil
sehingga terlihat hanya memiliki 4 kaki. Berbagai macam habitat yang disukai oleh spesies ini terutama hutan dataran rendah sabana dan hutan terbuka
eukaliptus dengan tumbuhan bawah yang berumput dan hidup dengan
menghisap nectar dari berbagai
bunga. Spesies ini sangat umum dan terdistrusi secara luas mulai dari Sri Lanka, India,
China, Burma, Australia, Semenanjung Melayu, Sumatra,
Jawa, Kepulauan sunda kecil, Borneo,
Palawan, Filipina, Maluku, Papua Nugini,
Pulau Solomon dan Sulawesi.
11. Ngengat
Nama
ilmiah : Acrobasis repandana Nama asing : Warted Knot-horn Famili :
Pyralidae
Deskripsi : Ngengat
ini memiliki sayap 20-
25 mm. Ngengat
ini memiliki warna yang mencolok
dengan paduan warna merah, kuning,
putih dan coklat pada sayapnya. Habitat dasar ngengat ini adalah pepohonan, namun juga
sering ditemukan direrumputan. Larva ngengat ini mengkonsumsi desaunan sedangnkan ngengat dewasa mengkonsumsi buah atau nectar.
Ngengat ini banyak ditemukan
didaerah ingris.
12.
Ngengat Crambid
Nama ilmiah : Sameodes
cancellalis Nama asing : Crambid
Snout Moths Famili : Crambidae
|
Deskripsi : Lebar sayapnya sekitar 20 mm.
Dewasa berwarna coklat, dengan bintik-bintik putih sebagian bergaris hitam di sayap depan, dan pita putih di sayap
belakang. Habitatnya
berupa padang rumput dengan kebiasaan hinggap pada bagian
bawah daun sehingga betuk perut
melengkung keatas. Ngengat dewasa memakan serangga kecil, nectar dan dedaunan sedangkan pada fase larva makanannya
berupa rimpang dan daun tanaman. Penyebarannya
luas dan tercatat
dari India, Sri Lanka, Nepal,
Myanmar, Thailand, Indochina, Taiwan, Jepang, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina,
Nugini, Afrika barat dan selatan, Fiji, Kepulauan Cook dan Queensland,
Australia.
13.
Ngengat kupu-kupu
Nama
ilmiah : Scopula inductata Nama Asing :
Geometer Moths Famili :
Geometridae
Deskripsi
: Scopula inductata memiliki sayap berwarna abu-abu
kekuningan muda dengan
garis bergelombang. Tepi sayap bulat dan
ada titik hitam setiap sayapnya. Habitat di hutan dan
padang rumput yang lembab. Tersebar di Amerika
Utara.
14.
Kupu-kupu ngengat
Nama ilmiah: Pelopidas
conjuncta Nama asing : Conjoined
Swift Famili : Hesperiidae
|
Deskripsi : Sayap bagian atas berwarna
coklat gelap. Sayap depan memiliki sembilan bintik putih kekuningan, sayap belakang dengan dua atau tiga bintik
diskus kecil dan
bintik putih di dekat ujung atas, pada betina bintik-bintik
pada sayap depan biasanya lebih besar, dan akibatnya saling
berdekatan, perut bawah
berwarna keputihan, kaki berwarna merah pudar. Panjang
sayap depan berkisar
13-14 mm. Merupakan
serangga penyerbuk dan mengkonsumsi
nektar. Kupu-kupu ini tersebar di negara-negara Asia dan paling melimpah pada wilayah Indonesia.
15. Kupu-kupu Rumput
Nama ilmiah : Zizeeria
otis Nama asing : Dark Grass Blue Famili : Lycaenidae
|
Deskripsi : Ditemukan dari Mediterania selatan ke India, Sri Lanka, pulau Andaman
dan Nicobar, Myanmar, Thailand, Malaysia, Yunnan, Indonesia, Filipina,
Arab, Uni Emirat
Arab, Arab Saudi, Oman, Nugini dan Australia utara dan
timur. Bagian sayap atas berwarna ungu-cokelat. Kupu-kupu
dewasa berukuran 15mm sampai 20mm. Jantan berwarna
biru dengan margin gelap,
sedangkan betina berwarna coklat dengan jumlah suffusion biru yang bervariasi. Bagian bawah sayap berwarna abu-abu
dengan bintik-bintik gelap kecil dengan
garis putih, dan
dengan bintik kosta. Ukuran larva sekitar 15-20 mm. Larva berwarna hijau dengan garis punggung dan lateral memanjang
gelap, dan dengan
rambut pucat pendek.
Habitat kupu-kupu ini
umumnya menyukai padang rumput terbuka yang ditumbuhi bunga-bunga liar, tetapi
juga dijumpai di daerah pantai atau pinggir
laut, dan sabana.
Kupu-kupu hidup berkumpul
di padang rumput dan terbang sangat aktif di dekat permukaan
tanah.
COLEOPTERA
Kelompok serangga Coleoptera ada yang
bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga
yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Coleoptera
berasal dari kata coleos atau
"seludang" dan pteron atau "sayap". Serangga golongan ini
memiliki sayap depan yang mengalami
modifikasi, yaitu mengeras dan tebal seperti seludang. Sayap depan atau seludang ini berfungsi untuk
menutupi sayap belakang
dan bagian tubuhnya. Sayap depan yang bersifat demikian disebut
"elitron", sedangkan sayap belakang strukturnya tipis seperti selaput. Pada saat terbang kedua sayap
depan tidak berfungsi, namun waktu istirahat sayap belakang dilipat di bawah sayap depan. Perkembangan hidup serangga ordo Coleoptera mengalami metamorphosis sempurna
"holometabola" (telur - larva - pupa - imago). Tipe alat mulut larva dan imago memiliki sifat yang sama,
yaitu menggigit-mengunyah. Larva umumnya memiliki kaki thoracal dengan tiga pasang
kaki (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang
tidak berkaki (apoda).
1. Kumbang daun
Nama ilmiah : Aulacophora indica
Nama asing : Leaf Beetles
Famili : Chrysomelidae
Deskripsi : Berbentuk
oval, bagian punggung berwarna kuning coklat, dada
berwarna hitam
dan kecoklatan, dengan kumbang dewasa bias mencapai 8 mm. Kumbang ini memakan dedaunan dan bunga kadang juga
memakan buah-buahan. Kumbang ini tersebar di
daerah Asia, Afrika dan Australia dengan hidup di padang rumput atau kulit pohon.
2. Kumbang Kubah
Nama ilmiah : Micraspis
discolor
Nama asing : Ladybird
Famili : Coccinellidae
|
Deskripsi : Kumbang kubah adalah spesies
coccinellida yang paling melimpah dan sering ditemui pada ekosistem
padi dan rumput di berbagai
negara khususnya india.
Tubuhnya
berwarna jingga polos dan kepala yang berwarna
coklat dengan sedikit
motif hitam. Kumbang
ini lebih menyukai
serangga bertubuh lunak dan telur-telur serangga lain dibanding serbuk sari, sehingga kumbang kubah diidentifikasi
sebagai agen biokontrol pada kutu daun, wereng dan serangga kecil
lainnya. Kumbang kubah umumnya
ditemukan di padang rumput,
semak belukar, atau tanaman
perdu. Kumbang kubah bersifat entomophagous (pemakan serangga) juga bersifat phytophagous (pemakan
tumbuhan) dan pollinivorous (pemakan serbuk sari). Kumbang ini tersebar
diwilayah Asia dan Amerika.
V.2.1 Analisis
Data
V.2.1 Metode sampling
Metode yang digunakan adalah sweeping net. Metode
sweeping net yaitu menangkap
serangga dengan mengayunkan sweeping net kekiri dan kekanan dengan
kecepatan konstan mengikui ransek
(garis lurus) sejauh
10 meter. Serangga
yang tertangkap kemudian
diberi tanda (+) untuk setiap
jenis yang ditemukan
dan tanda (0) untuk jumlah serangga tiap jenis. Meode ini
dilakukan pada pagi dan sore berdasarkan waktu
aktif serangga dengan
pengulangan sebanyak tiga kali. Metode sampling ini biasanya digunakan untuk vegetasi bawah
(antara permukaan tanah dan kanopi
pohon) yang berupa tanaman
perdu dengan ketinggian sedang sampai padang
rumput yang terbuka maupun tertutup.
V.2.2
Indeks
Analisis data dilakun dengan
menghitung:
1. Indeks Keragaman jenis Shannon Winer (Krebs,1989): H’= − ∑ 𝑝𝑖 ln 𝑝𝑖 𝑝𝑖 = ni
N
Keterangan: H’ = Indeks keragaman jenis Shannon Winer ln =
Logaritma natural
Kriteria keragaman taksa dapat dibedakan menjadi tiga kaegori, yaitu:
keragaman taksa tinggi,
dengan indeks ≥ 3,5, keragaman
sedang 1,5-3,5 dan keragaman rendah ≤ 1,5.
2. Indeks dominansi
Simpson (Simpson, 1949) dengan rumus sebagai berikut:
D = ∑
Keterangan: D = Indeks dominansi Simpson N= Jumlah jenis
ni= Jumlah individu
jenis ke-i
(ni)
|
N
![]()
Kisaran nilai indeks dominansi dianggap
tinggi jika D > 1, dan indeks dominansi rendah
jika D < 1. Indeks dominansi berkisar dari 0-1, dimana semakin rendah
nilanya, berarti semakin berkurang jenis serangga yang mendominasi, begitu pula
sebaliknya.
3. Indeks kemerataan atau keseragaman (Krebs,1989): E = H′
ln S
Keterangan: E = Indeks
kemerataan
S = Jumlah taksa
Kriteria kemerataan terbagi tiga, yaitu: persebaran taksa merata, dengan e > 0,6, taksa cukup merata dengan e > 0,3-0,6 dan nilai e < 0,3 berari taksa tidak merata. Apabila nilai
indeks e
mendekati angka 0, berarti persebaran seluruh taksa tidak merata dimana ada kelompok taksa yang mendominasi, sedangkan
jika nilai indeks e = 1, berarti persebaran seluruh taksa merata
dan memiliki peluang hidup yang sama.
V.2.3
Hasil dan Pembahasan
Tabel 2. Hasil sampling dengan metode sweeping net
|
Titik Sampling |
Urutan Spesiment |
Jumlah + (S) |
Jumlah Tanda (N) |
H' |
E |
D |
|
I |
+0000+00000000000000000000000000 0000000++00+000+++000000000+000 ++000+000+00000+++++0 |
18 |
84 |
2,186 |
0,756 |
0,199 |
|
II |
+++0+00+0+000+0+000+0+000000000 00+00+0+0++0+00+00+00++++0 |
22 |
57 |
2,842 |
0,919 |
0,080 |
|
III |
+0+0+00++000000000000+0+0000000 000000000000+0000++++++00000000 +++0000000000000++++00000++0++ +00++ |
28 |
97 |
2,710 |
0,813 |
0,102 |
Ket: H’= Indeks keanekaragaman E= Indeks keseragaman
D= Indeks
dominanasi
Pengambilan sampel dengan sweeping net dilakukan pada tiga area
berbeda yang dianggap memiliki
karakter lingkungan yang berbeda. Pada titik perama dilakukan disekitar area pengisian mobil tangki dan pengolahan
limbah, aktifitas manusia pada titik ini terbilang padat, intensias cahaya
yang tinggi, terdapat
kolam-kolam air dan dominan padang rumputnya terbuka. Pada titik kedua disekitar area
tangki timbun, pada area ini jarang terjadi aktifitas manusia, intensias cahaya tinggi, terdapat
irigasi air dan padang rumput
yang terbuka dan baru mengalami pemangkasan. Pada titik ketiga
dilakukan disekitar area bukit, dimana aktifitas manusia pada lokasi ini terbilang jarang, terdapat pepohonan dan
semak tersebar didalam lokasi, terdapat kolam-kolam air, dan inensias cahaya yang sedang.
Penangkapan
serangga sekitar kawasan FT Tarakan pada titik pertama 84 serangga dengan 15 jenis berbeda. Indek
keanekaragaman diperoleh 2,186, artinya keanekaragaman jenis pada titik pertama masuk dalam kaegori sedang. Indeks
keseragaman diperoleh 0,756, dimana
indeks keseragaman berkisar dari 0-1, semakin besar nilainya berarti persebaran
jenis dalam komunitas
merata atau kondisi komunitas
tersebut stabil. Nilai indeks keseragaman yang tinggi ini juga
menggambarkan bahwa kurangnya hubungan yang saling merugikan dalam komunias, sehingga peluang hidup masing-masing jenis dianggap sama dan dapat bertahan dari
perubahan lingkungan yang terjadi. Indeks keseragaman juga berbanding
terbalik dengan dominansi, dimana
tingginya nilai keseragaman berari rendahnya dominansi
dari jenis tertentu.
Indeks dominansi yang diperoleh yaitu 0,199, artinya nilai D < 1 atau
tidak ada jenis yang mendominasi. Titik kedua diperoleh
22 jenis dari 57 serangga
yang tertangkap. Indeks keanekaragaman diperoleh
2,842 yang berarti
keanekaragaman jenis sedang,
indeks keseragaman 0,919
yang berati persebaran jenis merata, dan indeks dominansi 0,080 yang berarti
tidak ada dominansi dari jenis serangga tertentu.
Titik ketiga diperoleh 28 jenis dari 97 serangga yang
tertangkap. Indeks keanekaragaman diperoleh
2,710 yang berarti keanekaragaman jenis sedang, indeks keseragaman 0,813 yang berati persebaran jenis merata, dan indeks
dominansi 0,102 yang berarti tidak ada dominansi dari jenis serangga tertentu.
Hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi
oleh berbagai hal, misalnya pada pengamatan kali
ini; sering terjadi hujan pada pagi hari dan terik disore hari sehingga
aktifitas serta perkembangan serangga
tidak maksimal, aktifitas serangga sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, genangan-genangan air akibat
tingginya curah hujan juga dapat merendam telur- telur serangga rerumputan maupun yang membuat sarang dalam
tanah. Tingginya jumlah predator seperi burung dan reptil, jumlah
individu setiap populasi
dalam rantai makanan
harus berbentuk seperti
piramida dimana pemangsa
puncak harus lebih
sedikit dibanding mangsanya
agar keberadaan
tiap tingkatan ranai makanan tetap terjamin. Beberapa kegiatan operasional juga dapat memberi pengaruh, pada kasus
ini yaitu pemotongan rumput secara berkala pada FT Tarakan yang juga termasuk dalam prosedur safety.
V.3
Identifikasi Aves
1.
Gereja erasia
Nama Ilmiah : Passer montanus
Nama Asing : Tree Sparrow
Famili : Passeridae
Status Konservasi: Resiko Rendah
Deskipsi: Burung Gereja
Erasia merupakan burung
berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 12 sampai 14 cm, berwana
coklat. Bagian atas kepala berwarna coklat tua; dagu, tenggorokan, bercak pipi,
dan garis pada mata berwarna hitam; tubuh bagian bawah
berwarna kuning-tua keabu-abuan. Tubuh bagian
atas berbintik-bintik coklat dengan tanda hitam dan putih
Persebaran Burung Gereja Erasia di
Indonesia tersebar hampir di setiap daerah, kita dapat menemukannya di desa maupun di kota-kota besar.
Populasi burung gereja
erasia lebih banyak
ditemukan di dataran rendah. Namun pada umumnya lebih banyak ditemukan
di area terbuka di luar kota seperti
di lahan-lahan pertanian, peternakan, padang rumput
alami, rawa-rawa dan hutan-hutan sekunder.
Burung ini tidak termasuk burung yang dilindungi dikarenakan populasinya
yang masih banyak dan resiko kepunahan rendah.
2.
Bondol coklat

Nama ilmiah : Lonchura atricapilla
Nama lain : Chesnut munia
Famili : Estrildidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Tubuh berukuran
11-12 cm, didominasi warna cokelat dengan kepala
hitam. Burung muda seluruhnya
berwarna coklat kotor. Iris mata berwarna merah,
paruh abu-abu biru,
![]()
dan kaki kebiruan. Burung muda berwarna cokelat kotor. Ras-ras tertentu
memiliki warna hitam di perutnya atau
semburat kuning atau jingga di sekitar ekornya. Jantan dan betina berwarna serupa, namun hanya jantan yang berkicau.
Menyukai daerah terbuka dataran rendah
seperti padang rumput, rawa-rawa berumput, alang-alang, sawah,
ladang, tepi hutan,
tepi mangrove, tambak
dan semak-semak. Di Sumatra, terutama didapati di dataran
rendah dan di pulau-pulau sebelah
timur. Di Kalimantan, didapati sangat
banyak di dataran rendah hingga ketinggian 1.800 m. Burung ini diketahui hidup tersebar mulai dari India, Nepal,
Bangladesh, Burma, Cina, Taiwan, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Indonesia, dan Filipina. Burung ini di Indonesia terdapat di Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi dan sekitarnya (Togian, Muna, Buton, Banggai), Halmahera, dan Ambon.
3.
Kapinis rumah
Nama ilmiah : Apus nipalensis
Nama lain : Little swift
Famili : Apodidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Kapinis rumah mempunyai tubuh mempunyai ukuran sedang (15 cm).. Ekor bertakik, bukan menggarpu. Warna kehitaman semakin
gelap,
kerongkongan dan
tunggir
semakin putih, ekor terpotong perkiraan lurus. Iris coklat
tua, paruh hitam, kaki coklat. Hidup dalam
kelompokan besar. Berburu dengan kegiatan terbang yang bersama-sama membentuk kelompok. Burung ini termasuk burung yang
memakan serangga kecil, umumnya spesies ini memiliki habitat di daerah terbuka, pesisir
pantai, perkotaan, dan tersebar hingga
ketinggan
1500 mdpl.
Burung ini Tersebar
di pulau sumatera,
kalimantan, jawa, bali dan sulawesi. Status konservasi spesies
ini tidak termasuk
ke dalam hewan
yang hampir punah,
oleh karena itu tidak termasuk
ke dalam hewan yang
dilindungi.
4.
Cucak Kutilang
Nama Ilmiah
: Pycnonotus aurigaster Nama lain : Sooty-headed Bulbul Familia : Pycnonotidae
Status Konservasi: Resiko Rendah
Deskripsi: Tubuh cucak kutilang berukuran
sedang, dengan panjang tubuh
sekitar 20 cm. Sisi bagian atas tubuh (punggung
dan ekor) berwarna
coklat kelabu,
sedangkan sisi bawah (tenggorokan, leher, dada, dan perut)
berwarna putih keabu-abuan. Memiliki topi, dahi, dan jambul berwarna
hitam. Memiliki tunggir
(bagian muka ekor)
berwarna putih, serta penutup
pantat berwarna kuning jingga.
Habitat cucak kutilang mulai dari
pepohonan terbuka, tepi hutan, semak belukar,
vegetasi sekunder, tepi jalan, pekarangan, kebun, hingga taman-taman di perkotaan. Umumnya
tersebar mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m dpl. Burung
cucak kutilang merupakan burung
asli pulau Jawa, Indonesia.
5.
Kareo padi
Nama Ilmiah : Amaurornis phoenicurus Famili : Rallidae
Status konservasi : Resiko rendah
Ukuran tubuh sekitar 30 cm. Khas dengan warna abu dan putih mencolok. Mahkota dan tubuh
bagian atas berwarna abu-abu. Muka,
dahi, dada dan bagian atas perut
berwarna putih dan bagian bawah perut serta ekor bagian
bawah berwarna merah karat. Iris
berwarna merah, parut kehijauan dengan pangkal merah dan
kaki berwarna kuning. Hidup sendiri
atau berpasangan. Berjalan mengendap-endap dalam semak dan keluar ke tempat terbuka untuk mencari makan. Makanan hewan
ini berupa biji-bijian, rumput, ikan, belalang, serangga dan cacing. Habitat dari burung kareo padi umumnya
daerah hutan mangrove, tambak, sawah, sungai, rawa, dan danau.
Penyebarannya yaitu India, Cina Selatan,
Asia
Tenggara, Filipina,
Sunda Besar, Sumatera,
Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi dan Nusa tenggara dan hidup sampai pada ketinggian
1.600 mdpl.
6. Kokokan laut
Nama ilmiah : Butorides striata
Famili : Ardeidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Burung kokokan
laut memiliki ukuran
sedang (
25 cm ), berwarna abu-abu
gelap. Burung dewasa memiliki mahkota
dan jambul panjang
menjuntai berwarna hitam
kehijauan mengkilap. Dengan garis hitam mulai dari pangkal paruh sampai ke bawah mata dan pipi.
Memiliki sayap dan ekor berwarna kehitaman dengan bulu
mengkilap kehijauan berpinggir kuning
tua, perut abu-abu kemerahjambuan, dagu berarna putih dan burung betina
memiliki ukuran yang lebih kecil dari
jantan. Burung remaja memiliki warna kecoklatan dengan bintik- bintik
putih. Iris kuning, paruh hitam dan kaki berwarna
kuning. Kokokan laut bersifat penyendiri dan pemalu, mengintai mangsa
dengan bersembunyi atau berdiam didalam atau
dekat semak-semak atau hutan mangrove. Mangsanya berupa ikan, udang,
serangga, bahkan reptil kecil.
Penyebarannya sendiri tersebar luas hampir
di seluruh wilayah
tropis dunia.
7.
oleh warna kuning.
Seperti burrung madu pada
![]()
8.
Murai Batu
Nama Ilmiah : Copsychus malabaricus
Famili :
Muscicapidae Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Bubut alang-alang brukuran cuku besar, sekitar 42-52 cm. Warnanya coklat
kemerahan dan hitam. Kepala, leher,
dada, tubuh bagian bawah, ekor hingga
kaki berwarna hitam gelap, sedangkan
sayap dan punggung berwarna coklat kemerahan.
Burung ini adalah pemakan ulat, laba-laba,belalang, dan
serangga. Oleh karena itu, burung bubut alang-alang ini
sring dijumpai di daerah belukar, payau,
daerah berumput terbuka serta padang alang-alang. Penyebarannya yaitu india,
cina, mayoritas asia tenggara,
terasuk di inodonesia. Di Indonesia senriri,
burung ini tersebar
hamper di seluruh indonsia hingga ketinggian 1500 mdpl.
9.
Merbah Cerukcuk
Nama Ilmiah : Pycnonotus goiavier
Famili :
Pycnonotidae Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Merbah cerukcuk
berukuran sekitar 16-18 cm.
Bertubuh agak ramping, leher pendek, dan ekor
agak panjang. Merbah umumnya berwarna
suram coklat zaitun,
abu-abuan atau kekuningan. Warna hitam di
kepala, jambulnya dapat digerak-gerakkan. Tetapi
ada juga sebagian spesiesnya memiliki warna-
warni yang cerah: kuning, jingga, merah pada dada, perut
atau seluruh tubuhnya. Jantan dan betina memiliki
berwarna serupa. Habitatnya berupa hutan sekunder yang tidak terlalu
banyak pepohonannya dan
juga terdapat disekitaran pinggir jalan serta kebun yang tak jauh dari pemukiman masyarakat. Merbah adalah burung
pemakan buah-buahan dan serangga. Burung ini biasanya
bergerak secara berkelompok dan kadang-kadang bergabung bersama jenis burung cucak-cucakan lainnya untuk mencari makan
berupa aneka buah kecil-kecil dan serangga di
hutan setengah terbuka dan semak belukar. Selain itu, burung ini juga memiliki
suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam sehingga banyak
juga dikenal sebagai
burung
pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Merbah cerukcuk tersebar
mulai dari dataran
rendah hingga perbukitan
dan pegunungan dengan ketinggian
1500 mdpl.
10. Lovebird
Nama Ilmiah : Agaporis
fischeri
Familia : Psittacidae
Status Konservasi : Resiko Rendah
Deskripsi: Mereka adalah
burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17
cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial.
Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies burung cinta kepala abu-abu berasal dari
Madagaskar.
Nama
mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung
cinta akan duduk
berdekatan dan saling
menyayangi satu sama lain.
Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidup rata-rata mereka adalah 10 sampai 15 tahun. Di
Indonesia, paling banyak ditemukan di Papua dan ditemukan juga di Sumatera Utara.
11. Kasturi Ternate
Nama ilmiah : Lorius garrulus
Famili : Psittacidae
Status konservasi : Resiko rendah ( Dilindungi ) Deskripsi: Burung nuri yang hidup
di hutan endemik
Maluku Utara, Indonesia. Hal ini dianggap
rentan, ancaman utama dari perangkap
untuk perdagangan burung sangkar. Nuri masih banyak ditemui
di habitatnya, namun hilangnya habitat
hutan dan penangkapan liar yang terus
berlanjut untuk perdagangan, mengancam keberadaan burung
ini dan spesies lainnya pada masa
yang akan datang. Nuri dievaluasikan sebagai berisiko rendah di dalam IUCN Red
List. Nuri telah dilindungi oleh undang-undang R.I no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
12. Cekakak Sungai
Nama Ilmiah : Halcyon chloris
Familia : Alcedenidae
Status Konservasi: Resiko Rendah
Dekripsi: Burung cekakak
sungai memiliki ukuran tubuh sedang. Warna putih
terlihat di bagian depan wajah dekat
paruh, tenggorokan, sisi leher sampai tengkuk,
dada, perut, dan tunggirnya.
Warna biru tampak di bagian atas tubuhnya mulai
dari mahkota kepala,
punggung,
sayap, dan ekornya. Lalu warna hitam terlihat di area sisi
wajah, pinggiran ujung sayap, dan sisi
pinggir bawah ekornya. Paruhnya berwarna hitam dengan ukuran agak panjang dan berbentuk pipih yang lumayan tebal.
Matanya berukuran agak besar dan berwarna hitam kecokelatan serta memiliki sorot pandang yang tajam. Kakinya
berwarna hitam keabu-abuan yang berukuran sedang dengan bentuk agak besar atau berotot.
Cekakak
Sungai mendiami daerah dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian
mencapai 1200 meter di atas permukaan laut. Area lahan yang menjadi tempat tinggalnya terletak di area terbuka yang tidak jauh dari pemukiman
masyarakat seperti pinggiran kota, perkebunan, dekat aliran
air, dan tepian pantai. Burung cekakak sungai dapat dijumpai di Sumatra,
Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua.
13.
Layang-layang Batu

Foto Survei
2023
Nama
Ilmiah : Hirundo tahitica Famili : Hirundinidae Status konservasi : Resiko rendah
Deskipsi: Layang-Layang Batu memiliki ukuran tubuh sekitar
13 cm. Panjang sayap melebihi ekor. Pada bagian atas berwarna
biru gelap dan tenggorokan berwarna
merah karat. Habitatnya ditemukan pada daerah
pemukiman penduduk,
lahan pertanian
serta area yang terbuka. Makanannya berupa serangga. Lokasi yang biasa ditemukan
terlihat terbang menangkap
mangsa secara beramai-ramai atau sendiri dan bertengger di pagar atau atap gedung.
Juga ditemukan bersarang di bawah atap gedung.
14. Punai Gading

Foto Survei
2023
Nama Ilmiah : Treron vernans Famili : Columbidae Status
konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Tubuh berukuran 26 cm. Jantan
memiliki ciri-ciri leher dan dada
bagian atas berwarna kemerah- jambuan,
bercak dada jingga, dan punggung berwarna hijau.
Sedangan pada betina tidak terdapat warna khas
pada tubuh bagian depan seperti
pada jantan. Hanya
berwarna hijau
dengan warna penutup ekor bagian bawah lebih pucat. Burung ini dapat ditemukan
di daerah Asia Tenggara seperti
Indonesia, Vietnam, Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Kamboja. Umumnya
berhabitat di hutan pantai, hutan mangrove, hutan sekunder, hutan
rawa-rawa, perkebunan yang berpohon jarang,
di sekitar permukiman, tempat- tempat terbuka
dan dapat hidup sampai
ketinggian 1200 mdpl.
15. Perkutut Jawa
Nama Ilmiah : Geopelia
striata Nama Asing :
Zebra Dove Familia : Columbidae
Status Konservasi: Resiko Rendah
Deskripsi: Burung Perkutut Jawa memiliki ciri-ciri tubuh berukuran sekitar
20-25 cm, paruh pendek, ekor panjang,
bulu sekitar mata berwarna kuning, tubuh bagian
wabah bergaris-garis, penutup sayap bagian bawah kardu tua, kaki pendek kecoklatan, paruh
sedikit mengarah kebawah.
Jenis ini endemik
di Maluku Tengah
dan Nusa Tenggara, termasuk Sumba di
dalamnya. Burung pemakan biji ini seringkali bermain di tanah untuk mencari makan. Habitat dari burung ini terdapat di
huran primer, sekunder, hutan mangrove dan di
lahan-lahan terbuka. Burung
ini tidak termasuk
dalam satwa yang dilindungi oleh pemerintah.
16. Elang Bondol
primer berwarna hitam, dan tungkai berwarna
17.
Kipasan Belang

![]()
Nama
Ilmiah : Rhipidura javanica Famili : Rhiphiduridae Status Konservasi: Resiko Rendah
Deskripsi: Kipasan belang
memiliki tubuh berukuran sedang (19 cm). Dewasa: Tubuh bagian atas abu-abu jelaga.
Alis, dagu, dan tenggorokan putih. Garis hitam khas pada dada. Tubuh bagian bawah putih. Ujung bulu ekor putih lebar. Remaja:
tunggir dan penutup
ekor atas
kemerahan. Pita dada kurang terlihat. Iris coklat, paruh hitam, kaki
hitam. Bersifat aktif, berpindah dari satu tenggeran ke yang lain. Burung ini
merupakan jenis burung pemakan serangga dan memiliki habitat di daerah
terbuka, hutan sekunder,
hutan mangrove, pekarangan. tersebar sampai ketinggian
1.500 mdpl. Perserbarannya sendiri terdapat di Pulau Sumatera, semenanjung malasyia, filiphina, Kalimantan, jawa, bali dan
lombok.
18. Merpati Batu

![]()
Nama Ilmiah :
Columba livia
Nama Asing : Colombus Dove Familia
: Columbidae
Status Konservasi: Resiko Rendah
Deskripsi: Merpati karang merupakan salah satu jenis burung merpati dengan badan gempal dan
leher yang pendek dengan paruh ramping
dengan cere yang berair. Merpati makan biji-bijian, buah dan
tanaman, merpati jenis ini banyak ditemukan
di berbagai kota di dunia,
sering dijumpai
bertengger di bangunan, pepohonan maupun pagar,
dan burung ini cukup jinak
dengan manusia.
Tabel 3. Kelimpahan relatif
tiap spesies burung
di FT Tarakan
|
No. |
Nama lokal |
Nama Ilmiah |
Jumlah |
Kelimpahan Relatif |
Skala Urutan |
|
1 |
Burung Gereja Erasia Tree Sparrow |
Passer montanus |
265 |
13.25 |
Umum |
|
2 |
Bondol Coklat Scaly-brasted Munia |
Lonchura atricapilla |
36 |
1.8 |
Tidak Umum |
|
3 |
Kapinis Rumah Little swift |
Apus nipalensis |
73 |
3.65 |
Sering |
|
4 |
Cucak Kutilang Sooty-headed Bulbul |
Pycnonotus aurigaster |
29 |
1.45 |
Sering |
|
5 |
Kareo
Padi White-breasted waterhen |
Amaurornis phoenicurus |
3 |
0.15 |
Tidak umum |
|
6 |
Kokokan Laut |
Butorides striata |
2 |
0.1 |
Tidak umum |
|
7 |
Madu Kelapa Brown-throated sunbird |
Anthreptes malacensis |
5 |
0.25 |
Tidak umum |
|
8 |
Murai Batu White-rumped shama |
Copsychus malabaricus |
3 |
0.15 |
Tidak Umum |
|
9 |
Merbah Cerukcuk Yellow-vented Bulbul |
Pycnonotus goiavier |
93 |
4.65 |
Sering |
|
10 |
Loverbird Love-bird |
Agapornis lilianae |
36 |
1.8 |
Tidak Umum |
|
11 |
Kasturi ternate Musk
bird ternate |
Lorius garullus |
4 |
0.2 |
Tidak Umum |
|
12 |
Cekakak
Sungai Collared kingfisher |
Halcyon chloris |
68 |
3.4 |
Sering |
|
13 |
Layang-layang Batu
Pacific swallow |
Hirundo tahitica |
28 |
1.4 |
Tidak umum |
|
14 |
Punai Gading Pink-neckeed green pigeion |
Treron vernans |
16 |
0.8 |
Tidak umum |
|
15 |
Perkutut Jawa Zebra
dove |
Geopelia striata |
36 |
1.8 |
Tidak umum |
|
16 |
Elang
Bondol Brahminy kite |
Haliastur indus |
15 |
0.75 |
Tidak umum |
|
17 |
Kipasan
Belang White-troated fantai |
Rhipidura javanica |
14 |
0.7 |
Tidak umum |
|
18 |
Merpati
Batu Colombus dove |
Columba livia |
19 |
0.95 |
Tidak umum |
![]()
Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dan survei keanekaragaman hayati yang di lakukan di FT Tarakan,
Kalimantan Utara, ditemukan 18 jenis Aves dengan metode
Encounter Rates (tingkat pertemuan) serta jumlah keseluruhan
spesies yang ditemukan yaitu 745 ekor dari keseluruhan spesies. Pada umummnya spesies Aves yang di temukan pada saat
melakukan pengamatan di area FT
Tarakan merupakan spesies burung-burung liar yang menghuni kawasan FT Tarakan yang biasanya diakibatkan oleh letak
areal, lingkungan sekitar, kelimpahan flora dan fauna di dalam areal serta faktor ekologis lainnya.
Terdapat 4 kategori penjumpaan jenis
burung di lokasi pengamatan. Kategori tersebut
berupa kategori jarang, tidak umum, sering dan umum dijumpai.
Spesies yang umum di jumpai
di lokasi pengamatan adalah Burung Gereja Erasia Passer montanus, Merbah Cerukcuk Pycnonotus goiavier dan Kapinis rumah Affus affinis. Burung ini merupakan
jenis dominan yang hidup di sekitaran lokasi pengamatan. dari 18 jenis aves yang ditemui di stasiun pengamatan
hanya terdapat 1 jenis aves yang dilindungi oleh pemerintah yaitu burung Elang bondol Haliastur
indus. untuk burung jenis lainnya
kebanyakan merupakan burung pemukiman dan ada beberapa
burung budidaya dan burung yang di introduksi di sekitar lokasi
pengamatan. hal ini disebabkan juga karena memang lokasi pengamatan yang ditentukan dekat
dan berdampingan dengan
pemukiman.
Spesies
yang paling banyak
ditemukan adalah jenis burung Gereja
Erasia dengan jumlah
keseluruhan sebanyak 265 ekor serta burung Merbah Cerukcuk dengan jumlah 93 ekor yang
artinya tegolong
kedalam jenis yang umum dijumpai. Adapun spesies yang termasuk kedalam kategori jarang dijumpai yaitu burung
Kokokan Laut dengan nilai kelimpahan hanya 0,1 atau hanya dijumpai 2 ekor selama pengamatan. Adanya perbedaan jumlah spesies pada pengamatan
ini tak terlepas dari faktor predasi yang terjadi antar spesies yang ada.
Faktor lain seperti letak wilayah
kawasan dan pengaruh lingkungan sekitar juga berpengaruh dalam perbedaan jumlah spesies yang ada. Jenis
Aves yang mendominasi merupaka jenis aves pemakan
biji-bijian dan insektavora serta daya adaptasi yang dimilikinya sangat tinggi.
Hal inilah yang menjadikan faktor
penting suatu jenis Aves mampu mendominasi di kawasan FT Tarakan ini karena
kelimpahan flora fauna yang ada di kawasan
ini yang juga di dominasi
oleh padang rumput yang terbuka.
Keanekaragaman spesies burung di suatu wilayah ditentukan oleh beberapa faktor,
antara lain luas wilayah
serta letak geografis dari habitat lain, keanekaragaman dalam tipe habitat tersebut
dan kualitas habitat
secara umum, dan luas daerah ekoton. Sebagai
salah satu komponen
ekosistem, burung mempunyai
hubungan timbal balik dan saling
tergantung dengan lingkungannya. Oleh karena peran dan
manfaat ini maka kehadiran burung dalam suatu
ekosistem perlu dipertahankan. Khusus untuk di lokasi pengamatan sendiri
yang dilakukan di FT Tarakan,
Keanekaragaman burung masih
terjaga cukup baik dengan ditemukannya banyak spesies burung
di lokasi pengamatan, selain itu terdapat
beberapa penangkaran burung didalam lokasi
sehingga cukup membantu
dalam pelestarian ekosistem
khususnya burung. lokasi
geografis juga sangat mendukung keberagaman spesies
burung yang ditemukan, khususnya FT Tarakan terletak di perbukitan dan dekat
dengan pesisir laut sehingga Aves yang ditemukan sangat beragam.
V.4
Identifikasi Fauna Lain
1. Tupai kelapa
Nama ilmiah
: Callosciurus
notatus Nama Inggris :
Plantain squirrel Famili : Sciuridae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi : Mamalia kecil ini memiliki
ekor seperti sikat.
Panjang kepala dan tubuh yaitu 150-225 mm dan ekornya
![]()
160-210 mm dengan berat 150-280 gram. Sisi atas tubuh kecoklatan dengan bintik-bintik halus kehitaman
dan kekuningan. Di sisi samping tubuh agak kebawah diantara tungkai depan dan belakang, terdapat setrip berwarna pucat
kekuningan dan hitam. Ekor coklat
kekuningan berbelang-belang hitam.
Hewan ini aktif di siang hari seperti namanya sering ditemukan berkeliaran di cabang dan ranting pohon. Umumnya tupai
ini dapat ditemukan di kebun-kebun, perkebunan, dan hutan sekunder.
Kita juga dapat menemukannya di hutan-hutan, rawa, juga di semak belukar
dan hutan payau atau mangrove. Tupai ini dapat ditemukan di Negara Malaysia, Thailand dan Indonesia. Untuk wilayah Indonesia dapat ditemukan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
2.
Kucing domestik
Nama ilmiah : Felis catus
Nama Inggris : Cat Famili
: Felidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi : Karakteristik
fisik yang dimiliki kucing antara lain tubuh yang fleksibel dan padat, penglihatan dan adaptasi visual
yang tajam pada
malam hari, cakar (kuku) yang dapat ditarik masuk, gigi yang tajam, dan pengurangan jumlah gigi mencerminkan adaptasi
karnivora. Kumis pada kucing sangat sedikit dan terdapat di bagian hidung bawah, kumis kucing terdapat 3-6 kumis di
bagin hidung bawah. Kumis kucing ini
memiliki panjang 1-1,5 cm, berbentuk bulat memanjang dan berwarna putih. Ekor kucing ini memiliki bentuk bulat memanjang
dengan panjang 5-8 cm bahkan lebih. Kucing jenis
ini lebih sering disebut kucing rumah, termasuk kedalam kelompok Mamalia.
Kucing merupakan predator terhadap
hewan lain (Karnivora) namun tidak terlalu berbahaya bagi manusia
dikarenakan ukurannya yang tidak terlalu
besar. Kucing juga memiliki begitu
banyak ras dan termasuk hewan yang mengalami domestikasi.
3.
Bekantan

Nama ilmiah
: Nasalis larvatus Nama Inggris : Long nosed Monkey Famili : Cercopithecidae
Status konservasi : Genting
Deskripsi : Bekantan jantan
berukuran lebih besar
dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan
berat
mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies
ini juga memiliki
perut yang besar,
sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan
memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna.
Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit. Bekantan merupakan hewan endemik pulau kalimantan
yang tersebar di hutan bakau,
rawa dan hutan pantai. Ciri utama yang membedakannya dengan
monyet jenis lain ialah hidung
yang panjang hanya dapat ditemukan pada spesies jantan. Bekantan
termasuk jenis mamalia yang
dilindungi dari ancaman kepunahan akibat dari konversi lahan hutan dan
degradasi habitat. Berdasrkan hal ini, Bekantan
temasuk satwa dengan status terancam
punah (Endangered) dalam
daftar merah IUCN Spesies ini dilindungi baik oleh organisasi dunia maupun
Pemerintah Indonesia.
4.
Biawak air
Nama ilmiah
: Varanus salvator Nama inggris : Water monitor Famili : Varanidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi : Biawak ini dapat berukuran
panjang sekitar 1.5 meter hingga
2 meter dengan
berat mencapai 19 kg.
Spesimen-spesimen yang sering ditemui rata-rata
memilikipanjang tidak lebih dari 1.5 meter dan
berat hanya sekitar 4 sampai 6 kg. Bentuk kepalanya meruncing. Kulitnya kasar
dan berbintik-bintik kecil agak menonjol. Warna tubuhnya hitam atau indigo
dengan bercak bercak
tutul dan bulatan berwarna kuning pucat dari bagian atas kepala,
punggung, hingga pangkal ekor. Bagian
perut dan leher berwarna lebih pucatdengan bercak-bercak agak gelap. Ekor berwarna dasar sama dengan tubuh dan
dihiasi belang-belang samar berwarna kuning pucat yang berbaur (blending) dengan warna dasar. Untuk biawak muda,
biasanya berwarna dasar cokelat gelap dengan bercak-bercak pucat seperti induknya.
Biawak air
tersebar luas di benua Asia, di indonesia sendiri hewan ini dapat ditemukan di pulau jawa, kalimantan, sumatera, sulawesi dan nusa tenggara.
Biawak air, sesuai
dengan namanya, tinggal
tidak jauh dari sumber air atau perairan.
Habitat kesukaannya adalah pinggiran sungai atau rawa-rawa hutan.
Kadang-kadang, biawak ini juga tinggal di daerah pertanian, perkebunan, hingga pemukiman - menjadi salah satu
hewan liar yang memangsa unggas
peliharaan penduduk. Biawak ini sangat pandai berenang dan memanjat pohon dan sering terlihat beraktivitas pada siang
hari. Makanan utamanya adalah tupai, tikus, burung, reptilia kecil, katak, ikan, dan kepiting
sungai.
5.
Kadal kebun
Nama ilmiah
: Eutropis multifasciata Nama inggris : Easr indian brown skink Famili
: Scincidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi : Kadal ini berukuran agak kecil, spesimen
yang sering ditemui sehari-hari berukuran
sebesar
jempol kaki dengan panjang antara 18 hingga 22 cm dengan sekitar 60% dari panjangnya adalah panjang
ekor. Kepalanya berbentuk lancip dengan leher yang sangat pendek. Penampang badannya berbentuk persegi atau kotak.
Tubuh bagian atas berwarna cokelat tua atau cokelat keabu-abuan mengkilap dengan
sisi tubuh berwarna
keemasan, terutama dekat leher. Terkadang juga dihiasi bintik-bintik kecil berwarna hitam dan/atau pucat
di punggung dan sisi badannya. Bagian
leher bawah berwarna cokelat muda dan bagian perut hingga anus berwarna cokelat pucat. Moncong/bibir mulut berwarna kemerah-merahan. Ekor berwarna sama dengan tubuhnya, dengan dihiasi garis samar
berwarna gelap di sisi ekor. Lengan kaki juga berwarna sama dengan tubuh atasnya.
Kadal
ini biasanya ditemukan
di pinggiran hutan, kebun, ladang/tegalan, persawahan, serta di permukiman penduduk.
Kadal kebun menghabiskan sebagian besar waktunya di tanah. Biasanya kadal ini
menyukai celah-celah dan tebing yang berbatu sebagai tempat tinggal dan untuk mencari
mangsanya. Mangsanya adalah
serangga kecil, cacing,
laba- laba, larva dan
terkadang juga reptilia lain yang berukuran lebih kecil. Kadal yang dipelihara juga menyukai potongan sayur atau buah-buahan. Jika terancam, kadal kebun mempertahankan diri dengan memutuskan ekornya yang dapat bergerak-gerak sendiri
(autotomi) untuk mengalihkan perhatian pengganggunya
6.
Anjing domestik
Nama ilmiah : Canis lupus familiaris
Nama
inggris : Dog Famili : Canidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Anjing ras sangat bervariasi dalam ukuran, penampilan dan tingkah laku dibandingkan dengan
hewan peliharaan yang lain. Sebagian besar anjing masih
mempunyai ciri-ciri fisik yang diturunkan dari serigala. Anjing adalah
hewan pemangsa dan hewan pemakan
bangkai, memiliki gigi tajam
dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan.
Ciri-ciri khas dari moyang serigala
masih bertahan pada anjing, walaupun
penangkaran secara selektif
telah berhasil mengubah
bentuk fisik berbagai
jenis anjing ras.
Anjing
memiliki otot yang
kuat, tulang pergelangan
kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta
kecepatan berlari, dan gigi untuk menangkap
dan mencabik mangsa. Bila dibandingkan dengan struktur tulang kaki manusia, secara teknis anjing berjalan berjingkat
dengan jari-jari kaki. Habitatnya sendiri anjing dapat ditemukjan dimanapun di dunia kecuali daerah sekitar equator
kutub utara maupun kutub selatan
7.
Ikan tembakul

Nama ilmiah : Periopthalmodon schlosseri
Nama
inggris : Mudskipper Famili : Oxudercidae
Status konservasi : Resiko rendah
Deskripsi: Bentuk
dan perawakan ikan ini sangatlah khas. Kedua matanya
menonjol di atas kepala seperti
mata kodok, wajah yang
dempak, dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan.
Badannya bulat panjang seperti torpedo, sementara sirip ekornya
membulat. Panjang tubuh bervariasi
mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm. Hidup di wilayah pasang surut,
tembakul biasa menggali
lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara
di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang
naik, tembakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan
pemangsa yang berdatangan. Keahlian yang dimiliki
ikan yang satu ini, selain dapat bertahan
hidup lama di daratan (90% waktunya dihabiskan di darat), tembakul
dapat memanjat
akar-akar pohon
bakau, melompat jauh, dan ‘berjalan’ di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, sehingga sirip ini dapat
ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan
melompat.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil survei diperoleh 83
spesies tumbuhan, 3 spesies mangrove, 7 ordo
serangga dengan jumlah 69 spesies. Selain itu, diperoleh 18 spesies
burung dimana spesies yang paling
banyak ditemukan adalah jenis burung Gereja Erasia dengan jumlah keseluruhan sebanyak 265 ekor serta burung Merbah
Cerukcuk dengan jumlah 93 ekor serta terdapat 7 spesies fauna lainnya.
Comments
Post a Comment